Teman Sehat, di era globalisasi sekarang ini, secara ngga langsung menuntut para pemudanya untuk memiliki skill tertentu yang bisa diterima dan dilibatkan pada berbagai kegiatan. Yap, skill yang dimaksud adalah soft skills untuk memimpin suatu kebijakan dan membangun relasi yang baik. Salah satu diantaranya yaitu leadership, yang bisa dilatih mulai dari rumah. Kira-kira gimana caranya, ya? Yuk, simak!
Youth leadership
Youth leadership bisa kamu raih melalui youth development. Yap, youth development merupakan sebuah proses yang dirasakan oleh anak yang memiliki persiapan dalam menghadapi tantangan selama remaja dan dewasa melalui berbagai pengalaman dan aktivitas. Kegiatan ini akan membantu anak dalam:

- Mengetahui tujuan yang ingin dicapai
- Mengembangkan kepercayaan diri dan motivasi
- Kemampuan membimbing dan memimpin orang lain
- Problem-solving (pemecahan masalah)
- Memberikan influence pada pendapat dan perilaku orang lain, dan
- Menjadi role model
Mulailah dari rumah,
Kamu perlu memberikan lingkungan positif bagi anak, untuk memudahkannya dalam mengembangkan kepemimpinan mereka. Ingat ya, semua anak mempunyai potensi yang sama dalam mengembangkan skill ini. Kamu bisa melakukan intervensi melalui lingkungan keluarga, sekolah, dan komunitas.

Lingkungan keluarga memiliki peran yang krusial dalam perkembangan anak. Contohnya, seorang pemimpin perlu menguasai sikap nyaman dan ngga canggung dalam menghadapi apapun yang dialaminya. Salah satu cara yang bisa kamu lakukan yaitu mengadakan family meeting (kumpul keluarga), dengan mendengarkan opini dan ide anak dalam menyelesaikan masalah, sehingga membangun kepercayaan dirinya.
Rumah adalah jawaban,
Family meeting memberikan kesempatan bagi keluarga untuk membahas hal penting, perencanaan, problem-solving (penyelesaian masalah), dan bersenang-senang bersama. Kegiatan ini akan membuat kesan yang menyenangkan, produktif, dan bermakna pada waktu yang sama.

Kamu bisa memulai dengan peran orang tua sebagai role model dan pembimbing. Seiring berjalannya waktu, anak bisa diberikan kesempatan menjadi pemimpin dalam family meeting. Kamu bisa memulainya dengan hal sederhana, seperti rencana liburan, pekerjaan rumah, dan pembagian uang jajan.
Apa yang perlu orang tua lakukan?
Saat orangtua menjadi role model, mereka memperlihatkan cara belajar bersama. Kegiatan ini akan mengajarkan anak, bahwa dalam belajar dan berkembang kamu bisa melakukan kesalahan yang bisa diambil pelajarannya. Sebagai role model, orang tua perlu memberitahukan kepada anak solusi yang perlu dilakukan.

Saat membawakan suatu topik diskusi, anak akan diajarkan untuk memahami perspektif dan pemikiran rekan bicaranya. Komunikasi yang baik merupakan komponen penting dalam kepemimpinan. Ajarkan cara mendengarkan yang baik dan memberikan respon dengan nada yang tenang dan menghormati. Hal ini mengajarkan anak untuk bekerja baik dalam suatu tim.
Nah, Teman Sehat itulah beberapa hal yang bisa kamu terapkan untuk mengembangkan skill leadership anak. Perlu diingat ya, youth development ngga cuma berhenti di rumah, tapi di sekolah dan komunitas yang bisa membantu memenuhi lingkungan untuk menjelajahi minat bakatnya. So, jangan lupa bagikan artikel ini ke orang terdekatmu, ya!
Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP
