Batasi Makanan Ini di Usia 30 Tahun!

Apakah kamu sekarang sudah mulai memasuki usia 30-an? Beberapa orang mungkin akan merasa khawatir karena gejala penyakit yang mungkin terjadi. Belum lagi saat ini banyak ancaman penyakit kronis yang bisa menjangkit usia muda, seperti diabetes, stroke, atau jantung. Pola makan harus diatur untuk mencegah kondisi-kondisi yang ngga diinginkan. Yuk, simak makanan yang sebaiknya dibatasi di usia 30 tahun!

Memasuki usia 30 tahun

Di usia yang terbilang sudah ngga muda lagi, banyak hal yang perlu kamu perhatikan terutama berkaitan dengan pola makan agar badan tetap sehat dan bugar. Kondisi metabolisme pun berbeda jika dibandingkan saat berusia 20-an. Metabolisme akan mengalami penurunan sebanyak 1% setiap 4 tahunnya.

Depresi, Kesepian, Pria, Suasana Hati, Orang Orang
sumber: pixabay.com

Berdasarkan American Journal of Clinical Nutrition, seorang lelaki yang berada di usia 40 tahun tetap akan mengalami peningkatan berat badan meskipun mereka mencoba untuk mempertahankan berat badannya. Mengapa hal tersebut bisa terjadi?

Saat usia memasuki 30 tahun atau lebih, kondisi hormon testosteron akan mengalami penurunan hingga 1% setiap tahunnya. Kalau hal ini terjadi, tentu akan sulit untuk membangun atau menjaga keseimbangan metabolisme tubuh.

Saat memasuki usia 30 tahun, banyak perubahan hormonal yang akan dirasakan seperti menurunnya hormon pertumbuhan dan testosteron. Seseorang berisiko kehilangan otot dan turunnya tingkat metabolisme sehingga mengarah pada peningkatan berat badan.

Selain itu, memasuki usia 30 tahun seseorang juga akan kehilangan kepadatan massa tulang yang berdampak pada pengeroposan tulang. Hal ini disebabkan karena terjadinya penurunan hormon estrogen yang terjadi pada wanita.

Makanan yang dianjurkan

Saat memasuki usia 30 tahun, makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi adalah jenis makanan yang memiliki kandungan protein di porsi menu makan berat dan menu makan setelah melakukan olahraga. Hal ini dikarenakan konsumsi protein membantu meningkatkan massa otot dan membantu menghindari penurunan tingkat metabolisme.

Konsumsi makanan dengan kandungan protein dianjurkan sebanyak 30 gram di setiap makan berat yang berfungsi untuk membantu membentuk otot. Selain itu, untuk menjaga kepadatan tulang yang semakin menurun di usia 30 tahun, sebuah penelitian di Australia menyarankan untuk mengonsumsi teh herbal setidaknya 3 gelas dalam sehari.

Teh herbal memiliki kandungan flavonoid yang bisa membantu mengurangi pengeroposan tulang dan menurunkan risiko terjadinya osteoporosis. Ada beberapa jenis makanan yang kaya akan flavonoid seperti apel, strawberry, dan anggur.

Pastikan bahwa saat memasuki usia 30 tahun, konsumsi buah dan sayur ditingkatkan setidaknya sebanyak 400 gram per harinya. Hal ini disarankan agar membantu seseorang terhindar dari penyakit kardiovaskular dan memenuhi asupan serat yang cukup.

Makanan yang dibatasi

Berikut ini beberapa makanan yang sebaiknya dibatasi saat memasuki usia 30 tahun:

Eclair, Kue Stroberi, Stroberi, Krim, Whipped Cream
sumber: pixabay.com
  1. Minuman bersoda

Sebagian besar jenis minuman bersoda mengandung banyak gula dan bahan kimia tambahan yang berbahaya untuk kesehatan jika dikonsumsi dalam jangka waktu panjang. Batasi konsumsi jenis minuman ini untuk menghindari inflamasi dan kejadian obesitas.

  1. Kecap asin

Kecap asin mengandung senyawa kimia yang dikenal sebagai chloropropanol yang bisa berbahaya bagi tubuh. Zat kimia seperti salsolinol juga berbahaya bagi DNA, pemicu kanker, dan penyakit Parkinson.

  1. Daging asap

Jenis makanan ini memiliki kandungan sodium yang dapat berpengaruh pada penurunan kolagen, munculnya kerutan wajah, dan membuat kulit kendur.

  1. Margarin

Margarin mengandung lemak jenuh yang mampu meningkatkan kolesterol darah dan menurunkan sistem imun.

  1. Makanan manis

Makanan dengan kandungan gula dapat mempercepat penuaan dan membentuk kerutan.

Nah, itu dia beberapa makanan yang sebaiknya dibatasi di usia 30 tahun. Akan tetapi, bukan berarti kamu ngga boleh mengonsumsinya sama sekali, ya. Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk mengetahui takaran yang pas dan sesuai kondisi kamu. Share artikel ini ke teman-teman kamu!

Editor & Proofreader: Mega Kurniawati, SGz

Referensi

Lifestyle Changes in Young Adulthood and Middle Age and Risk of Cardiovascular Disease and All‐Cause Mortality: The Doetinchem Cohort Study https://www.researchgate.net/publication/290473865_Lifestyle_Changes_in_Young_Adulthood_and_Middle_Age_and_Risk_of_Cardiovascular_Disease_and_All-Cause_Mortality_The_Doetinchem_Cohort_Study Diakses pada 17 Mei 2021

In Your 30s? Here’s How To Manage Your Body’s Changing Hormones https://www.oprah.com/health_wellness/how-to-manage-hormones-at-30#:~:text=During%20your%2030s%2C%20levels%20of,and%20lead%20to%20weight%20gain. Diakses pada 17 Mei 2021

Men’s Health https://www.menshealth.com/nutrition/a19536935/best-foods-for-your-30s/ Diakses pada 17 Mei 2021

The 10 Foods to give up in your thirties to stay youthful and healthy https://www.mariefranceasia.com/health/on-my-plate/healthy-eating/10-foods-avoid-30s-281900.html#item=6 Diakses pada 17 Mei 2021

9 Foods You Should Never Eat After Age 30 https://blackdoctor.org/foods-to-never-eat-after-30-years-old/ Diakses pada 17 Mei 2021

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.