Rabies: Cara Penularan, Gejala, serta Pencegahannya

Rabies merupakan salah satu penyakit yang termasuk kelompok zoonosa atau penyakit yang ditularkan oleh hewan ke manusia. Seperti yang Sabahat Sehat ketahui, anjing merupakan salah satu hewan yang dikenal mampu menularkan virus ini. Ternyata penularan rabies ngga hanya terjadi melalui gigitan anjing, tapi juga bisa melalui kucing dan kera.

Saat ini rabies merupkan salah satu masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia. Menurut situasi dan analisis Kemenkes tahun 2020, lebih dari setengah keseluruhan provinsi di Indonesia merupakan daerah endemis rabies. Virus ini memang seharusnya menjadi perhatian karena bisa menginfeksi sistem saraf pusat, bahkan menyebabkan kematian.

Penularan Rabies

gejala dan penularan virus rabies
Foto: Pixabay.com

Penularan rabies dari hewan ke manusia biasanya berasal dari air liur hewan yang membawa virus ini Bisa melalui gigitan, jilatan pada kulit yang lecet, cakaran, maupun selaput lendir. Meskipun sangat jarang ditemukan, penularan antara manusia bisa terjadi melalui lendir penderita rabies yang mengenai selaput lendir orang lain, seperti saat proses transplantasi organ.

Setelah terjadinya penularan, virus melalui masa inkubasi atau selang waktu hingga munculnya gejala dengan waktu yang bervariasi, mulai dari tujuh hari hingga dua tahun. Hal ini tergantung pada jumlah virus yang masuk, lokasi gigitan, hingga luasnya kerusakan jaringan pada tempat gigitan.

Pertolongan pertama yang dilakukan pada jilatan atau gigitan hewan penular rabies, yaitu dengan membersihkan saliva dari luka gigitan dengan sabun dan air mengalir hingga bersih, kemudian dikeringkan dan diberikan antiseptik. Selanjutnya, perlu dibawa ke puskesmas atau rumah sakit untuk mendapatkan penatalaksanaan lanjutan, seperti pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR) atau Serum Anti Rabies (SAR). Tapi, ada beberapa pertimbangan dalam pemberian vaksin atau serum anti rabies ini.

Tanda dan Gejala Terinfeksi Virus Rabies

Setelah mengetahui bagaimana penularannya, kamu perlu tahu juga bagaimana tanda dan gejala saat hewan atau seseorang sudah terinfeksi virus rabies. Ini supaya kamu bisa mendeteksinya dan segera mendapatkan penanganan.

Hewan yang membawa rabies biasanya ditandai dengan perubahan perilaku seperti manjadi ngga mengenal dan menuruti perintah pemiliknya, mudah berontak, takut pada cahaya, serta liur yang berlebihan. Sementara itu, seseorang yang terinfeksi virus rabies biasanya mengalami demam, mual, sakit tenggorokan, timbulnya rasa gelisah, hingga kejang dan kram otot.

cara pencegahan dan penanganan rabies
Foto: Freepik.com

Pencegahan Rabies

Infeksi virus rabies bisa dicegah dengan menerapkan beberapa hal berikut, seperti  ngga membiarkan hewan liar tanpa pengawasan pemilik dan memberikan vaksinasi anti rabies secara berkala pada peliharaan. Jika terlihat gejala rabies pada hewan, segera lapor pada Pusat Kesehatan Hewan atau sejenisnya. kemudian, segeralah melapor ke puskesmas atau rumah sakit terdekat jika terkena jilatan, cakaran, atau gigitan dari hewan tersangka rabies.

Itulah beberapa hal mengenai rabies yang pelru Sahabat Sehat ketahui. Semoga informasi ini bermanfaat, ya!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Buku Saku Petunjuk Teknis Penatalaksanaan Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies di Indonesia. 2016. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Situasi dan Analisis Rabies. 2020. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI.

Tanzil K. 2014. Penyakit Rabies dan Penatalaksanaannya. E-Journal WIDYA Kesehatan Dan Lingkungan 1(1):61-67.
https://e-journal.jurwidyakop3.com/index.php/kes-ling/article/view/166

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.