Waspada Malaria, Cegah dengan “ABC”

cegah malaria dengan "ABC"

Sahabat Sehat, tahukah kamu ada sekitar 60 juta penduduk Indonesia yang tinggal di daerah endemis malaria. Fakta ini mengartikan bahwa penyakit malaria akan selalu ada di daerah tersebut, meskipun dengan jumlah kasus yang rendah. Oleh karena itu, penting bagi Sahabat Sehat untuk selalu waspada dan mengetahui pencegahannya supaya Indonesia senantiasa sehat tanpa malaria.

Malaria sendiri merupakan salah satu jenis penyakit menular yang disebabkan oleh parasit bernama Plasmodium yang dibawa oleh nyamuk malaria (Anopheles). Penyakit menular ini memiliki gejala ringan, seperti demam menggigil secara berkala disertai sakit kepala, anemia atau kurang darah, lemah, ngga nafsu makan, dan mual muntah. Sedangkan, gejala berat malaria adalah kejang-kejang, napas cepat, demam tinggi, kuning pada mata, kuku, dan kulit, urin seperti teh, bahkan sampai kehilangan kesadaran.

Penularan dan faktor risikonya

Nyamuk Anopheles yang menggigit penderita malaria akan ikut menghisap parasit dengan darah penderita. Parasit ini akan berkembang biak dalam tubuh nyamuk hingga siap untuk menularkan ke orang sehat dalam 7-14 hari. Di dalam tubuh manusia parasit akan menyerang sel darah merah dan dalam waktu sekitar 12 hari, orang tersebut akan sakit malaria.

Sebuah penelitian yang dipublikasi dalam Jurnal Kesehatan Lingkungan menemukan bahwa faktor yang paling dominan mempengaruhi kejadian malaria di Indonesia, yaitu penggunaan kelambu, keberadaan breeding place atau tempat berkembang biang nyamuk (parit, rawa-rawa, tambak, sawah dan sungai), kebiasaan keluar rumah pada malam hari, serta penggunaan obat anti nyamuk.

cegah malaria dengan "ABC"
Foto: Freepik.com

Pahami pencegahan malaria, kuy!

Sahabat Sehat, selain pengobatan, sangatlah penting utnuk melakukan upaya pencegahan terjadinya penyakit menular ini. Yuk pahami bersama cara mencegah malaria dengan “ABC”!

A: Awas dan perhatikan faktor risiko, cara penularan dan pencegahan, masa inkubasi, serta tanda dan gejala.

B: Biasakan untuk menghindari gigitan nyamuk, terutama di malam hari. Selama  berada di daerah endemis gunakan kelambu tidur, hindari keluar malam, gunakan baju panjang dan terang saat harus keluar rumah, serta pakai lotion anti nyamuk.

C: Cek darah segera ke tenaga kesehatan bila mengalami gejala demam selama di daerah endemis sampai 1 bulan setelah kembali dari daerah tersebut dan sampaikan riwayat perjalanan kamu.

Sahabat Sehat, jangan lupa juga untuk senantiasa jaga kebersihan rumah dan lingkungan supaya kamu dan keluarga tercinta aman dari kejadian malaria. Semoga informasi ini bermanfaat!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI. 2021. Advokasi Eliminasi Malaria di Kabupaten Pandeglang. https://promkes.kemkes.go.id/advokasi-eliminasi-malaria-di-kabupaten-pandeglang. Diakses pada 2 April 2022.

Kementerian Kesehatan RI. 2020. LEAFLET KENALI & BERANTAS MALARIA 2020. https://ptvz.kemkes.go.id/download-media/leaflet-kenali-berantas-malaria-2020. Diakses pada 2 April 2022.

Kementerian Kesehatan RI. 2011. Epidemiologi malaria di Indonesia. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI.

Lewinsca, M. Y., Raharjo, M., & Nurjazuli, N. 2021. Faktor risiko yang mempengaruhi kejadian malaria di Indonesia: review literatur 2016-2020. Jurnal Kesehatan Lingkungan11(1), 16-28.

RSUD R.A.A Tjokronegoro. 2021. ARTIKEL WEB HARI MALARIA SEDUNIA. https://rsutjokronegoro.purworejokab.go.id/artikel-web-hari-malaria-sedunia. Diakses pada 2 April 2022.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.