Bagaimana Kebutuhan Gizi Atlet?

Tahun ini menjadi peringatan ke-38 Hari Olahraga Nasional (Haornas). Peringatan ini bermula ketika pertama kalinya diadakan Pekan Olahraga Nasional (PON) pada tanggal 9 September 1948. Tapi, peringatan Haornas ini baru diresmikan tiga puluh lima tahun kemudian, yakni pada 9 September 1983. Karena itulah tahun ini menjadi peringatan yang ke-38 bukan yang ke-73 kalinya.

kebutuhan gizi atlet
Foto: Freepik.com

Dalam rangka memeriahkan Haornas, ngga jarang diadakan pekan olahraga atau berbagai lomba di bidang olahraga. Atlet berkompetisi untuk memperebutkan juara. Banyak faktor pendukung supaya atlet bisa memenangkan lomba, salah satunya penting untuk diperhatikan yakni, stamina. Mereka akan memiliki stamina yang cukup jika kebutuhan zat gizinya terpenuhi. Supaya kebutuhan zat gizi dikonsumsi terpenuhi, dibutuhkan tenaga ahli yang terampil, misalnya ahli gizi bagi atlet.

Ngomong-ngomong gimana sih, kebutuhan gizi atlet? Apakah berbeda dengan mereka yang bukan atlet?

Kebutuhan Gizi

“Setiap orang itu unik”. Pernah mendengar pernyataan demikian? Hal ini juga nampaknya berlaku dalam hal kebutuhan gizi setiap orang.

Pada dasarnya, meskipun dua orang berbeda memiliki berat dan tinggi badan yang sama persis, mereka belum tentu memiliki kebutuhan gizi yang sama. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya aktivitas fisik yang dilakukan. Seseorang yang kesehariannya bekerja mengangkat beban berat dengan seseorang yang lebih banyak menghabiskan waktu di depan komputer akan memiliki kebutuhan gizi yang berbeda.

kebutuhan gizi para atlet
Foto: Pixabay.com

Kebutuhan Gizi Atlet

Kebutuhan gizi atlet dan non-atlet memang berbeda. Bahkan untuk sesama atlet dengan usia, jenis kelamin, hingga berat dan tinggi badan yang sama, tapi berada pada cabang olahraga yang berbeda, kebutuhan gizinya juga akan berbeda. Selain itu, durasi berolahraga juga akan mempengaruhi kebutuhan gizinya.

Tapi, secara garis besar atlet perlu memenuhi kebutuhan energinya, dengan mengonsumsi makanan dengan kalori yang cukup. Jika kebutuhan energi ngga terpenuhi, kekuatan dan daya tubuh mereka bisa menurun dan dikhawatirkan bisa mengganggu jalannya pertandingan. Supaya hal tersebut ngga terjadi, diet gizi seimbang perlu diterapkan, dengan memenuhi kebutuhan gizi makro dan mikro. Satu hal penting lainnya, yaitu kebutuhan cairan yang perlu dipenuhi untuk mencegah terjadinya dehidrasi.

Jadi, konsumsi zat gizi akan berdampak pada saat atlet bertanding maupun latihan. Bila terpeuhi dengan baik, bisa membantu meningkatkan performa atlet dan membuntuk stamina yang bagus, serta membantu mempertahankan energi atlet ketika bertanding.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi
Amin N, Lestari YNA. 2019. Hubungan Status Gizi, Tingkat Kecukupan Energi dan Zat Gizi dengan Kecepatan pada Atlet Hockey Kota Surabaya. Sport and Nutrition Journal 1(1):19-26.
https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/spnj/article/view/31275/13594

Penggalih MHST, Huriyati E. 2007. Gaya Hidup, Status Gizi, dan Stamina Atlet pada Sebuah Klub Sepakbola. Berita Kedokteran Masyarakat 23(4):192-199.
https://jurnal.ugm.ac.id/bkm/article/view/3614

Syarifah Zahra, Muhlisin M. 2020. Nutrisi Bagi Atlet Remaja. JTIKOR 5(1):81-93.
https://ejournal.upi.edu/index.php/JTIKOR/article/view/25097

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.