Sahabat Sehat, seperti yang kamu tahu ketika berbicara mengenai hidangan, rasa adalah salah satu kuncinya. Garam tak bisa dipisahkan dari proses menghasilkan rasa yang pas. Dari berbagai jenis garam, garam kosher menjadi pilihan para chef, kenapa ya?
Apa itu Garam Kosher?
Penamaan garam kosher diasosiakan dengan perannya dalam tradisi kuliner kosher Yahudi, yakni aturan kosher. Utamanya garam jenis ini digunakan untuk menarik cairan (darah) dari dalam daging agar layak makan. Ukuran kristalnya dikenal ideal untuk daging dan mengeluarkan darah tanpa meninggalkan rasa berlebih pada daging.

Tak seperti garam lainnya, garam ini hanya terdiri dari natrium klorida dan ngga mengandung tambahan pengawet ataupun iodin. Selain itu, garam kosher juga ngga mengandung trace elements, sehingga memiliki rasa yng murni dan tidak memberikan sumbangan after taste pahit pada hidangan. Garam kosher memiliki ukuran partikel yang besar dan kasar.
Rasanya juga lebih ringan dibanding garam meja, sehingga bila ingin menambahkannya maka ngga bisa menggunakan rasio 1:1. Biasanya digunakan sebagai penguat rasa masakan selama atau setelah pemasakan. Gram kosher cocok digunakan untuk proses curing atau pengasapan daging, pembuatan acar atau brining.
Produksi Garam Kosher
Garam ini ngga berbentuk kristal kubik, melainkan berbentuk datar lempeng dan terkadang menyerupai piramida. Kosher dengan bentuk datar diperoleh dengan proses di bawah tekanan biasanya melibatkan dua roller.
Garam kosher berbentuk piramida dihasilkan dari proses penguapan yang disebut dengan proses Alberger. Garam kosher umumnya diproduksi dengan ukuran krital yang lebih besar dan lebih kasar dari garam kristal lainnya. Dua merk garam kosher terkenal adalah Morton Salt dan Diamond Salt.
Kandungan dan Manfaat Garam Kosher
Kandungan utama garam kosher adalah natrium dan klorida, keduanya adalah mineral esensial. Berikut ini beberapa manfaat garam kosher bagi kesehatan maupun bagi hidangan.

Kaya akan mineral esensial
Natrium dan klorida dalam garam kosher berfungsi untuk memelihara fungsi otak dan konduksi antara sel saraf.
Kandungan natrium rendah
Natrium bisa memberi efek negatif pada kesehatan bila dikonsumsi melebihi batas rekomendasi harian. Pada 1 sendok teh garam kosher mengandung 1800 mg natrium, sedangkan garam meja sebesar 2.300 mg natrium. Kandungan natrium rendah juga membantu memastikan hidangan tak memiliki after taste pahit.
Lebih mudah digunakan dan mudah larut
Tekstur garam kosher seperti Kristal kasar, mudah untuk ditabur pada hidangan. Beratnya yang lebih ringan dibanding garam meja membuatnya mudah larut.
Rasa yang pure
Garam ini ngga mengandung aditif, sehingga memberikan rasa yang pure pada hidangan. Rasanya juga lebih fresh dan ringan. Hal ini membuatnya lebih ngga asin dibanding garam dapur.
Menguatkan rasa
Tekstur garam kosher yang lebih kasar dan berkristal, membuatnya cocok untuk memperkuat rasa dari bahan yang digunakan untuk memasak tanpa membuatnya menjadi asin.
Curing daging
Garam kosher adalah pilihan ideal untuk proses curing dikarenakan kemampuannya untuk menarik cairan keluar daging. Garam ini juga berpotensi memberikan shelf-life lebih panjang dibanding garam lain untuk proses pengawetan daging.
Tertarik untuk mencoba garam kosher? Siapa tahu, bahan ini menjadi kunci dari hidangan favoritmu. Yuk cobain garam kosher, si MVP pilihan para chef.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
