Gelaran Piala Dunia U-17 di Indonesia membuat sepak bola menjadi perbincangan hangat di akhir tahun 2023 ini. Sepak bola adalah salah satu jenis olahraga aerobik dan anaerobik yang merupakan kombinasi antara kekuatan dan daya tahan. Keseimbangan zat gizi makro, yakni karbohidrat, protein, dan lemak, merupakan komponen penting dan harus selalu diperhatikan di dalam makanan atlet. Lalu seperti apa kebutuhan zat gizi bagi atlet sepak bola? Yuk simak penjelasan berikut Sahabat Sehat!

Karbohidrat
Karbohidrat memiliki peranan penting bagi tubuh atlet untuk tetap menjaga tingginya level energi dan konsentrasi atlet sebelum, saat, dan setelah pertandingan. Karbohidrat dapat ditemukan dalam darah berbentuk glukosa dan disimpan dalam jaringan otot dan hati berbentuk glikogen. Secara umum kebutuhan asupan karbohidrat bagi atlet sepak bola adalah 5—7 g/kg BB/Hari. Beberapa bahan makanan sumber karbohidrat diantaranya nasi, roti, susu, pisang, jagung, madu dan lain sebagainya.
Protein
Protein sangat dibutuhkan untuk atlet karena selain sumber energi juga sangat penting bagi otot untuk membentuk kembali sel otot yang rusak saat latihan. Seorang atlet sepak bola secara umum membutuhkan protein 1,4—1,7 g/kg BB/Hari. Beberapa bahan makanan sumber protein diantaranya dada ayam, ikan lele, kacang hijau, tempe, telur ayam, tahu, sari kedelai bubuk dan lain sebagainya. Meski protein bagus untuk pembentukan otot tetapi atlet tidak dianjurkan mengkonsumsi makanan sumber protein yang berlebihan.

Lemak
Lemak merupakan zat gizi yang perlu diperhatikan kareana lemak merupakan sumber energi utama saat atlet sedang menjalankan aktivitas yang intensitasnya rendah. Seorang atlet sepak bola membutuhkan lemak 1,8—2,2 g/kg BB/Hari. Lemak jenis omega-3 sangat baik untuk atlet karena dapat mendukung pembentukan otot dan perbaikan otot. Beberapa bahan makanan sumber lemak omega-3 diantaranya ikan lele, ikan salmon, ikan sarden, ikan teri, kacang kedelai dan lain sebagainya.
Angka kebutuhan gizi setiap atlet tentunya bersifat personal tergantung kondisi masing-masing atlet. Nah, untuk mendapatkan angka kebutuhan gizi lebih spesifik maka perlu adanya pendampingan atau asuhan gizi lebih lanjut dengan ahli gizi olahraga. Jangan lupa untuk share artikel ini ya, sahabat sehat!
