Antibiotik untuk Pasein Covid-19. Apakah Tepat?

Sahabat Sehat, terus melonjaknya kasus harian Covid-19 di Indonesia membuat masyarakat kembali resah dengan keadaan. Per  tanggal 6 Februari 2022, tercatat ada sekitar 140.000 kasus aktif yang sebagian besar terjadi di wilayah DKI Jakarta. Kondisi ini juga seringkali dikaitkan dengan terus munculnya virus varian baru seperti Delta dan Omicron. Seringkali, pasien Covid-19 diberikan antibiotik, apakah pemberian obat tersebut sudah tepat?

antibiotik dalam penanganan covid-19
Foto: Freepik.com

Covid-19 dan antibiotik

Hingga saat ini ngga sedikit pasien Covid-19 yang mengonsumsi antibotik dengan tujuan menghindari adanya infeksi sekunder. Berdasarkan salah satu video wawancara yang diunggah Frametis TV, dr. Samuel L. Simon, SPKK (Dokter RSPAD Gatot Soebroto) berpendapat bahwa pemberian antibiotik seperti azithromycin dan levofloxacin kurang tepat bagi penderita Covid-19. Antibiotik sendiri merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri, sedangkan seperti yang diketahui Covid-19 disebabkan oleh virus dan 90% penderitanya ngga mengalami peradangan paru akibat bakteri.

Memang pada tahun 2020 lalu, azithromycin sempat dinyatakan berpotensi jadi kandidat obat dalam penanganan Covid-19 karena terlihat memiliki efek melawan virus yang cukup luas pada pengujian in vitro. Bahkan, FDA telah menyenyutujui pemberian azithromycin dengan dosis 500 mg pada pasien Covid-19 dengan gejala rendah hingga sedang.

Dalam video wawancara yang diunggah, dr. Simon juga menjelasakan dengan cukup rinci bagaimana pemberian antibiotik, seperti azithromycin dan levofloxacin bisa membuat jantung berdetak lebih cepat. Seiring dengan meningkatnya kecepatan detak jantung, tanpa disadari irama pernapasan juga menjadi lebih cepat. Kondisi ini berisiko membuat pasien merasakan sesak napas setelah mengonsumsi obat tersebut.

Sayangnya, ngga semua pasien paham mengenai kondisi ini. Akibatnya, mereka bisa saja malah terus mengonsumsi obat tersebut. Tentu akan sangat fatal bagi kondisi kesehatan pasien. Apalagi jika pasien tersebut sebelumnya sudah mengalami sesak napas akibat tumpukan lendir di saluran napasnya dan ngga segera mendapat penanganan yang tepat.

Penggunaan azithromycin

Seiring berjalannya waktu, telah banyak pengujian klinis mengenai efek pemberian antibiotik pada pasein Covid-19. Salah satu hasil uji klinis yang dipublikasikan dalam The Lancet, mendapati bahwa 15 dari 145 peserta yang diberikan azithromycin sebanyak 500 mg per hari selama 14 hari yang juga diberikan terapi standar mengalami perburukan gejala bahkan kematian.

Sedangkan, 17 dari 147 peserta lainnya yang hanya melakukan terapi standar juga mengalami hal serupa. Dalam penelitian tersebut terlihat bahwa tidak ditemukan adanya pengaruh pemberian azithromycin terhadap perbaikan kondisi klinis pasien Covid-19. Penelitian ini dilakukan pada peserta yang sebelumnya memiliki gejala ringan hingga sedang.

Bukan hanya itu, beberapa uji klinis lainnya juga sudah dilakukan dan memberikan hasil yang ngga jauh berbeda. Sayangnya hingga saat ini, belum ada publikasi hasil penelitian yang jelas mengenai efektivitas dari penggunaan setiap obat yang digunakan dalam tatalaksana penganganan Covid-19 di Indonesia.

Semoga melalui artikel ini Sahabat Sehat bisa lebih bijak dalam menghadapi Covid-19 termasuk dalam penggunaan obat. Ngga perlu panik ketika kamu atau keluarga mengalami gejala dan segeralah hubungi petugas medis terdekat. Jangan lupa untuk lakukan vaksinasi dan selalu terapkan protokol kesehatan, ya Sahabat Sehat!

Referensi

Satuan Tugas Penanganan Covid-19. Peta Sebaran. https://covid19.go.id/peta-sebaran [Diakses pada 6 Februari 2022]

Frametis TV [Youtube]. 2021. Wawancara dengan dr Samuel L Simon SpKK, ahli dermatokosmetik.

Oliver ME, Hinks TSC. 2021 Azithromycin in viral infections. Rev Med Virol. 31(2):e2163.

Touret F, Gilles M, Barral K, et al. 2020. In vitro screening of a FDA approved chemical library reveals potential inhibitors of SARS-CoV-2 replication. Sci Rep. 10(1):13093.

FDA. Coronavirus (COVID-19) Update: March 19, 2021. https://www.fda.gov/news-events/press-announcements/coronavirus-covid-19-update-march-19-2021

Paige Fowler  [WebMD]. 2020. Which Medicines Might Raise My Heart Rate? https://www.webmd.com/heart-disease/atrial-fibrillation/medicines-raise-heart-rate

Hinks, T S C, Lucy C, Ruth K, et al. 2021. Azithromycin versus standard care in patients with mild-to-moderate COVID-19 (ATOMIC2): an open-label, randomised trial. The Lancet. 9 (10). DOI:https://doi.org/10.1016/S2213-2600(21)00263-0

Butler CC, Dorward J, Yu L-M, et al. 2021. Azithromycin for community treatment of suspected COVID-19 in people at increased risk of an adverse clinical course in the UK (PRINCIPLE): a randomised, controlled, open-label, adaptive platform trial. The Lancet. 2021 Mar 20;397(10279):1063–74.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.