Rekomendasi Makanan untuk Pemulihan Stroke

Stroke merupakan penyakit yang terjadi apabila pembuluh darah otak mengalami penyumbatan atau pecah. Akibatnya, dapat terjadi beberapa kelainan yang berhubungan dengan kemampuan makan, seperti kelemahan otot menelan, kelemahan dalam melakukan komunikasi verbal, dan kelemahan otot anggota gerak sehingga tidak mampu makan sendiri. Hal itulah yang pada akhirnya dapat mengakibatkan tidak terpenuhinya asupan makan hingga penurunan status gizi.

Oleh karena itu, seseorang yang mengalami stroke perlu memperhatikan makanannya agar dapat memenuhi kebutuhan dan mencegah penurunan status gizi, serta membantu proses pemulihan tubuh dan mencegah serangan stroke berulang. Berikut rekomendasi makanan yang dianjurkan untuk penyandang stroke.

Foto: Freepik

Makanan sumber protein

Sesuai dengan fungsinya, protein dapat membantu proses pemulihan dengan memperbaiki jaringan tubuh yang rusak. Protein, khususnya albumin, berperan sebagai antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari radikal bebas dan menjaga kesehatan pembuluh darah termasuk pembuluh darah di otak. Ikan gabus merupakan salah satu jenis protein hewani dengan kandungan albumin yang tinggi. Jenis protein lainnya yang juga direkomendasikan untuk penyandang stroke yaitu protein hewani rendah lemak (seperti ayam tanpa kulit, ikan, dan putih telur) dan protein nabati (seperti kacang-kacangan, tahu, tempe, dan susu kedelai).

Makanan sumber lemak

Penyandang stroke sebaiknya menghindari makanan dengan kandungan lemak jenuh yang tinggi, seperti gorengan dan makanan yang diolah menggunakan santan. Sebagai gantinya, gunakan lemak tak jenuh, seperti minyak zaitun atau minyak jagung dalam mengolah makanan. Ada pula, asam lemak omega-3 yang sangat disarankan untuk penyandang stroke karena berfungsi sebagai antiinflamasi yang dapat mencegah peradangan dan kerusakan lebih lanjut pada jaringan otak. Ikan tuna, tongkol, gabus, dan ikan kembung bisa menjadi pilihan karena memiliki kandungan asam lemak omega-3 yang tinggi.

Makanan sumber karbohidrat

Karbohidrat bermanfaat sebagai bahan bakar utama untuk tubuh termasuk aktivitas otak sehingga dapat membantu memberikan energi untuk pemulihan setelah stroke. Hindari konsumsi makanna yang banyak mengandung karbohidrat sederhana, seperti kue dan minuman manis. Asupan karbohidrat kompleks lebih disarankan karena mengandung tinggi serat, vitamin, dan juga mineral yang penting bagi tubuh. Beberapa bahan makanan yang termasuk dalam karbohidrat kompleks yaitu nasi merah, ubi, singkong, dan gandum.

Foto: Freepik

Sayur dan Buah

Sayur dan buah menjadi makanan yang sangat dianjurkan untuk penyandang stroke karena adanya kandungan vitamin, mineral, dan antioksidan yang tinggi. Kandungan antioksidan yang tinggi dapat membantu melindungi sel otak dengan menangkal radikal bebas sehingga dapat membantu mempercepat pemulihan dan meningkatkan fungsi otak. Sayur dan buah yang berwarna-warni merupakan sumber antioksidan yang tinggi, contohnya seperti wortel, tomat, bayam, brokoli, stroberi, pepaya, jeruk, dan apel.

Nah, itulah rekomendasi makanan yang bermanfaat dalam membantu proses pemulihan stroke. Namun, perlu dipahami bahwa makanan-makanan tersebut bukan berarti bisa menyembuhkan penyakit stroke. Konsultasikan dengan dietisien untuk memastikan asupan yang sesuai dengan kondisi Sahabat Sehat, ya.

Ditulis Oleh:

Atikah Yusriyani, S. Gz
Gizi Universitas Negeri Semarang
Profesi Dietisien IPB University

Referensi

Cichon, N., Saluk‐bijak, J., Miller, E., Gorniak, L., Redlicka, J., Niwald, M., & Bijak, M. (2021). The Role of Supplementation with Natural Compounds in Post-Stroke Patients. International Journal of Molecular Sciences, 22(15), 1–24. https://doi.org/10.3390/ijms22157893

Kasim, V. N. A., & Pateda, S. M. (2020). Nutrisi dan Imunitas pada Stroke. In C.V Athra Samudra. Gorontalo. C.V Athra Samudra.

Kementerian Kesehatan RI. (2022). Karbohidrat Komplek. yankes.kemkes.go.id.
https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1742/karbohidrat-komplek. Diakses pada 6 Januari 2025

Kementerian Kesehatan RI. (2024). Penyakit Stroke.
https://p2ptm.kemkes.go.id/infographic/penyakit-stroke. Diakses pada 3 Januari 2025

MS, E. S., Ningrum, D. M., & Ramdaniyah, P. (2021). Pengaruh Pemberian Suplemen Ikan Gabus pada Status Neurologis Pasien Stroke Iskemik di Rumah Sakit Umum Daerah Patuh Patut Patju. Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Kesehatan Politeknik Medica Farma Husada Mataram, 7(2), 85–90. https://doi.org/10.33651/jpkik.v7i2.243

Suhandini, T., Widyaningsih, H., Alvita, G. W., & Hartini, S. (2022). Gambaran Status Gizi pada Pasien Stroke Non Hemoragik di Poliklinik Syaraf RSUD dr. R Soetrasno Rembang. JurnalKeperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama, 11(2), 164–173. https://doi.org/10.31596/jcu.v11i2.1115

Tunik, Niningasih, R., & Yulidaningsih, E. (2022). Faktor-Faktor Penyebab dan Pencegahan Terjadinya Stroke Berulang. HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan, 1(2), 101–108. https://doi.org/10.51878/healthy.v1i2.1114

Xu, Q., Du, L., Gu, H., Ji, M., & Zhan, L. (2022). The Effect of Omega-3 Polyunsaturated Fatty Acids on Stroke Treatment and Prevention: A Systematic Review and Meta-Analysis. Nutricion Hospitalaria, 39(4), 924–935. https://doi.org/10.20960/nh.04148

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.