Perlu Ngga Sih, Minum Protein Shake?

Teman Sehat, pernahkah kamu mengonsumsi protein shake? Minuman campuran dari bubuk protein ini biasanya dikonsumsi untuk meningkatkan massa otot, menurunan berat badan hingga berbagai alasan lainnya. Meskipun masih banyak sumber protein lainnya seperti daging, telur hingga kacang-kacangan, orang lebih tertarik untuk menjadikan produk ini sebagai sumber protein utama. Apakah hal tersebut bisa dibenarkan? Lalu, apakah benar efektif untuk menurunkan berat badan dan menigkatkan massa otot?

Merupakan suplemen

Perlukah mengonsumsi protein shake?
Foto: Pexels.com

Protein shake biasanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan gizi para atlet setelah  setelah melakukan latihan yang cukup berat. Tak hanya protein, produk ini bisanya juga mengandung karbohidrat dan lemak meskipun dalam jumlah yang sedikit.

Sebenarnya produk ini merupakan suplemen yang mengandung 10 hingga 30 gram protein dalam satu porsinya. Protein shake yang ditemukan di pasaran bisa terbuat dari protein hewani maupun nabati. Protein hewani yang paling banyak diguankan adalah jenis kasein dan whey, sedangkan untuk jenis protein nabati biasanya berasal dari kedelai atau jenis kacang-kacangan lainnya.

Pembentukan massa otot

Manfaat mengonsumsi protein shake untuk meningkatkan massa otot
Foto: Pexels.com

Telah banyak penelitian yang membuktikan bahwa mengonsumsi protein shake yang diiringi dengan latihan secara intensif, efektif untuk membantu pembentukan massa otot dan mampu mempercepat pemulihan otot setelah melakukan latihan. Hal ini yang membuat konsumsi minuman suplemen ini, cukup disarankan bagi para atlet yang melakukan latihan dalam intensitas tinggi.

Menurunkan berat badan

Tahu kah, Teman Sehat? Ternyata mengonsumsi protein shake bisa membuat kamu merasa kenyang lebih lama, sehingga lebih mudah untuk mengontrol berat badan. Asupan protein yang tinggi juga bisa membuat metabolisme menjadi lebih cepat, karena bisa menstimulasi terbentuknaya gluconeogenesis yang dipercaya bisa meningkatkan pembakaran kalori dalam tubuh.

Risiko mengonsumsinya

Risiko mengonsumsi protein shake bagi kesehatan
Foto: Pexels.com

Tapi mengonsumsi protein shake juga ngga bisa sembarangan, loh! Ada beberapa hal yang bisa membuat konsumsi protein shake berisiko bagi kesehatan.

  1. FDA sendiri membebaskan kepada setiap produsen dalam menentukan komposisi dari protein shake, jadi pastikan untuk memperhatikan komposisinya dengan baik sebelum kamu memutuskan untuk mengonsumsi protein shake dengan merk tertentu.
  2. Efek jangka panjangnya belum terlihat, sampai saat ini data mengenai efek jangka panjang konsumsi protein shake masih sangat terbatas dan masih dibutuhkan banyak penelitian untuk melihat efek jangka panjangnya bagi kesehatan.
  3. Jika kamu memiliki alergi, seperti alergi produk olahan susu sapi atau kacang-kacangan sebaiknya lebih berhati-hati dalam memilih produk yang akan dikonsumsi, karena besar kemungkinan sebuah protein shake mengandung alergen.
  4. Kandungan kalori dan gula yang tinggi. Hal yang satu ini juga perlu menjadi perhatian, perhatikan dengan teliti kandungan gizi yang terdapat pada produk. Jangan sampai niat ingin menurunkan berat badan justru menghasilkan efek yang sebaliknya.

Mengonsusmsi protein shake memang bisa menjadi salah satu cara utnuk memenuhi kebutuhan protein, terutama bagi kamu yang melakukan aktivitas atau olahraga berat. Tapi, sebaiknya imbangi juga dengan konsumsi sumber protein lainnya ya, Teman Sehat!

Referensi

Pengaruh Pemberian Whey Protein Terhadap Pengurangan Gejala
Kerusakan Otot Setelah Aktivitas Eksentrik
https://media.neliti.com/media/publications/326428-pengaruh-pemberian-whey-protein-terhadap-0fbc749b.pdf

FDA 101: Dietary Supplements
https://www.fda.gov/consumers/consumer-updates/fda-101-dietary-supplements
Diakses pada 1 April 2021

The Hidden Dangers of Protein Powders
https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/the-hidden-dangers-of-protein-powders
Diakses pada 1 April 2021

Veldhorst, M. A., Westerterp, K. R., & Westerterp-Plantenga, M. S. (2012). Gluconeogenesis and protein-induced satiety. The British journal of nutrition, 107(4), 595–600. https://doi.org/10.1017/S0007114511003254

Protein Shakes: Do You Need Them?
https://www.webmd.com/diet/protein-shakes
Diakses pada 1 April 2021

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.