Endometriosis merupakan kondisi ketika jaringan endometrium tumbuh di luar rahim, sehingga muncul gejala yang mengganggu, seperti infertil, nyeri haid yang parah, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, sangat penting menjalani pengobatan medis.
Selain itu, ada beberapa makanan dan minuman yang berpotensi mengembangkan endometriosis sehingga konsumsinya perlu dibatasi, bahkan dihindari. Apa saja? Check this out!

Makanan Tinggi Lemak Jenuh
Seseorang dengan kondisi endometriosis perlu membatasi konsumsi makanan sumber asam lemak jenuh. Misalnya seperti, kerupuk, margarin, kue kering, junk food, mentega, keju, dan susu. Lemak tak jenuh memengaruhi peningkatan hormon estrogen, sedangkan penderita endometriosis justru perlu menekan hormon estrogen guna menekan perkembangan endometriosis, serta meringankan gejala endometriosis.
Jadi, sebaiknya pilih makanan dan minuman dengan kandungan asam lemak tak jenuh. Misalnya dengan konsumsi makanan sumber omega-3 seperti ikan tuna, ikan kembung, sarden, teri, buah alpukat, minyak zaitun, dan lain sebagainya.
Daging Merah
Makanan pantangan endometriosis kedua adalah daging merah, baik non olahan maupun olahan. Salah satu hasil studi dalam American Journal of Obstetric and Gynecology menyebutkan bahwa, perempuan yang konsumsi daging merah lebih dari 2 porsi per minggu, 56 persen lebih tinggi berisiko endometriosis dibandingkan yang konsumsi kurang dari sama dengan satu porsi per minggu.

Contoh daging merah, yaitu daging sapi, daging babi, daging domba, dan daging kambing. Konsumsi daging merah berkaitan dengan peningkatan hormon estrogen, serta menunjukkan adanya efek pro inflamasi yang berkaitan dengan patogenesis dan perkembangan endometriosis.
Lantas bagaimana memenuhi kebutuhan protein dari sumber hewani? Sebagai gantinya, kamu bisa mengonsumsi daging putih seperti daging ayam. Bisa juga konsumsi telur, ikan atau seafood. Namun, pengolahan makanan juga perlu diperhatikan, jangan menggunakan terlalu banyak sumber minyak jenuh.
Minuman Beralkohol
Penelitian hubungan antara alkohol dan endometriosis memang masih butuh penelitian lanjutan. Namun, hasil penelitian dalam jurnal Reproductive Medicine (2013) dan Ginekologia Polska (2017), menunjukkan konsumsi alkohol berpotensi meningkatkan pengembangan endometriosis.
Selain menghindari pangan yang disebutkan di atas, penderita endometriosis juga disarankan untuk meningkatkan konsumsi sayuran. Sayur akan memberikan perlindungan terhadap risiko endometriosis dan menurunkan gejala nyeri saat menstruasi. Terlebih penderita endometriosis biasanya mengeluarkan banyak darah menstruasi, sayuran kaya vitamin B nantinya bisa membantu dalam pembentukan sel darah merah.
Ngga cukup hanya dengan menerapkan makanan sehat, Sahabat Sehat dengan kondisi endometriosis juga perlu melakukan pengobatan medis. Kondisi ini perlu ditangani dengan tepat guna mencegah memburuknya gejala, terlebih untuk perempuan yang sedang dalam program hamil.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
