Apakah Ibu dengan Implan Payudara Masih Bisa Menyusui?

Halo Teman Sehat! Tahukah kamu kalau memperbesar ukuran payudara termasuk jenis operasi plastik? Memperbesar ukuran payudara dengan implan termasuk ke dalam dua jenis operasi plastik, tergantung tujuannya, apakah itu untuk estetika atau untuk rekonstruksi setelah melakukan mastektomi (operasi pengangkatan payudara). Tapi, timbul pertanyaan baru setelah seseorang menjalani prosedur tersebut. Masih bisakah dan bolehkah wanita tersebut menyusui?

Penasaran? Cari tahu di sini yuk!

Masih bisa ngga, ya? Masih boleh ngga, ya?

Ada beberapa sebab kenapa ibu dengan implan payudara menjadi ragu untuk menyusui, salah satunya akibat memperoleh informasi yang sumbernya ngga jelas. Contohnya, pernahkah Teman Sehat dengar kalau payudara yang ditambah implan ngga bisa lagi menghasilkan ASI? Atau tentang silikon bocor yang bisa mencemari ASI?

Faktanya, ASI masih bisa diproduksi selama kelenjar susu masih ada. Menambah implan pada payudara bukan berarti membuang kelenjar dan saluran air susu, jadi kesimpulannya, ibu dengan implan payudara tentu masih bisa menyusui!

Selanjutnya tentang bahaya kebocoran silikon. Hal ini memang perlu diwaspadai karena kebocoran silikon ngga bisa langsung terdeteksi dan bisa menyebabkan reaksi peradangan dan nyeri. Tapi, masalah tercampurnya silikon ke dalam ASI masih diragukan oleh beberapa pakar. Hal itu dikarenakan ukuran partikel silikon yang besar alias ngga semerta-merta bisa meresap masuk ke saluran ASI.

Dilansir dari The Cosmetic Institute, dr. Huy Tang (ahli bedah estetik), mengakui bahwa beberapa pasiennya yang menjalani prosedur pembesaran payudara dengan implan ngga punya masalah dengan aktifitas menyusuinya dan bayi yang disusui pun ngga terkena dampak negatif. dr. Huy Tang menyarankan pasiennya untuk menahan untuk ngga hamil selama 12 bulan setelah operasi karena menurut beliau lamanya waktu penyembuhan tiap pasien berbeda-beda. Pasien diperbolehkan hamil setelah tubuhnya siap.

Faktor yang menentukan keberhasilan menyusui pada ibu dengan implan payudara

Pada poin sebelumnya udah disebutkan bahwa ibu dengan implan payudara masih bisa menyusui. Tapi, dalam praktiknya masih ada ibu yang mengeluhkan kegagalan produksi ASI atau ASI yang dihasilkan sangat sedikit. Kenapa hal itu bisa terjadi?

Berikut adalah faktor-faktor yang menentukan keberhasilan menyusui pada ibu dengan implan payudara :

  • Dari mana implant dimasukkan? Kalau implan dimasukkan melalui sayatan di area areola, maka akan banyak saluran air susu dan syarafnya yang ikut terpotong. Kalau hal itu terjadi, pengeluaran susu akan terhambat. Untuk meminimalisir terhambatnya produksi ASI, lebih baik implan dimasukkan melalui sayatan di bagian bawah payudara atau area dekat ketiak.
  • Di mana implant ditempatkan? Kalau implan ditempatkan di bawah otot dada, maka pengeluaran ASI akan lebih lancar dibandingkan dengan implan yang ditempatkan tepat di bawah jaringan kelenjar payudara atau di atas otot dada, karena dengan begitu kelenjar dan saluran ASI akan semakin terhimpit.

Nah, apakah Teman Sehat udah paham seputar implan payudara dan kaitannya dengan menyusui? Ibu atau calon ibu tetap perlu berkonsultasi dengan dokter dan mempertimbangkan keputusan dengan baik sebelum melakukan operasi implan payudara. Akan lebih bijak kalau ibu memutuskan untuk operasi setelah yakin ngga akan menambah anak lagi. Bagaimana pendapat Teman Sehat?

Editor & Proofreader: Fhadilla Amelia, SGz

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.