Gaya Hidup Sedentari, Si Nyaman yang Mengancam Kesehatan

Hai, Teman Sehat! Saat ini sebagian besar kegiatan masih dilakukan dari rumah untuk menekan laju penyebaran COVID-19. Yap, meskipun sudah ada beberapa kegiatan dimulai dengan menerapkan kehidupan baru (new normal). Tak bisa dipungkiri bahwa saat ini banyak kegiatan yang dilakukan menggunakan teknologi agar lebih efektif dan efisien. Akan tetapi, kemudahan yang diberikan justru mengembangkan gaya hidup sedentari atau kurang gerak yang ngga baik untuk kesehatan. Mengapa begitu? Yuk, simak penjelasan berikut ini!

Bentuk gaya hidup sedentari

Teknologi yang digunakan saat ini membuat orang lebih banyak duduk saat berkegiatan, mulai dari belajar, bekerja, dan berbagai aktivitas lain. Pernah ngga sih, saat kamu menunggu angkutan umum ataupun ojek, kamu meminta supir untuk berhenti di tempat yang sedekat mungkin dengan alamat yang dituju agar ngga perlu mengeluarkan energi untuk berjalan jauh?  Nah, kalo kamu pernah melakukannya, yuk coba kurangi kebiasaan tersebut. Kamu bahkan bisa memilih jalan kaki saja bila tujuannya dekat.

men's gray crew-neck long-sleeve shirt

Menghabiskan waktu hanya menonton youtube, maraton drama, bermain playstation atau game online juga merupakan bentuk sgaya hidup sedentari. Parahnya, kegiatan tersebut sudah menjadi kebiasaan masyarakat mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Sekilas, gaya hidup sedentari telah menjadi kebiasaan sehari-hari. Sadarkah kamu?

Meningkatkan risiko penyakit tidak menular ?

Di balik kemudahan yang diterima karena manfaat teknologi, perilaku sedentari ternyata bisa membahayakan kesehatan, loh! Penyakit tidak menular seperti jantung koroner, diabetes mellitus tipe 2, stroke, dan lainnya bisa mengancam siapa pun. Berdasarkan Korean Journal of Family Medicine, orang yang menggunakan kendaraan bermotor lebih dari 10 jam dalam seminggu memiliki risiko 82% terhadap penyakit kardiovaskuler daripada yang hanya menggunakan kurang dari 4 jam tiap minggunya.

Sakit Hati, Sakit Dada, Sakit, Serangan Jantung, Dewasa

Sering melakukan kegiatan sedentari membuat kamu sedikit melakukan aktivitas fisik. Jika ngga disertai dengan berolahraga maka bisa memicu obesitas. Menurut  sebuah studi di Kanada, obesitas berisiko meningkat 25-14% pada orang yang menghabiskan lebih dari 21 jam setiap minggu untuk menonton televisi.

Sempatkan aktivitas fisik dan olahraga

Sekarang, apapun bisa dilakukan dari gadget atau laptop kamu. Kemudahan teknologi dan layanan serba daring sangat memanjakan kita semua. Pesan makanan, bekerja, belajar, belanja apapun bisa dilakukan dan sangat mudah. Transportasi dan berbagai peralatan rumah tangga yang serba modern membuat aktivitas fisik semakin jarang dilakukan.

Pengusaha, Startup, Start-Up, Pria, Perencanaan, Bisnis

Duduk berjam-jam selama 8-10 jam sehari akan menyebabkan otot kaku, pegal-pegal, dan keluhan fisik lain. Nah, kamu bisa selingi aktivitas dengan gerakan-gerakan yang mampu melemaskan otot. Jangan hanya menghabiskan waktu dengan bermain gadget ya, Teman Sehat. Olahraga juga harus dilakukan secara rutin, yaitu ,minimal 5 kali dalam seminggu masing-masing berdurasi 30 menit.

Nah, dibalik dampak positif dari teknologi yang selalu memberi kemudahan ternyata bisa mengancam kesehatan kamu dan orang sekitar. Jadi, jangan malas bergerak dan lakukan olahraga supaya sehat dan terhindar dari berbagai penyakit tidak menular.  Keep healthy and happy! Jangan lupa bagikan informasi bermanfaat ini ke orang-orang di sekitar kamu, ya!

 Editor & Proofreader: Mega Kurniawati, SGz

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.