Efektifkah Air Lemon Menurunkan Berat Badan?

Teman Sehat, pernahkah kamu direkomendasikan mengonsumsi air lemon untuk menurunkan berat badan? Yap, katanya minuman ini dipercaya bisa memecah lemak tubuh, sehingga bisa mengurangi berat badan, benarkah? Yuk simak penjelasannya di sini!

Kaya serat dan vitamin

Buah lemon mengandung banyak komponen zat gizi, mulai dari vitamin C, flavonoid, karotenoid, serat, dan berbagai vitamin dan mineral lainnya. Senyawa flavonoid yang terkandung dalam buah lemon, bisa mengikat pati. Sedangkan serat pangan yang terkandung, bisa menurunkan kadar LDL (Low Density Lipoprotein) atau yang dikenal sebagai kolesterol jahat.

Benarkah lemon bisa memecah lemak?

Banyak kontroversi mengenai anjuran konsumsi air lemon dalam keadaan hangat maupun panas untuk memecah lemak. Padahal vitamin C ngga tahan dengan suhu tinggi, jadi bisa saja saat dikonsumsi dengan air panas, bisa mengurangi kandungannya.

Serat pangan yang terkandung, bisa mengurangi kandungan kolesterol darah dengan cara mengikat asam empedu yang dibutuhkan dalam mencerna lemak. Asam empedu yang diperangkap, akan dibuang melalui feses.

Nah, untuk memenuhi kebutuhan garam empedu, kolesterol yang disimpan dalam tubuh bisa digunakan untuk membuat garam empedu lagi. Kolesterol yang digunakan, bisa mengurangi simpanan kolesterol di dalam tubuh, sehingga kadarnya pun menurun. So, air lemon bukan menurunkan cadangan lemak tubuh ya, tapi kolesterol tubuh.

Bakar lemak dengan olahraga

Salah satu cara membakar lemak yaitu latihan fisik. Studi yang dipublikasikan oleh Departemen Kesehatan (Depkes) menyebutkan bahwa latihan fisik merupakan aktivitas fisik yang terencana, terususun, terstruktur, dan berkesinambungan.

Kamu bisa melakukan olahraga aerobik seperti jogging, bersepeda, berenang, senam, dan permainan bola (basket dan voli) untuk membakar kalori tubuh. Olahraga aerobik memiliki intensitas sedang hingga ringan, sehingga energi yang dibutuhkan bisa disuplai dari cadangan energi di otot (glikogen) juga lemak yang tersedia di jaringan tubuh (adiposa). Semakin lama durasi berolahraganya, maka semakin banyak kalori yang dibakar.

So, jangan malas untuk bergerak, meskipun terasa berat, Teman Sehat! Perubahan gaya hidup bisa dilakukan dengan memperbaiki dan mengendalikan jumlah lemak di dalam tubuh. Kurangi konsumsi makan yang berlebihan dan berlemak tinggi, karena akan menambah cadangan lemak di dalam tubuh. Jangan lupa bagikan artikel ini agar lebih bermanfaat!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *