Teman Sehat, belakangan ini pengaplikasian teknologi nuklir di dunia telah mengalami perkembangan yang cukup cepat, bahkan telah membantu beberapa bidang lainnya termasuk kesehatan. Ternyata, teknologi nuklir bisa mempermudah penilaian status gizi seseorang loh! Ingin tahu lebih lanjut? Yuk simak informasi berikut!
Pentingnya memantau status gizi
Permasalahan gizi memiliki dampak yang cukup luas, karena bisa mempengaruhi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) kedepannya. Kualitas gizi yang baik menjadi landasan utama dari kekebalan tubuh, kerentanan terhadap penyakit hingga kemampuan tumbuh kembang.
Gizi menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan oleh semua orang khususnya untuk anak, ibu hamil dan menyusui. Jika tidak terpenuhi dengan baik bisa menyebabkan dua risiko permasalahan, yaitu kekurangan gizi atau terjadinya obesitas. Oleh karena itu, penting untuk terus memantau status gizi seseorang.

Penerapan teknologi isotop stabil
Isotop merupakan unsur yang memiliki nomor atom yang sama, tapi memiliki nomor massa yang berbeda. Berbeda dengan radioisotop, pengaplikasian isotop stabil bisa dikatakan lebih aman karena ngga bersifat radioaktif.
Saat ini mulai banyak dilakukan penelitian untuk menggunakan isotop stabil dalam mengevaluasi status gizi seseorang, mulai dari komposisi tubuh, pola menyusui hingga proses penyerapan gizi dalam saluran cerna. Menarik ya, Teman sehat! Salah satu metode yang dilakukan yaitu dengan menggunakan air yang mengandung isotop stabil deuterium oksida.
Fungsinya
Ketika air yang mengandung isotop tersebut ditelan oleh seseorang, maka akan bercampur dengan air yang ada dalam tubuh. Melalui urin dan saliva yang dikeluarkan nantinya, akan diketahui massa bebas lemak (fat free mass) yang merupakan berat dari seluruh komponen dalam tubuh seperti otot, tulang, cairan dan organ.
Nah, jika kamu sudah tahu massa bebas lemak tubuh yang dimiliki, kamu bisa lebih mudah mengetahui asupan gizi yang sesuai dengan kebutuhan. Dengan begitu, malnutrisi (kekurangan gizi) dan obesitas bisa dicegah.
Bagaimana pendapat Teman Sehat, tentang pengaplikasian teknologi isotop ini? Beberapa negara seperti Afrika sudah mulai mengaplikasikannya dengan bantuan dari International Atomic Energy Agency (IAEA).
Topik ini juga menjadi salah satu pembahasan di 2nd International Symposium on Food and Nutrition (2nd ISFAN) serial ke 16 loh! Kalau kamu masih penasaran dan ingin tahu lebih lanjut, bisa langsung cek video yang ada di YouTube Linisehat melaui link berikut ini! Semoga informasi ini bermanfaat ya!
