Simbiosis Dibalik Manisnya Madu Hutan

Halo, Sahabat Sehat! Sesama makhluk hidup yang tinggal di bumi pasti saling membutuhkan. Sayangnya, ngga sedikit sumber daya alam yang dieksploitasi berlebihan, misalnya lebah madu hutan. Ngga cukup disitu, habitat alaminya pun banyak dialih fungsikan demi memenuhi kebutuhan manusia.

Kalau terus seperti ini, akan banyak makhluk hidup yang berisiko punah dalam 50 tahun ke depan. Hilangnya populasi mereka menempatkan kita, manusia, dalam bahaya juga loh! Apa yang bisa dilakukan? Yuk, cari tahu lebih lanjut, check it out!

Interaksi kehidupan di hutan

Lebah madu hutan, menjadi salah satu yang berperan penting dalam ekosistem hutan. Melalui tugasnya menyerbuki bunga tumbuhan hutan, terbentuklah hubungan yang harmonis antara makhluk hidup di sana. Selain membantu penyerbukan, lebah ini menghasilkan madu yang bisa dimanfaatkan, salah satunya oleh manusia.

lebah madu hutan
Foto: Pixabay.com

Sayangnya, produksi madu oleh lebah hutan ngga selalu stabil, terkadang bisa menurun karena pengaruh dari beberapa faktor. Salah satu dugaan, yaitu berkurangnya keberadaan pohon besar dan tinggi untuk tempat bersarangnya lebah hutan. Nah, siapa pelakunya dan bagaimana mencegah hal ini terus terjadi?

Untungnya masyarakat lokal yang sadar akan pentingnya saling menjaga kelestarian, mengembangkan suatu budaya berupa teknologi pemanenan. So, dengan begitu hubungan antara makhluk hidup di hutan tetap lestari.

Teknik yang digunakan oleh masyarakat di Provinsi Bangka Belitung dan Kalimantan Barat adalah menggembangkan sanggau dan tikung (dahan buatan) sebagai tempat bersarang lebah hutan. Ngga hanya itu, berbagai peraturan adat juga diterapkan seperti harus menjaga kelestarian hutan dan memanfaatkan secukupnya.

Kearifan lokal pemanenan madu hutan

Kegiatan melestarikan hutan dengan tata cara konservasi berdasar kearifan lokal dilakukan masyarakat yang tinggal di sekitar hutan menggunakan pengetahuan dan inovasi mereka sendiri. Konservasi seperti ini berkontribusi penting loh!

Yap, dalam perlindungan habitat dan kehidupan satwa liar yang vital untuk ekosistem hutan. Memanen madu hutan sudah menjadi kegiatan turun-menurun di masyarakat Dayak, mulai dari mencari pohon sarang, membuat sarang, sampai perawatan pohon. Kegiatan ini menjadi nilai kearifan setempat yang sangat bermanfaat dalam pengembangan dan perlindungan alam berkelanjutan.

Apa yang bisa dilakukan?

kelestarian lebah madu hutan
Foto: PIxaby.com

Penerapan nilai ekonomi, sosial budaya, sejarah dan ekologi yang sejalan penting untuk dilakukan demi kelestarian sumber daya alam hutan. Nah, apa sih yang bisa dilakukan? Meskipun kamu bukan petani madu hutan, tapi tetap bisa kok ikut menjaga kelestarian ekosistem. Contohnya, menjalani kehidupan secara berkelanjutan dengan belajar menghormati alam dan mempertahankan keanekaragamannya. Bersama-sama untuk melestarikan dan melindungi habitat alami semua spesies yang terancam punah.

So, Sahabat Sehat! Kehidupan manusia bergantung pada semua elemen biosfer untuk memenuhi kebutuhan dasar sebagai makhluk hidup. Udara yang dihirup, air yang diminum, makanan yang dimakan dan energi, serta bahan alam lain dibutuhkan untuk menjalani hidup. Tapi perlu diingat, setiap spesies sama pentingnya, jangan merasa paling hebat dan berhak menguasai. Salah satu tujuan World Wildlife Day adalah untuk meningkatkan kesadaran akan fakta ini. Happy World Wildlife Day!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

British Council. World Wildlife Day. https://learnenglish.britishcouncil.org/general-english/magazine-zone/world-wildlife-day. Diakses pada 2 Mar 2022.

Pranandhita E, Usop SR, Segah H. 2020. Kearifan lokal pemanenan madu hutan masyarakat Desa Muara Ripung Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Journal of Environment and Management. 1(3): 194-203.

Pribadi A, Wiratmoko ME. 2019. Karakteristik madu lebah hutan (Apis dorsata Fabr.) dari berbagai bioregion di Riau. Jurnal Penelitian Hasil Hutan. 37(3): 185-200.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.