Benarkah Air Liur Bikin Luka Lebih Cepat Sembuh?

Sahabat Sehat, pasti kalian pernah dengar kan kalau katanya air liur bisa membuat luka lebih cepat sembuh? Entah datang dari mana, mitos ini berhasil membuat banyak orang menjadikan menjilat luka sebagai refleks pertama yang dilakukan. Kira-kira benarkah ini hanya mitos belaka?

air liur bisa menyembuhkan luka
Foto: Pexels.com

Bisa menyembuhkan luka?

Pemikiran awal bahwa air liur atau saliva bisa menyembuhkan luka, muncul dari fakta bahwa lapisan membran di bagian dalam mulut ternyata bisa sembuh dari luka lebih cepat dibandingkan dengan bagian kulit lainnya. Faktanya, air liur memang mengandung senyawa anti-bakteri dan berbagai jenis enzim, seperti lysozyme, cystatins, peroxidase, dan defensin.

Selain itu, kandungan alami air liur yang bernama nitrit bisa berubah menjadi nitrogen monoksida jika bersentuhan dengan kulit. Senyawa kimia ini bisa membantu melindungi luka dari infeksi dan bakteri berbahaya yang menyebabkan infeksi.

Sebuah studi juga menemukan bahwa salah satu jenis kandungan protein dalam saliva bernama histatin bisa berfungsi untuk membunuh bakteri dan juga menyembuhkan luka. Studi inilah yang membuktikan mengapa luka di mulut lebih cepat sembuh jika dibandingkan dengan luka pada kulit atau tulang.

Bahaya menjilat luka

Meskipun kandungan kimia dalam air liur sudah terbukti bermanfaat untuk penyembuhan luka, tetap saja para ahli ngga menganjurkan untuk menjilat luka. Alasannya adalah karena air yang berasal dari kelenjar ludah ini mengandung berbagai jenis bakteri yang bisa saja menyebabkan infeksi jika sampai masuk ke dalam tubuh melalui area luka yang terbuka.

bahaya menjilat luka
Foto: Unsplash.com

Kalian perlu tahu bahwa ada lebih dari 10 juta mikroba yang terdiri dari 600 spesies yang berbeda di tiap mililiter air ludah manusia. Semua bakteri ini ngga berbahaya asalkan tetap di dalam mulut yang sehat.

Pandangan untuk menghindari menjilat luka ini semakin dikuatkan dengan adanya kasus seorang laki-laki penderita diabetes di Jerman yang terpaksa harus mengamputasi ibu jari kakinya setelah menjilat luka kecil yang muncul di sana ketika dia jatuh dari sepeda. Ibu jarinya terpaksa perlu diamputasi karena lukanya terkena infeksi dua bakteri berbahaya yang umumnya ditemukan di mulut dan tenggorokan.

Jenis infeksi seperti ini memang langka, dan ditambah lagi dengan faktor diabetes yang diderita oleh laki-laki tersebut. Tetapi, kasus ini semakin memperkuat pemikiran bahwa menjilat luka secara langsung berpotensi menjadi jalan masuk berbagai jenis bakteri berbahaya ke dalam tubuh.

Sahabat Sehat, demi memperkecil risiko timbulnya infeksi, sangat ngga disarankan untuk menjilat luka terbuka secara langsung ya. Begitu pendarahan berhenti, segera bersihkan luka dengan alternatif lain yang lebih aman, seperti air bersih yang mengalir, desinfektan, atau antibiotik.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

CKN. 2017. The Maroons may be licking their wounds, but are there actually health benefits in doing it? https://www.ckn.org.au/content/maroons-may-be-licking-their-wounds-are-there-actually-health-benefits-doing-it#:~:text=Although%20human%20saliva%20contains%20some,infection%2C%20especially%20in%20immunocompromised%20patients. Diakses pada 7 Agustus 2022

Winchester Hospital. 2022. True or False: Licking a Wound Can Promote Healing. https://www.winchesterhospital.org/health-library/article?id=157011. Diakses pada 7 Agustus 2022

ZME Science. 2016. Is licking your wounds actually a good thing?https://www.zmescience.com/science/licking-wounds-good-or-bad/. Diakses pada 7 Agustus 2022

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.