Teman Sehat, sudah pernah dengar produk GMO? Yaps, GMO adalah singkatan dari Genetically Modified Organism atau organisme hasil rekayasa genetika. Produk ini telah menuai banyak kontroversial di kalangan publik. Ada yang menganggapnya baik, tapi ada pula sebaliknya. Nah, sebenarnya apa sih GMO? Apa pula tanggapan para ahli terkait hal ini? Yuk, simak penjelasannya!
Apa itu GMO?
GMO adalah setiap organisme yang DNA-nya sudah dimodifikasi dengan teknologi rekayasa genetika. Menurut USDA (United States Department of Agriculture), benih transgenik sudah digunakan untuk menanam lebih dari 90% tanaman jagung, kapas, dan kedelai di Amerika Serikat. Sementara di Indonesia, produk GMO sudah digunakan pada tanaman tomat, tebu, padi, singkong, dan kentang.

Industri pangan menggunakan GMO karena berbagai alasan, seperti meningkatkan pertumbuhan, kandungan zat gizi, ketahanan terhadap hama, keberlanjutan, dan kemudahan bertani. Proses pembuatan GMO memakan waktu lama dan ngga mudah tentunya. Pasalnya, dibutuhkan modifikasi genetik untuk mendapatkan sifat khusus yang diinginkan pada tanaman.
Salah satu contoh GMO yaitu jagung Bt yang dimodifikasi secara genetik untuk menghasilkan racun Bt insektisida. Toksin ini sengaja dibuat supaya jagung mampu melawan hama, sehingga mengurangi kebutuhan akan pestisida.
Pro produk GMO
Produk GMO menawarkan beberapa keuntungan, baik itu bagi petani maupun konsumen, diantaranya:
- Melindungi tanaman dari hama dan serangga sehingga mengurangi kebutuhan pestisida dan meningkatkan hasil panen
- Mengurangi biaya petani dan konsumen karena memungkinkan hasil panen yang lebih besar
- Meningkatkan nilai gizi makanan, seperti beras tinggi beta-karoten (beras emas) yang dikembangkan untuk membantu mencegah kebutaan
- Meningkatkan rasa dan penampilan makanan, seperti apel yang ngga berubah warna menjadi kecokelatan saat di udara terbuka
- Aman dikonsumsi
Kontra produk GMO
Meskipun penelitian saat ini telah membuktikan kalau produk GMO aman dikonsumsi, tetap saja ada kekhawatiran terkait keamanan dan dampaknya terhadap lingkungan dalam jangka panjang. Beberapa masalah yang dikhawatirkan muncul saat mengonsumsi makanan transgenik antara lain:

1. Alergi
Makanan transgenik mengandung gen asing sehingga ngga sedikit orang yang khawatir makanan ini mengandung gen pemicu reaksi alergi. Sebuah studi menunjukkan bahwa menambahkan protein dari kacang Brazil ke kedelai transgenik bisa memicu reaksi alergi pada orang yang sensitif terhadap kacang Brazil. Meskipun begitu, sampai saat ini belum ada laporan reaksi alergi terhadap makanan transgenik yang beredar di pasaran.
2. Kanker
Kanker disebabkan mutasi DNA sehingga beberapa orang takut kalau mengonsumsi makanan dengan gen dimodifikasi dapat memengaruhi DNA-nya. Kekhawatiran ini berasal dari sebuah penelitian yang mengaitkan asupan transgenik dengan risiko tumor dan kematian dini.
Namun, penelitian ini dibatalkan karena desainnya buruk. American Cancer Society (ACS) juga menegaskan kalau ngga ada bukti yang mengaitkan asupan makanan transgenik dengan peningkatan ataupun penurunan risiko kanker.
3. Masalah lingkungan dan kesehatan lainnya
Sebagian besar tanaman transgenik tahan terhadap herbisida, seperti Roundup. Artinya, petani bisa menggunakan herbisida Roundup tanpa takut merusak tanaman tersebut. Sayangnya, sekarang semakin banyak gulma yang kebal terhadap herbisida ini. Alhasil, semakin banyak pula Roundup yang disemprotkan pada tanaman untuk membunuh gulma resistan ini.
Roundup dan bahan aktif glifosatnya menjadi kontroversi karena penelitian telah mengaitkan dengan berbagai penyakit. Meskipun begitu, tinjauan dari berbagai penelitian menyimpulkan bahwa kadar glifosat yang rendah dalam makanan transgenik aman untuk dikonsumsi manusia.
Nah Teman Sehat, setelah mengetahui informasi ini, apakah kamu tim pro atau kontra produk GMO? Apapun pilihan kamu, tetap bijak dan jangan berlebihan mengonsumsi makanan, ya. Jangan lupa untuk share artikel ini ke teman-teman kamu!
Editor & Proofreader: Mega Kurniawati, SGz


1 Comment