Moms, Berikut Tips Saat Si Kecil Pilih-Pilih Makanan!

Halo, Teman Sehat! Pernah ngga sih bingung dan khawatir saat si kecil hanya mau makan makanan itu-itu saja? Nah, neofobia atau penolakan terhadap jenis makanan baru ini merupakan kondisi normal pada anak usia 1-3 tahun loh, hal ini pun sebenarnya merupakan cara si kecil untuk belajar mengenali makanan dan berhati-hati terhadap sesuatu yang bukan makanan atau barang beracun.

Tetapi, kadang hal itu membuat kamu jadi mengkhawatirkan kecukupan asupan dan status gizinya. Jadi yuk bahas persoalan pilih-pilih makanan dan tips mengatasinya. Simak ulasannya ya!

Foto: Freepik.com

Pilih-Pilih Makanan: Picky dan Selective Eater

Teman Sehat, meskipun neofobia merupakan fase wajar dalam perkembangan dan pola makan si kecil, tapi jika hal ini terjadi berkepanjangan bisa menimbulkan masalah dalam kebiasaan makan anak yang suka pilih-pilih makanan mulai dari picky eater hingga selective eater.

Picky eater merupakan anak yang suka pilih-pilih makanan tapi masih bisa mengonsumsi minimal satu macam dari setiap kelompok makanan, yaitu karbohidrat, protein, sayur/buah dan susu. Misalnya pada anak yang mau makan mie dan roti tetapi menolak makan nasi atau anak masih mau makan daging ayam tetapi ngga mau daging sapi. Meskipun begitu, anak picky eater biasanya masih berstatus gizi baik. Orang tua perlu lebih cermat dalam memilih makanan, sebab kebiasaan ini juga bisa timbul karena rasa dan tekstur makanan.

Foto: Freepik.com

Sedangkan anak dikatakan selective eater jika menolak kelompok makanan tertentu, misalnya ngga mau mengonsumsi seluruh jenis makanan kelompok protein. Kondisi ini pun bisa mengakibatkan anak kekurangan zat gizi makro atau mikro tertentu, sehingga memengaruhi status gizinya.

Tips Saat si Kecil Pilih-Pilih Makanan

 

Jika si kecil mulai pilih-pilih makanan, Teman Sehat bisa mencoba praktekkan tips berikut:

  1. Sajikan makanan dalam porsi kecil yang terdiri dari berbagai macam makanan dari semua kelompok makanan. Tentunya children see children do maka jika ingin si kecil mempunyai kebiasaan makan yang baik maka contohkan kebiasaan makan bergizi seimbang dan menyenangkan dari orang tuanya
  2. Sering-seringlah mengenalkan anak dengan jenis makanan baru
  3. Sajikan makanan di meja yang jaraknya mudah dijangkau tanpa menawarkannya kepada si kecil, sebab beberapa anak akan lebih tertarik memegang kendali saat mencoba makanan baru
  4. Jika anak muntah atau ingin muntah, hentikan pemberian makanan tersebut dan coba ganti dengan makanan yang lebih mendekati favoritnya
  5. Campurkan sedikit makanan baru dengan makanan yang sudah lama dikenal, tingkatkan proporsi makanan baru secara perlahan
  6. Cobalah bersikap tenang dan pahami perasaan si kecil ketika sedang melewati fase ini.
Foto: Freepik.com

FYI Teman Sehat, penelitian menunjukkan bahwa dari 50-60% orang tua yang mengeluhkan adanya gangguan makan pada anak, ternyata hanya 20-30% yang benar-benar bermasalah dan 1-2% diantaranya mengalami kasus berat berkepanjangan.

Selain itu, juga banyak terjadi parental misperceptions yakni saat orang tua merasa anaknya sulit makan tapi ternyata praktek makan si kecil masih normal dan status gizinya pun baik. Teman Sehat tentunya perlu tetap waspada dan berusaha tapi jangan sampai khawatir berlebihan ya, ingat prinsip responsive feeding dengan mengikuti sinyal penuh cinta dari si kecil. Selamat mencoba!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti STP

Referensi

Hanindita, Meta Herdiana. 2015. Pilih-Pilih Makanan. Ikatan Dokter Anak Indonesia. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/pilih-pilih-makanan

Taylor, Caroline M. and Emmett, Pauline M. . 2020. Picky eating in children: causes and consequences. Proc Nutr Soc. 2018 Nov 5 : 1–9. Published online 2018 Nov 5. doi: 10.1017/S0029665118002586. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6398579/

Torres, Thamara de Olliveira, et al. 2020. Factors Associated with Food Neophobia in Children: Systematic Review. Rev Paul Pediatr. 2021; 39: e2020089. doi: 10.1590/1984-0462/2021/39/2020089. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7649857/

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.