Konsumsi Gula Berlebih Bisa Memicu Stroke?

Halo Sahabat Sehat! Apakah kamu tahu, stroke menjadi salah satu penyebab kematian dan disabilitas tertinggi di dunia? Berdasarkan data American Health Association (AHA) menyebutkan bahwa setiap 40 detik terdapat 1 kasus stroke baru atau berulang terjadi setiap tahunnya dan kira- kira setiap 4 menit terdapat 1 pasien stroke meninggal dunia. Tanpa Sahabat Sehat sadari, Stroke dapat disebabkan oleh konsumsi gula berlebih. Kok bisa? Yuk, simak penjelasan artikel berikut ini!

Foto: Freepik

Mekanisme “Si Manis” sebagai Pemicu Stroke

Konsumsi gula berlebih dapat mengakibatkan resistensi insulin, yaitu kondisi dimana tubuh tidak mampu melakukan metabolisme gula menjadi energi sehingga terjadi peningkatan kadar gula darah (hiperglikemia) yang berisiko terhadap terjadinya diabetes melitus. Nah, gula darah yang tinggi ini dapat menyebabkan kerusakan dinding pembuluh darah, serta meningkatkan viskositas darah yang kemudian akan menyebabkan naiknya tekanan darah (hipertensi) dan berakibat terjadinya stroke.

Ada fakta penting yang perlu Sahabat Sehat ketahui nih. Terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa seseorang yang mengalami diabetes berisiko 1,5—2 kali lebih besar mengalami stroke jika dibandingkan dengan orang yang tidak mengalami diabetes. Tampaknya konsumsi gula berlebih tidak bisa dianggap sepele, ya.

Foto: Freepik

Batasi Makanan dan Minuman Tinggi Gula

Sahabat sehat, perlu diingat bahwa anjuran dari Kemenkes untuk konsumsi gula dalam sehari yaitu 4 sendok makan atau setara dengan 50 gram. Kamu mungkin tidak menyadari makanan atau minuman ini mengandung gula yang tinggi. Beberapa makanan atau minuman tinggi gula di antaranya permen, cokelat, kue, minuman berpemanis seperti soda, jus kemasan, minuman berenergi, kopi dan teh kemasan.

Adapun salah satu penelitian meta analisis menjelaskan terkait konsumsi minuman berpemanis dapat meningkatkan risiko stroke iskemik sebesar 10%. Selain itu, setiap kenaikan 250 mL konsumsi minuman berpemanis setiap hari meningkatkan risiko semua jenis stroke.

Jadi sangat perlu diperhatikan asupan gula per hari ya, Sahabat Sehat, terutama untuk kamu yang menyukai cemilan manis, bisa diganti cemilanya dengan buah-buahan dan sayuran. Konsumsi buah dan sayur seperti apel, pir, dan sayuran berdaun hijau sebanyak 5 porsi per hari dapat membantu menurunkan risiko stroke.

Nah, itulah Sahabat Sehat tentang “Si Manis” yang dapat berisiko memicu stroke jika tidak berhati-hati dalam mengonsumsinya. Jangan lupa untuk memperhatikan anjuran konsumsi gula dan jenis makanan yang Sahabat Sehat konsumsi, ya!

Ditulis Oleh:

Indira Nur Safitri, S.Gz
Lulusan S1 IPB University
Sedang menempuh Pendidikan Profesi Dietisien IPB University

 

 

Referensi

Daniel C, Triyanti. 2023. Faktor Dominan yang Berhubungan dengan Konsumsi Gula pada Mahasiswa Nonkesehatan. J Gizi. 12(2):93. doi:10.26714/jg.12.2.2023.93-106.

Mosenzon O, Cheng AYY, Rabinstein AA, Sacco S. 2023. Diabetes and Stroke: What Are the Connections? J Stroke. 25(1):26–38. doi:10.5853/jos.2022.02306.

Gustian AU, Safirza S, Mursyida M. 2023. Hubungan Kadar Gula Darah Sewaktu dengan Kejadian Stroke di Rumah Sakit Meuraxa Banda Aceh Tahun 2023. Media Kesehat Masy. Indones. 22(4):266–270. doi:10.14710/mkmi.22.4.266-270.

Wang Y, Zhao R, Wang B, Zhao C, Zhu B, Tian X. 2022. The Dose-Response Associations of Sugar-Sweetened Beverage Intake with the Risk of Stroke, Depression, Cancer, and Cause-Specific Mortality: A Systematic Review and Meta-Analysis of Prospective Studies. Nutrients. 14(4). doi:10.3390/nu14040777.

Syauqy A, Wiragapa LR, Soekatri MYE, Ernawati F, Nissa C, Dieny FF. 2023. Hubungan
Antara Pola Makan Dan Kondisi Penyerta Dengan Prevalensi Strok Pada Usia Dewasa di Indonesia: Analisis Data Riskesdas 2018. Gizi Indones. 46(1):121–132.
doi:10.36457/gizindo.v46i1.785.

Balqis B, Sumardiyono S, Handayani S. 2022. Hubungan Antara Prevalensi Hipertensi,
Prevalensi DM Dengan Prevalensi Stroke di Indonesia (Analisis Data Riskesdas dan
Profil Kesehatan 2018). J Kesehat Masy. 10(3):379–384. doi:10.14710/jkm.v10i3.33243.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.