Ketahui Rekomendasi Gizi bagi Lansia

Teman Sehat, tahukah kamu bahwa pertumbuhan populasi usia lanjut (lansia) saat ini berlangsung cepat? Yap, bahkan negera berkembang berpeluang menjadi wilayah dari 80% penduduk lansia dunia. Nah, sangat penting bagi kamu untuk memperhatikan status kesehatan dan asupan gizinya. Kira-kira apa penyebabnya ya? Yuk, simak penjelasannya di sini!

Berbagai perubahan yang terjadi,

Lansia mengalami berbagai perubahan termasuk perubahan fisik, mental dan sosial. Berikut beberapa penjelasan mengenai perubahan yang umum terjadi, seperti:

1. Perubahan Fisiologi

Menua merupakan salah satu proses normal yang secara alami dirasakan oleh semua orang. Yap, hal ini seringkali dibarengi dengan penurunan fungsi organ dan perubahan fisik. Perubahan fisik, akan memengaruhi kebutuhan asupan zat gizi pada lansia. Hal ini disebabkan adanya penurunan massa tubuh, proses metabolisme, dan kinerja organ-organ pada tubuh.

2. Perubahan indera perasa dan penciuman

Kemampuan indera pengecapan yang hilang akan mengakibatkan makanan yang dikonsumsi terasa hambar. Pemilihan jenis makanan sering terjadi pada kelompok ini. Hal ini akan memengaruhi nafsu makan dan asupan zat gizinya.

3. Perubahan saluran cerna

Menurut penelitian, 30% orang yang berusia di atas 50 tahun mengalami penurunan sekresi (pengeluaran) asam lambung. Permasalahan lainnya yaitu lansia rentan mengalami kesulitan BAB (konstipasi), disebabkan kurangnya cairan, asupan serat, dan aktifitas fisik yang rendah.

Rekomendasi gizinya

  1. Pentingnya keseimbangan energi untuk mencapai berat badan normal. Menerapkan pola gizi seimbang sangat penting, loh untuk kesehatannya.
  2. Pembatasan konsumsi gula, garam, lemak jahat. Hal ini disebabkan, adanya penurunan fungsi organ sehingga berisiko mengalami penyakit seperti hipertensi, jantung, dan diabetes sangat tinggi.
  3. Mengonsumsi makanan sumber kalsium dan vitamin D. Kelompok lansia, akan mengalami pengeroposan tulang. Asupan kalsium dan vitamin berfungsi menjaga kesehatan tulang dan gigi. Contohnya ikan dan susu.
  4. Konsumsi makanan berserat. Pentingnya makanan berserat untuk mengatasi masalah sembelit yang sering terjadi. Sumber serat yang bisa kamu gunakan yaitu buah-buahan, sayur,  sereal gandum, roti gandum dan kacang-kacangan.
  5. Konsumsi air putih sesuai kebutuhan. Rekomendasi konsumsi air untuk lansia yaitu 1500-1600 ml atau setara dengan 6 gelas per harinya.
  6. Pentingnya aktifitas fisik. Aktifitas fisik yang ringan, dianjurkan bagi lansia seperti bersepeda, jalan santai dan senam. Hal ini penting dilakukan, untuk mencegah kekakuan otot, penyakit jantung dan menjaga kebugaran jasmani.

Nah, Teman Sehat, itulah beberapa informasi pentingnya asupan zat gizi bagi lansia.  Yap, jangan lupa untuk tetap memantau status kesehatan rutin bagi kamu atau orang terdekatmu yang sudah berumur. Bagikan artikel ini, jika bermanfaat, oke?

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.