Pada umumnya, diabetes dikategorikan menjadi 2 tipe, diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Keduanya berkaitan dengan kelemahan fungsi insulin dalam mengatur gula di tubuh. Tahukah kamu, sel-sel otak pun demikian. Meskipun gula dikenal sebagai sumber energi bagi otak, nyatanya otak dapat melemah karena gula, loh! Simak penjelasannya, yuk!

Apa Itu Alzheimer?
Alzheimer merupakan gangguan akibat penimbunan plak atau protein tidak normal dalam otak sehingga menyebabkan hilangnya sel saraf dan menjadi pemicu demensia. Kondisi ini mengakibatkan terhambatnya aktivitas sehari-hari karena penurunan fungsi otak.
Alzheimer disebabkan banyak faktor seperti usia, genetik, dan lingkungan. Meskipun penurunan fungsi otak adalah suatu kenormalan pada lansia, tetapi menua dengan kondisi alzheimer dan demensia bukanlah hal yang diharapkan. Ditemukan bukti bahwa diabetes juga menjadi faktor terjadinya alzheimer.
Alasan Mengapa Dijuluki Diabetes Tipe Ketiga
Konsep penyakit diabetes tipe 1 dan 2 berkaitan dengan kelemahan fungsi insulin dalam mengatur zat gula sehingga kadar gula darah tinggi. Hal serupa terjadi pada sel otak penderita Alzheimer. Apabila sel otak tidak dapat menyerap zat gula, maka saraf di sekitar sel mengalami kadar gula darah yang tinggi.

Batasi Konsumsi Gula dari Sekarang
Konsumsi gula yang berlebihan dapat menyebabkan inflamasi yang memicu berbagai kondisi kronis, seperti serangan jantung dan stroke. Hal ini berkaitan dengan pembuluh darah yang bermasalah. Apabila kerusakan pembuluh darah juga terjadi pada otak, maka salah satu penyakit yang muncul adalah alzheimer. Jadi, alzheimer ini bukanlah kondisi yang muncul tiba-tiba, melainkan sudah kronis.
Alzheimer banyak diderita oleh lansia, karena pola makan saat muda yang tidak terkontrol. Oleh karena itu, penting untuk menjaga pola makan, khususnya membatasi konsumsi gula dari sekarang. Sahabat Sehat juga sebaiknya aktif melakukan latihan fisik juga latihan otak untuk mencegah Alzheimer.
