Teman Sehat, tahukah kamu tentang lupus? Yap! Penyakit ini dikenal sebagai penyakit autoimun. Sayangnya, gejala lupus seringkali menyerupai gejala penyakit lainnya. Nah, simak tulisan berikut yuk, supaya kamu lebih mengenal lupus dan gejalanya!
Apa itu lupus?
Lupus merupakan penyakit kronis jangka panjang yang bisa menyebabkan terjadinya inflamasi dan termasuk sebagai penyakit autoimun. Artinya penyakit ini disebabkan oleh serangan sistem imun tubuh itu sendiri yang menyebabkan gangguan pada sel, jaringan, hingga organ-organ tubuh tertentu diantaranya seperti kulit, sendi, jantung, ginjal, jantung, paru-paru, pembuluh darah, hingga otak.

Gejala lupus dipengaruhi oleh bagian tubuh mana yang mendapat serangan oleh imun tubuh. Beberapa tanda dan gejala yang bisa kamu amati yaitu mudah merasa lelah, demam, nyeri sendi, otot nyeri dan bengkak, ruam di muka yang berbentuk kupu-kupu, kerusakan jaringan kulit terutama jika terkena paparan sinar matahari, jari jemari berwarna putih atau biru saat terkena suhu rendah atau mengalami stres, sesak nafas, nyeri dada, mata kering, sakit kepala, sering merasa bingung, hingga lupa ingatan.
Penyebab munculnya lupus
Lupus erat kaitannya dengan faktor genetik dan faktor lingkungan. Faktor genetik memberikan pengaruh yang cukup besar pada risiko lupus saat seseorang berinteraksi dengan suatu hal di lingkungan yang memicu terjadinya autoimun. Terdapat beberapa pemicu yang berpotensi menyebabkan munculnya lupus, yaitu:

1. Sinar Matahari. Paparan sinar matahari bisa menyebabkan terjadinya lupus dan kerusakan jaringan kulit hingga memicu respon internal pada pasien yang rentan.
2. Infeksi. Munculnya infeksi mmapu menyebabkan munculnya lupus hingga kekambuhan lupus pada beberapa orang
3. Pengobatan. Lupus dapat dipicu oleh jenis obat tekanan darah tertentu, obat anti kejang, dan antibiotik. Pasien lupus yang disebabkan karena obat, umumnya dapat disembuhkan dengan tidak mengonsumsi obat tersebut.
Siapa sih, yang berisiko tinggi terkena lupus?

1. Jenis kelamin. 9 dari 10 penderita lupus adalah perempuan. Artinya, perempuan memiliki risiko lebih tinggi terkena lupus, Teman Sehat. Hal ini disebabkan karena keberadaan hormon estrogen yang dimiliki oleh wanita. Hormon yang berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh itulah berisiko menyerang balik organ tubuh yang sehat.
2. Usia. Meskipun Lupus dapat diderita oleh seluruh kelompok usia, lupus lebih rentan menyerang kelompok usia 15 hingga 45 tahun.
3. Ras. Meskipun bisa dialami oleh siapa saja, lupus lebih banyak ditemukan pada masyarakat berdarah Afrika-Amerika, Amerika latin, dan ras Asia-Amerika.
Penyakit autoimun dikatakan sebagai kondisi yang berbahaya, tapi bukan berarti penyakit tersebut ngga bisa dicegah. Banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk mencegah munculnya lupus, seperti menerapkan hidup sehat dan mewaspadai riwayat lupus dalam keluarga. Jangan lupa sebarkan info ini, ya! Salam Sehat!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjnati STP
