Sahabat Sehat perlu mewaspadai risiko obesitas pada ibu hamil. Meski memang disarankan untuk makan lebih ‘banyak’ demi kesehatan ibu Sahabat Sehat dan si kecil dalam kandungan, faktanya asupan gizi berlebih yang tidak terkontrol bisa malah membawa efek negatif. Kenaikan berat badan yang terlalu besar sebenarnya tidak baik bagi kesehatan ibu dan bayinya. Obesitas pada ibu hamil dapat menyebabkan kondisi pre-eklampsia, diabetes gestasional, sleep apnea, gangguan perfusi jaringan plasenta, yang dapat berujung pada bayi lahir prematur, cacat lahir, hingga keguguran.

Penting sekali bagi Sahabat Sehat yang sedang menanti kehadiran si kecil untuk selalu memantau kenaikan berat badan dan menjaga berat badan ideal selama kehamilan. Berikut ini langkah untuk mengecek apakah kenaikan berat badan tetap normal selama hamil.
Hitung Indeks Massa Tubuh Ibu Sebelum Hamil
Sahabat Sehat dapat menilai status gizi dengan cara menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT). Berikut panduan cara menghitung IMT:
Menurut Pedoman Gizi Seimbang oleh Kementerian Kesehatan Ri tahun 2014, Sahabat Sehat dinyatakan kurus bila hasilnya kurang dari 17; normal bila hasilnya 18,5 — 25; gemuk bila hasilnya lebih dari 25 — 27; dan obesitas bila hasilnya lebih dari 27.
Supaya ngga bingung, Sahabat Sehat bisa langsung mengujungi laman Cek Status Gizi (cekstatusgizi.linisehat.com atau klik di sini) untuk mengecek status gizi secara online!
Sebelum menjalani kehamilan, calon ibu sebaiknya menjaga status gizi tetap dalam batas normal agar kondisi tetap fit dan terhindar dari komplikasi selama kehamilan. Semakin besar berat badan ibu sebelum hamil, maka kenaikan berat badan yang diharapkan selama hamil juga semakin terbatas lho, Sahabat Sehat!
Periksa Kehamilan secara Berkala
Ibu hamil diharapkan untuk memeriksakan kehamilan secara berkala, termasuk di dalamnya penimbangan berat badan. Berdasarkan Institute of Medicine (2000), umumnya kenaikan berat badan pada ibu hamil dengan status gizi apapun di trimester pertama semuanya sama, yaitu 0,5 — 2 kg dan bervariasi pada trimester kedua hingga ketiga tergantung status gizi ibu sebelum hamil. Pada trimester kedua dan ketiga, ibu dengan status gizi kurang diharapkan kenaikan berat badannya mencapai 0,5 kg/minggu, sedangkan ibu dengan status gizi normal cukup 0,4 kg/minggu, dan ibu dengan status gizi lebih hanya boleh 0,3 kg/minggu.
Nah, secara keseluruhan berikut panduan kenaikan berat badan ibu hamil yang dapat Sahabat Sehat ikuti.
Jika saat ini Sahabat Sehat yang sedang hamil mengalami kenaikan berat badan yang berlebih, jangan panik ya! Belum terlambat untuk menjaga berat badan dengan cara menjaga asupan kalori yang tepat sesuai prinsip gizi seimbang, rutin memeriksakan diri ke dokter kandungan, mulai melakukan aktivitas fisik, tetap berpikiran positif, dan jangan ragu konsultasi ke ahli gizi untuk diet yang sehat bagi ibu hamil.
Ditulis Oleh:
Nita Azka Nadhira, S.Gz
S1 Gizi – Universitas Indonesia
Saat ini aktif bekerja sebagai ahli gizi di RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta
Pernah ikut sebagai kontributor artikel di Linisehat juga☺ https://linisehat.com/author/nita/
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP



