Kenapa Garam Diberi Tambahan Yodium?

Teman Sehat, garam merupakan bahan tambahan yang biasa digunakan dalam membuat makanan, baik sebagai pemberi rasa ataupun untuk pengawetan. Produk garam yang dijumpai di pasaran seringkali mencantumkan klaim “garam beryodium” pada kemasannya. Apa itu garam beryodium? Lalu, kenapa yodium di tambahkan ke dalam garam? Simak informasinya, ya!

Mengenal garam beryodium

Garam beryodium merupakan garam konsumsi yang telah diberi tambahan yodium. Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI), jumlah yodium yang ditambahkan umumnya berjumlah 30-80 ppm. Jika dibandingkan dengan garam tanpa yodium, sebenarnya rasa dan bau garam beryodium relatif sama.

Biasanya, yodium ditambahkan dengan metode fortifikasiFortifikasi merupakan proses menambahkan suatu bahan ke dalam produk secara disengaja, untuk meningkatkan mutu akhir produk tersebut.

Dengan begitu, makanan fortifikasi bisa menjadi alternatif bila kamu membutuhkan tambahan gizi atau memiliki pola makan ngga seimbang dan mengalami penurunan penyerapan gizi

Ternyata, penambahan yodium pada garam bukan tanpa alasan, loh! Kira-kira, apa ya alasan penambahan yodium pada garam? Let‘s check it out!

Alasan penambahan yodium

garam yodium

Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY) yang cukup tinggi. Hal ini sangat disayangkan mengingat kekurangan yodium pada tubuh bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Misalnya seperti mengganggu proses tumbuh kembang, hingga berpotensi menurukan tingkat kecerdasan. Kelompok yang paling rentan terkena gangguan akibat kekurangan yodium yaitu, anak-anak dan ibu hamil.

Oleh karena itu, pemerintah berupaya untuk menanggulangi masalah tersebut dengan menambahkan yodium pada garam. Hal ini dinilai sebagai cara yang aman dan efektif untuk memperoleh asupan yodium yang optimal.

Yodium merupakan zat gizi esensial yang berfungsi untuk mengatur suhu tubuh, pertumbuhan, perkembangan serta fungsi sistem saraf dan otot. Walaupun yodium memberikan berbagai manfaat bagi tubuh, tetap ada  batasan jumlah konsumsi yang dianjurkan, loh! Nah, supaya konsumsi yodium kamu tetap optimal, simak info berikut, yuk!

Rekomendasi asupan yodium

World Health Organization (WHO) merekomendasikan jumlah asupan yodium sebagai berikut:

  • Anak-anak 0-5 tahun: 90 mikrogram per hari
  • Anak-anak 6-12 tahun: 120 mikrogram per hari
  • Anak-anak >12 tahun + dewasa: 150 mikrogram per hari
  • Kehamilan: 250 mikrogram per hari
  • Menyusui: 250 mikrogram per hari

Dalam 1 sendok teh garam kira-kira terdapat 150-400 mikrogram yodium. Tapi belum tentu semua yodium tersebut akan masuk ke dalam tubuh, karena mungkin saja ada bagian yang terlarut dalam kuah dan ngga terkonsumsi.

Nah, Teman Sehat, jadi sekarang kamu sudah tahu kan alasan penambahan yodium pada garam. Jangan lupa perhatikan asupan yodium tubuh supaya tetap optimal, ya. Yuk, sebarkan juga informasi ini!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Pengaruh Fortifikasi Iodium Asal Rumput Laut (Gracillaria Sp.) terhadap Karakteristik Tortilla Chips
http://pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2015/10/Pengaruh-Fortifikasi-Iodium-Asal-Rumput-Laut.pdf
Diakses pada 9 Januari 2021

Recommended iodine levels in salt and guidelines for monitoring their adequacy and effectiveness
https://www.who.int/nutrition/publications/micronutrients/iodine_deficiency/WHO_NUT_96.13/en/
Diakses pada 11 Januari 2021

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Garam Beryodium Ibu Rumah Tangga Di Kelurahan Pallengu Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto
http://repositori.uin-alauddin.ac.id/8112/1/Syahraini.pdf
Diakses pada 9 Januari 2021

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.