Bahaya Kanker Prostat Pada Laki-Laki

Sahabat Sehat, tahukah kamu kanker apa yang eksklusif hanya terjadi pada laki-laki? Yap, kanker prostat! Kanker prostat merupakan jenis kanker yang paling umum nomor dua terjadi pada laki-laki setelah kanker paru-paru. Meski mortalitas akibat kanker prostat ngga begitu tinggi, kanker prostat bisa menjalar ke organ lain apabila ngga tertangani. Yuk, simak penjelasan selengkapnya!

bahaya kanker prostat
Foto: Freepik.com

Apa itu kanker prostat?

Kanker prostat adalah penyakit yang disebabkan oleh terbentuknya sel ganas pada jaringan kelenjar prostat, yakni kelenjar penghasil cairan semen yang terletak di sekitar uretra laki-laki. Diagnosis kanker prostat ditegakkan setelah dilakukan pengujian antigen spesifik prostat (prostate-specific antigen/PSA) dan pengambilan sampel jaringan (biopsi) prostat melalui rektum atau perineum.

Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi terjadinya kanker prostat, seperti usia dan genetik. Jenis kanker ini biasanya banyak dialami oleh laki-laki selepas berusia 50 tahun. Laki-laki ras kulit hitam juga diketahui lebih berisiko terkena kanker prostat dibandingkan ras kulit putih maupun Asia. Hal ini dikarenakan adanya pengaruh faktor genetik terhadap peningkatan risikonya. Kamu memiliki risiko lebih tinggi bila memiliki saudara laki-laki dengan kanker prostat dibandingkan memiliki ayah dengan kanker prostat.

Paparan terhadap radiasi ion, sinar UV, dan kadmium diduga meningkatkan risiko kejadian kanker prostat. Riwayat infeksi saluran kemih juga diduga meningkatkan risiko terkena kanker prostat akibat peradangan yang disebabkannya. Selain itu, faktor lainnya seoerti obesitas, hipertensi, aktivitas fisik yang rendah, dan merokok juga sangat berpengaruh. 

Gejala kanker prostat

Pada sebagian besar kasus awal, kanker prostat ngga menimbulkan gejala atau asimtomatis. Sebelum terdiagnosis kanker prostat, seseorang terkadang mengeluhkan gangguan saluran kemih bawah (lower urinary tract syndrome/LUTS). Keluhan yang timbul seperti kesulitan berkemih, aliran kemih yang lemah dan berjeda, perubahan frekuensi berkemih, rasa terbakar saat berkemih, berkemih berlebih di malam hari (nokturia), kesulitan menahan air kemih, dan pengosongan kandung kemih yang kurang sempurna.

Apabila kanker prostat berlanjut ngga tertangani, sel kanker dapat menular ke organ lainnya atau bermetastasis. Gejala yang dapat timbul antara lain anemia, nyeri tulang jika bermetastasis ke jaringan tulang, kelumpuhan jika bermetastasis ke jaringan saraf, serta kegagalan ginjal akibat tersumbatnya uretra.

Gejala kanker prostat terkadang sulit dibedakan dengan gejala pembesaran kelenjar prostat seiring bertambahnya usia yang disebut juga dengan benign prostatic hyperplasia (BPH). Meski bukan penyakit keganasan, seseorang dengan BPH bisa jadi memerlukan operasi.

gajala kanker prostat
Foto: Freepik.com

Penanganan kanker prostat

Penanganan yang dilakukan biasanya tergantung derajat keparahan kanker yang dialami. Alternatif penanganannya antara lain pemantauan aktif, operasi pengangkatan kanker, terapi radiasi, terapi radiofarmasetikal, terapi hormon, kemoterapi, imunoterapi, terapi tertarget, dan terapi bisfosfonat.

Sebagian besar kanker prostat tumbuh perlahan, berisiko rendah, dan memiliki agresivitas yang rendah. Ketika keberadaan sel kanker masih terbatas pada kelenjar prostat, kanker masih terlokalisir dan memiliki peluang yang lebih besar untuk disembuhkan. Akan tetapi, kondisi ini bisa menjadi lebih berisiko bila sel kanker telah bermetastasis ke organ lainnya. Oleh karena itu, segera periksakan apabila kamu atau kerabatmu mengalami gejala kanker prostat, ya, Sahabat Sehat!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Cuzick, J., Thorat, M.A., Andriole, G., Brawley, O.W., Brown, P.H., Culig, Z., Eeles, R.A., Ford, L.G., Hamdy, F.C., Holmberg, L., Ilic, D., Key, T.J., La Vecchia, C., Lilja, H., Marberger, m., Meyskens, F.L. Minasian, L.M., Parker, C., Parnes, H.L., Perner, S., Rittenhouse, H., Schalken, J., Schmid, H.-P., Schmitz-Dräger, B.J., Schröder, F.H., Stenzl, A., Tombal, B., Wilt, T.J., dan Wolk, A. 2014. Prevention and Early Detection of Prostate Cancer. Lancet Oncology, 15(11): e484-e492. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4203149/

Leslie, S.W., Soon-Sutton, T.L., Sajjad, H. et al. 2021. Prostate Cancer. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470550/ . Diakses pada 6 November 2021.

Merriel, S.W.D., Funston, G., dan Hamilton, W. 2018. Prostate Cancer in Primary Care. Advances in Therapy, 35: 1285-1294. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6133140/

PDQ Adult Treatment Editorial Board. 2021. Prostate Cancer Treatment (PDQ®): Patient Version. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK65915/#CDR0000062965__128 . Diakses pada 6 November 2021.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.