Kamu suka makan pakai kerupuk? Apakah sensasinya kurang lengkap jika tanpa kerupuk? Banyak orang gemar mengonsumsi kerupuk sebagai pendamping lauk. Bahkan, beberapa orang merasa aneh jika makan tanpa kerupuk yang satu itu. Gurih dan renyah adalah dua alasan mengapa kerupuk selalu ada di meja makan. Akan tetapi, siapa sangka kandungan kalorinya cukup tinggi sehingga berpotensi membahayakan kesehatan, terlebih jika makan terlalu banyak atau terlalu sering.

Fakta Jumlah Kalori Kerupuk
Saat ini, masih jarang yang mengetahui betapa banyaknya kalori yang terkandung dalam kerupuk. Dilansir dari laman Halodoc, jumlah kalori kerupuk putih mencapai angka 65 kkal setiap kepingnya. Ini berarti makan tiga buah kerupuk saja hampir setara dengan kalori sepiring nasi putih. Sejumlah 30% dari kalori kerupuk tersebut berasal dari lemak, 60% dari karbohidrat, dan 5% dari protein. Jumlah ini bisa saja berbeda teragantung jenis kerupuknya.
Risiko Terlalu Banyak Makan Kerupuk
Pada dasarnya, kerupuk bukan makanan yang mengenyangkan, sehingga berpotensi dimakan dalam jumlah banyak. Semakin banyak mengonsumsinya, maka semakin besar risiko kesehatan yang umumnya tidak disadari berasal dari konsumsi kerupuk yang berlebihan.
Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung
Minyak yang digunakan untuk menggoreng kerupuk mengandung lemak jenuh. Tubuh mengubah lemak jenuh tersebut menjadi kolesterol. Itu sebabnya kolesterol meningkatdan secara tidak langsung juga berisiko menyebabkan penyakit jantung koroner. Semua itu karena penumpukan kolesterol akibat banyaknya lemak jenuh dari minyak. Penumpukan kolesterol tersebut terjadi di pembuluh darah dan menyumbat aliran darah.
Menyebabkan Kegemukan
Terlalu banyak makan kerupuk berisiko menyebabkan kegemukan, hal tersebut karena jumlah kalori dalam kerupuk cukup tinggi. Asupan kalori berlebih tersebut tidak mungkin habis untuk beraktivitas, sehingga disimpan dalam bentuk lemak. Penumpukan lemak tersebut yang menyebabkan obesitas.
Memicu Diabetes Melitus
Kerupuk dibuat dari tepung, sehingga merupakan karbohidrat. Karbohidrat tersebut diubah menjadi gula oleh tubuh dan diedarkan melalui pembuluh darah. Semakin banyak jumlah karbohidrat yang dikonsumsi, maka hasil pemecahannya menjadi gula juga semakin banyak. Itulah mengapa kadar gula dalam darah meningkat dan memicu diabetes melitus.

Tips Aman Makan Kerupuk
Mengetahui risiko mengonsumsi kerupuk di atas, batasilah jumlah konsumsinya. Sebagai gantinya, cobalah untuk mengonsumsi camilan sehat yang rendah kalori dan lemak jahat, namun tinggi serat seperti buah-buahan dan kacang panggang dibandingkan dengan kerupuk. Apabila kamu masih belum bisa membatasi konsumsi kerupuk, maka imbangi dengan olahraga rutin dan aktivitas produktif.
Rasa gurih dan renyahnya kerupuk menyebabkan banyak orang ketagihan mengonsumsinya. Oleh karena itu, jangan sampai kamu juga makan berlebihan, ya. Cukuplah makan kerupuk secukupnya. Imbangi dengan lauk sehat lainnya, seperti daging, ikan, tahu, dan tempe. Jika mempunyai kondisi khusus, seperti riwayat jantung koroner, hipertensi, dan kolesterol tinggi, maka hindari mengonsumsi kerupuk.
