Waspada Hal Ini saat Konsumsi Telur Mentah!

Halo Sahabat Sehat! Apakah kamu suka makan telur? Makanan kaya kandungan zat gizi ini banyak dikonsumsi dalam keseharian. Mulai dari protein, folat, hingga berbagai vitamin terkandung di dalamnya. Nah, ada beberapa orang yang juga gemar mengonsumsi telur mentah. Kira-kira, bahaya ngga konsumsi telur mentah?

Risiko Cemaran Bakteri Salmonella

bahaya konsumsi telur mentah
Foto: Pexels.com

Pada dasarnya, telur mentah boleh dikonsumsi asalkan kiamu menerapkan langkah-langkah yang baik dalam mengolahnya dan memahami risiko yang ada. Setiap telur memiliki risiko keberadaan bakteri Salmonella. Cemaran bakteri tersebut dapat berasal dari cangkang telur yang tercemar melalui kotoran unggas ataupun dari lingkungan tempat tinggal unggas. Sebelum cangkang dibentuk, bagian dalam dari telur juga bisa tercemar melalui bakteri Salmonella yang tinggal pada unggas. 

Ketika telur dipecahkan ke suatu wadah, bakteri Salmonella yang ada di cangkang berisiko mencemari putih atau kuning telur. Risiko akan semakin bertambah ketika pecahan cangkang telur masuk ke dalam wadah ataupun ketika kamu memisahkan kuning dan putih telur menggunakan cangkang. Sebagai perbandingan, memecahkan telur ke dalam wadah memiliki risiko yang lebih rendah tercemar bakteri Salmonella dibandingkan mengonsumsi telur yang terkena cangkang telur beberapa jam setelahnya.

Masalah Kesehatan akibat Bakteri Salmonella

Penyakit akibat bakteri Salmonella disebut sebagai Salmonellosis. Setelah mengonsumsi makanan yang tercemar, penyakit biasanya berlangsung selama 4-7 hari. Beberapa gejala yang mungkin dirasakan di antaranya diare, muntah-muntah, demam, hingga nyeri perut. Lansia di atas 65 tahun, balita, hingga orang-orang yang memiliki sistem pertahanan tubuh yang rendah dapat mengalami penyakit yang lebih parah, bahkan mengancam jiwa.

bahaya konsumsi telur mentah
Foto: Pexels.com

Tips Menghindari Cemaran Bakteri Salmonella

Untungnya, terdapat beberapa tips nih agar bisa terhindar dari Salmonellosis, yait jangan membeli telur yang retak atau kotor, menyimpan telur pada suhu 0-4°C, jika bersentuhan dengan telur mentah, cuci tangan dan alat-alat yang digunakan, putih dan kuning telur perlu dimasak hingga mengeras (temperatur sekitar 160°C). Selain itu, telur yang matang perlu dikonsumsi segera dan sebaiknya hindari telur ngga matang atau setengah matang. Tapi, jika makanan mengandung telur yang mentah atau dimasak ngga terlalu matang, pastikan telur yang digunakan merupakan telur yang sudah terpasteurisasi.

Nah, setelah mengetahui risiko cemaran bakteri Salmonella, Sahabat Sehat masih mau ngga nih makan telur mentah? Risiko cemaran bakteri tersebut  bisa menurun kalau kamu mengonsumsi telur yang matang. Kalaupun kamu mau mengonsumsi telur mentah, pastikan telurnya sudah terpasteurisasi, ya!

Editor &  Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Australian Eggs. Can you eat raw eggs?. https://www.australianeggs.org.au/facts-and-tips/eating-raw-eggs. Diakses 10 Juli 2021

CDC. Salmonella and eggs. https://www.cdc.gov/foodsafety/communication/salmonella-and-eggs.html. Diakses 10 Juli 2021

NHS. The healthy way to eat eggs. https://www.nhs.uk/live-well/eat-well/eggs-nutrition/

IDAI. Telur mentah atau setengah matang: bolehkah diberikan pada bayi Anda? Diakses 10 Juli 2021https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/telur-mentah-atau-setengah-matang-bolehkah-diberikan-pada-bayi-anda. Diakses 10 Juli 2021

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.