Isotop Bisa untuk Menilai Status Gizi, Loh!

Teman Sehat, belakangan ini pengaplikasian teknologi nuklir di dunia telah mengalami perkembangan yang cukup cepat, bahkan telah membantu beberapa bidang lainnya termasuk kesehatan. Ternyata, teknologi nuklir bisa mempermudah penilaian status gizi seseorang loh! Ingin tahu lebih lanjut? Yuk simak informasi berikut!

Pentingnya memantau status gizi

Permasalahan gizi memiliki dampak yang cukup luas, karena bisa mempengaruhi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) kedepannya. Kualitas gizi yang baik menjadi landasan utama dari kekebalan tubuh, kerentanan terhadap penyakit hingga kemampuan tumbuh kembang.

Gizi menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan oleh semua orang khususnya untuk anak, ibu hamil dan menyusui. Jika tidak terpenuhi dengan baik bisa menyebabkan dua risiko permasalahan, yaitu kekurangan gizi atau terjadinya obesitas. Oleh karena itu, penting untuk terus memantau status gizi seseorang.

Status gizi anak
Foto: Pexels.com

Penerapan teknologi isotop stabil

Isotop merupakan unsur yang memiliki nomor atom yang sama, tapi memiliki nomor massa yang berbeda. Berbeda dengan radioisotop, pengaplikasian isotop stabil bisa dikatakan lebih aman karena ngga bersifat radioaktif.

Saat ini mulai banyak dilakukan penelitian untuk menggunakan isotop stabil dalam mengevaluasi status gizi seseorang, mulai dari komposisi tubuh, pola menyusui hingga proses penyerapan gizi dalam saluran cerna. Menarik ya, Teman sehat! Salah satu metode yang dilakukan yaitu dengan menggunakan air yang mengandung isotop stabil deuterium oksida.

Fungsinya

Ketika air yang mengandung isotop tersebut ditelan oleh seseorang, maka akan bercampur dengan air yang ada dalam tubuh. Melalui urin dan saliva yang dikeluarkan nantinya, akan diketahui massa bebas lemak (fat free mass) yang merupakan berat dari seluruh komponen dalam tubuh seperti otot, tulang, cairan dan organ.

Nah, jika kamu sudah tahu massa bebas lemak tubuh yang dimiliki, kamu bisa lebih mudah mengetahui asupan gizi yang sesuai dengan kebutuhan. Dengan begitu, malnutrisi (kekurangan gizi) dan obesitas bisa dicegah.

Bagaimana pendapat Teman Sehat, tentang pengaplikasian teknologi isotop ini? Beberapa negara seperti Afrika sudah mulai mengaplikasikannya dengan bantuan dari International Atomic Energy Agency (IAEA).

Topik ini juga menjadi salah satu pembahasan di 2nd International Symposium on Food and Nutrition (2nd ISFAN) serial ke 16 loh! Kalau kamu masih penasaran dan ingin tahu lebih lanjut, bisa langsung cek video yang ada di YouTube Linisehat melaui link berikut ini! Semoga informasi ini bermanfaat ya!

Referensi

Pengembangan Teknik Perunut Isotop Stabil Mengetahui status Gizi anak (Komposisi Tubuh anak Usia 6 bulan sampai 2 tahun menggunakan D2O)
http://repo-nkm.batan.go.id/8977/
Diakses pada 23 Januari 2021

Using stable isotope techniques in nutrition assessments and tracking of global targets post-2015
https://www.researchgate.net/publication/315700339_Using_stable_isotope_techniques_in_nutrition_assessments_and_tracking_of_global_targets_post-2015
Diakses pada 23 Januari 2021

Nuclear-Derived Techniques for a Quality Diet: IAEA Commemorates 11th Africa Day for Food and Nutrition Security
https://www.iaea.org/newscenter/news/nuclear-derived-techniques-for-a-quality-diet-iaea-commemorates-11th-africa-day-for-food-and-nutrition-security
Diakses pada 23 Januari 2021

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.