
Halo Sahabat Sehat! Melaksanakan ibadah puasa dengan lancar tentunya merupakan hal yang diinginkan oleh setiap muslim. Begitu juga dengan ibu menyusui. Meskipun diberikan kelonggaran untuk ngga berpuasa saat menyusui, kenyataannya sebagian ibu menyusui tetap ingin berpuasa di bulan Ramadan. Oleh karen itu, yuk, bahas bersama seputar menyusui di bulan puasa!
Amankah Menyusui saat Berpuasa?
Konselor Laktasi, Mia Sutanto menjelaskan bahwa sebenarnya ibu menyusui ngga mempunyai pantangan untuk berpuasa. Walaupun perlu memenuhi beberapa syarat, seperti kuat secara fisik dan mental, kondisi kesehatan bayi tetap terjaga, dan asupan ASI bayi ngga berkurang sehingga berisiko kelaparan.
Bagi ibu menyusui dengan bayi berusia di atas 6 bulan boleh jadi sudah bisa memenuhi syarat tersebut, mengingat bayi sudah mendapatkan MPASI (makanan pendamping ASI), sehingga jika memang terjadi penurunan produksi ASI saat ibu berpuasa, maka kebutuhan gizi bayi tetap bisa terpenuhi melalui tambahan asupan makanan. Di sisi lain, ibu menyusui bayi yang berumur kurang dari 6 bulan ngga dianjurkan untuk berpuasa karena dalam periode pemberian ASI eksklusif ini bayi hanya bergantung pada satu-satunya sumber asupan gizi, yaitu ASI.
Kebutuhan asupan setiap orang berbeda-beda. So, penting bagi kamu untuk memahami kebutuhan asupan diri sendiri terlebih dahulu, lalu tambahkan 600 kkal/hari saat sahur maupun berbuka. Selain itu, di bawah ini merupakan ragam hal yang sebaiknya dilakukan dan dihindari oleh ibu menyusui saat sahur dan berbuka.

Do’s and Don’ts ketika Sahur dan Berbuka
Hal-hal yang sebaiknya dilakukan (Do’s), yaitu mengonsumsi makanan yang berkomposisi gizi seimbang, termasuk protein hewani berkualitas (telur, ikan, ayam, daging merah) 2-3 kali setiap minggu. Sebaiknya, mengonsumsi salmon dan tuna 2-3 kali saja per minggu, karena ikan tersebut secara alami mengandung merkuri. Sebagai gantinya, ikan teri atau kembung bisa menjadi pilihan makanan yang baik untuk dikonsumsi karena mengandung omega 3.
Jangan lupa untuk mengonsumsi 3-5 porsi sayuran disertai buah-buahan sebanyak 3 porsi, dan jaga asupan cairan sepanjang berbuka hingga sahur. Nah, yang ngga kalah penting usahakan supaya moms punya waktu tidur dan istirahat yang cukup.
Hal-hal yang sebaiknya ngga dilakukan (Don’ts) ketika ibu meyusui ingin berpuasa, yakni mengonsumsi makanan yang banyak mengandung lemak jenuh seperti gorengan dan makanan dengan kandungan garam yang tinggi. Batasi juga konsumsi processed food (kornet, sosis, dan lain-lain), gula, dan sirup. Selain itu, hindari menyantap makanan manis tinggi kalori (kue dan cookies), kopi, dan teh saat sahur. Sebaiknya, juga batasi aktivitas di luar ruang dengan paparan sinar matahari tinggi.
Di samping itu, dokter anak dari Rumah Sakit Puri Indah Jakarta Barat, dr Jeanne Roos Tikoalu, SpA mengatakan, jika ibu merasa haus dan ngga tahan untuk menyusui saat berpuasa, kamu bisa mengusahakan cadangan ASI yang bisa mulai ditabung sebelum bulan Ramadan tiba. Tapi, jika ngga ada cadangan ASI sebelum bulan puasa datang, moms bisa memeras ASI setiap selesai menyusui bayi. Jangan lupa tuliskan tanggal serta jam waktu pemerahan ASI cadangan tersebut dan gunakan ASI yang sudah disimpan terlebih dahulu.
Berpuasa saat menyusui memanglah bukan hal yang mudah. Oleh karena itu, Sahabat Sehat juga bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik supaya bisa mengetahui asupan makanan dan cairan yang tepat. Semoga informasi ini bermanfaat!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
