Halo Sahabat Sehat! Apakah kamu suka minum minuman manis? Rasanya yang manis dan menyegarkan menjadikannya opsi populer untuk diminum sambil beraktivitas, terutama pada siang hari. Walaupun begitu, mengonsumsi minuman manis bisa berisiko bagi kesehatan, apalagi jika diminum terlalu banyak dan sering. Selama ini minuman yang manis dihubungkan dengan penyakit diabetes melitus, tetapi tahukah kamu, bahwa minuman ini juga berpotensi memicu terjadinya penyakit jantung koroner (PJK)?
Jenis Minuman Manis
Ada berbagai minuman yang tergolong sebagai minuman manis dan dijual secara komersial, seperti soft drink, teh manis, kopi susu, jus, susu berperisa, minuman energi, minuman bubuk instan, dan lainnya. Rata-rata minuman tersebut mengandung gula sebanyak 7,26 g/100 ml sehingga tergolong tinggi gula.

Meskipun begitu, saat ini sudah ada banyak minuman manis yang diklaim tidak mengandung gula, beberapa di antaranya bahkan mengandung 0 kalori. Biasanya, minuman tersebut menggunakan pemanis buatan, seperti aspartame, sucralose, dan saccharin. Minuman ini sering dijadikan alternatif untuk orang-orang yang sedang mengurangi konsumsi gula, tetapi tetap ingin minum minuman manis.
Bagaimana Minuman Manis Bisa Menyebabkan PJK?
Konsumsi minuman manis berlebih dan tidak diimbangi aktivitas fisik cukup bisa memicu terjadinya penumpukkan lemak dalam tubuh hingga obesitas. Penumpukkan lemak berlebih bisa menyumbat pembuluh darah jantung dan menimbulkan PJK. Konsumsi minuman manis juga diketahui dapat menurunkan kolesterol baik (HDL) yang justru penting bagi tubuh kamu untuk melindungi jantung dari penyakit. Meningkatnya kadar lemak dan kolesterol jahat (LDL) dapat meningkatkan faktor inflamasi dalam tubuh yang nantinya memicu terjadi PJK.

Walaupun rendah kalori, konsumsi pemanis buatan yang berlebihan juga memiliki dampak negatif terhadap kesehatan jantung. Pemanis buatan dapat mengubah komponen bakteri usus, meningkatkan inflamasi, dan menyebabkan penyumbatan pembuluh darah jantung oleh kalsium.
Batas Aman Konsumsi Minuman Manis
Air putih tentu tetap menjadi pilihan minuman terbaik bagi kesehatan. Tapi, jika Sahabat Sehat ingin minum minuman manis, sebaiknya mulai diperhatikan kandungan gula yang tercantum dalam tabel gizi di kemasan minuman.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menganjurkan untuk konsumsi gula per harinya tidak lebih dari 50 gram (sekitar 4 sdm) per hari. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga menganjurkan untuk mengonsumsi minuman manis dengan kadar gula kurang dari 6 gram/100 ml. Jadi, kamu bisa mulai mengurangi konsumsinya maksimal sekali sehari dan tidak melebihi batas konsumsi harian ya.
Ditulis Oleh:
Elisabeth Maretta Kristianti Girsang, S.Gz
S1 Gizi Universitas Diponegoro (2020 – 2024)
Profesi Dietisien IPB University (2024 – sekarang)

