Kamu pecinta kopi atau teh? Sebagian orang menyukai kopi, namun tidak suka minum teh. Berlaku juga sebaliknya. Kopi dan teh adalah dua jenis minuman berkafein dengan kadar yang berbeda. Cita rasa dan efeknya juga berbeda. Lalu, apa mungkin jika menikmati keduanya dalam satu tegukan?
Cofftea adalah solusi untuk Sahabat Sehat yang ingin mengonsumsi kopi dan teh sekaligus. Meskipun demikian, apakah ada efek sampingnya kalau dikonsumsi bersamaan secara langsung?

Aneka Sajian Cofftea
Di era modern ini, jenis minuman semakin variatif dari segi cita rasa ataupun penyajiannya. Dalam sajian teh, selain sudah ada teh tarik, milk tea, thai tea, ada juga varian lain, yaitu cofftea alias teh yang dicampur kopi. Sajian ini cukup unik karena menggabungkan dua jenis minuman dengan rasa dan kekentalan yang berbeda.
Meskipun terbilang unik, minuman kopi campur teh sudah dikenal sejak lama di Hongkong dan disebut sebagai minuman penambah energi. Di Hongkong, minuman campuran teh dan kopi disebut “yuanyang”. Minuman ini bahkan menjadi minuman sehari-hari masyarakat Hongkong. Dahulu, mereka menikmati yuanyang hangat di pagi hari dan yuanyang dingin jika musim panas.
Yuanyang ini merupakan campuran antara kopi hitam (biasanya jenis Robusta), teh hitam, dan kental manis. Komposisi antara kopi dan teh ini hampir sama. Sebagian orang gemar menambahkan gula agar lebih manis. Penamaan minuman ini mengandung makna filosofis, yaitu arti kata “yuanyang” yaitu “bebek mandarin” yang menyimbolkan kesempurnaan cinta karena hewan ini biasanya muncul bersama pasangannya. Keselarasan tersebut mewakili perpaduan dua unsur yaitu kopi dan teh yang saling melengkapi dan menyempurnakan layaknya pasangan laki-laki dan perempuan.
Tidak hanya di Hongkong, yuanyang ini juga ditemukan di Malaysia dengan nama kopi “cham.” Kata “cham” berasal dari bahasa Hokkien yang berarti “campur”. Perpaduan kopi dan teh juga ada di Ethiopia dengan nama “spreeze,” sedangkan di Eropa dikenal dengan istilah “cofftea” yang merupakan singkatan dari “coffee and tea”.

Efek Minum Kopi dan Teh Sekaligus
Dilansir dari laman Health Detik, Jansen Ongko, M.Sc., RD., seorang ahli gizi menyatakan bahwa cofftea mengandung theobromin dan kafein. Theobromin adalah komponen alami yang mencegah penyakit jantung dengan melebarkan pembuluh darah, sehingga darah mengalir dengan lancar ke organ vital tubuh. Kafein mampu meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi kemungkinan kehilangan ingatan di usia tua. Manfaat teh hitamnya juga dapat diperoleh yaitu meredakan stres karena mengandung zat antioksidan.
Efek positif tersebut dapat diperoleh jika tidak berlebihan dalam mengonsumsi. Jika berlebihan, maka dimungkinkan memperoleh efek negatif berupa overdosis kafein. Kamu jadi lebih sulit tidur, sehingga siklus tidur terganggu. Kelebihan kafein juga berdampak meningkatkan asam lambung, sakit kepala, detak jantung tidak teratur, osteoporosis, dan cenderung marah. Lebih dari itu, kafein juga menimbulkan efek ketergantungan jika tidak dibatasi.
Sahabat Sehat perlu bijak dalam mengonsumsi minuman berkafein, termasuk cofftea. Saran konsumsi kafein untuk orang dewasa adalah sekitar 200 hingga 300 mg setiap harinya. Dilansir dari laman Halodoc, Harvard Health Publication merekomendasikan agar mengonsumsi teh tidak lebih dari 240-320 mg (tiga cangkir teh). Dengan demikian, mengonsumsi 1 hingga 2 cangkir cofftea masih terbilang aman.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
