Anak Alami Speech Delay? Mungkin Ini Penyebabnya

Halo Sahabat Sehat! Speech delay biasa dikenal dengan keterlambatan perkembangan bicara pada anak. Kondisi ini bisa menjadi salah satu gejala dari masalah kesehatan, seperti keterbelakangan mental gangguan pendengaran, autisme, dan cerebral palsy.

Pendengaran secara utuh dalam tahun pertama kehidupan merupakan hal penting untuk perkembangan kemampuan kognitifnya, yaitu bahasa dan bicara. Masalah pendengaran yang terjadi dari lahir sampai usia dua atau tiga tahun perkembangannya berisiko tinggi mengalami keterlambatan bicara, bahasa dan belajar secara permanen.

gangguan pendengaran penyebab speech delay pada anal
Foto: Pexels.com

Diagnosis gangguan pendengaran ditegakkan apabila seorang anak ngga bisa mendengar suara di bawah tingkat volume tertentu. Ambang batas minimal biasanya 15 hingga 20 desibel (dB) suara gemerisik daun atau orang yang sedang berbisik.

Sayangnya, gangguan pendengaran seringkali sulit disadari oleh anak, terutama usia bayi dan balita. Beberapa sumber menyebutkan bahwa gangguan pendengaran pada anak yang ngga kunjung diatasi, berisiko terjadinya speech delay.

Penyebab gangguan pendengaran anak

Permasalahan yang dijumpai pada sistem pendengaran anak diketahui melibatkan berbagai faktor pemicu, diantaranya (1) kelainan genetik; (2) infeksi pada ibu saat hamil; (3) penggunaan obat ototoksik pada ibu hamil; (4) trauma lahir; (5) riwayat trauma kepala; (6) riwayat penyakit kuning; (7) riwayat infeksi otak atau tulang belakang dan telinga.

Tanda dan gejala gangguan pendengaran anak

Gangguan pendengaran pada anak biasanya menunjukkan tanda, yaitu ngga menoleh saat dipanggil namanya, ngga mengucapkan kata apapun pada usia satu tahun dan  ngga terkejut saat mendengar suara keras. Gejala yang ditunjukkan pada anak, seperti berbicara dengan suara yang lebih keras dari biasanya, melafalkan kata yang kurang jelas, dan perkembangan bicaranya ngga sesuai dengan usianya.

gangguan pendengaran penyebab speech delay pada anal
Foto: Pexels.com

Speech delay dan gangguan pendengaran

Mendengar suara dan kata merupkan proses belajar bagi anak untuk berbicara dan memahami sebuah kalimat. Namun, anak yang memiliki gangguan pendengaran akan kehilangan suara tersebut. Hal ini bisa berdampak pada munculnya berbagai masalah di masa yang akan datang, seperti kemampuan akademik dan keterampilan sosial.

Penelitian melaporkan bahwa gangguan pendengaran yang ditangani sebelum bayi berusia enam bulan menunjukkan hasil yang lebih baik dalam bicara dan bahasanya daripada diobati kemudian.

Pendengaran anak secara normal bisa diketahui melalui pemantauan perkembangan bicara dan bahasa sesuai usianya. Rangkaian pemeriksaan dan tes audio yang bisa dilakukan sejak usia enam bulan ini digunakan untuk mengidentifikasi secara spesifik mengenai faktor penyebab gangguan pendengaran.

Anak dengan gangguan pendengaran yang mengalami speech delay disarankan untuk terapi bicara dan bahasa. Terapi bisa dilakukan setelah mendapatkan alat bantu dengar atau implant koklea untuk membantu mengatasi keterlambatan bicara.

Sahabat Sehat, yuk waspadai gangguan pendengaran pada bayi sesegera mungkin. Keterlambatan bicara bisa teratasi dengan baik bila diagnosa diketahui lebih cepat.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Halodoc. 2019. Anak alami gangguan pendengaran bisa jadi terlambat bicara. https://www.halodoc.com/artikel/anak-alami-gangguan-pendengaran-bisa-jadi-terlambat-bicara. Diakses 28 Februari 2022

Leung, AKC. 1999. Evaluation and Management of the Child with Speech Delay. American Family Physician.

Lang-roth, R. 2014. Hearing impairment and language delay in infants: Diagnostic and genetics. GMS Current Topics in Otorhinolaryngology-Head and Neck Surgery

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.