Mager? Lawan Aja Pakai Ini!

Halo, Teman Sehat! Kamu suka tiba-tiba ‘mager’ ngga buat ngelakuin sesuatu? Misalnya, udah berencana buat menurunkan berat badan dengan lari pagi, tapi tiba-tiba karena satu kata, yaitu ‘mager’, membuat semua rencana yang sudah tersusun jadi berantakan. Mager atau Malas gerak, kadang membuat aktivitas kamu jadi ngga maksimal, loh! Ngga cuma itu aja, mager juga punya dampak yang ngga baik buat kesehatan kamu. Mau tau apa aja dampaknya dan gimana cara mengatasinya? Le’ts check it out!

Dampak ’mager’

Sadar atau ngga, di zaman yang serba canggih ini, terkadang buat kamu jadi mager, loh! Kok bisa ya? Yap, teknologi yang memudahkan kamu buat mendapatkan apa yang diinginkan, kadang memancing buat malas bergerak buat melakukan sesuatu. Nah, hal ini bisa berdampak buat kesehatan kamu, seperti gangguan pada metabolisme tubuh dan risiko timbulnya penyakit tidak menular (PTM).

Gangguan dan risiko yang terjadi, berawal dari ketidakseimbangan energi yang masuk melalui makanan, dengan energi yang keluar karena aktivitas fisik. Kelebihan energi inilah yang akan disimpan dalam bentuk lemak pada bagian di organ tubuh.

Risiko penyakit yang terjadi

Obesitas

Obesitas (kegemukan) adalah kelebihan berat badan yang disebabkan penumpukan jaringan lemak (adiposa) yang berlebih di dalam tubuh. Salah satu faktor penyebab obesitas adalah kurang gerak. Kalau kamu ngga mengeluarkan energi yang ada di dalam tubuh, maka metabolisme tubuh ngga akan berjalan dengan semestinya. Walaupun energi yang ada di tubuh 2/3-nya pasti digunakan buat mempertahankan fungsi minimal tubuh, tapi kamu harus tetap beraktivitas fisik supaya pengeluaran energi di dalam tubuh seimbang.

Diabetes

Diabetes biasanya disebabkan oleh peningkatan kadar gula dalam darah karena kekurangan hormon insulin. Risiko penyakit ini akan lebih tinggi terjadi, jika penderita obesitas ngga mengontrol pola makannya. Penderita diabetes, diharuskan banyak gerak, supaya sensitivitas sel terhadap insulin lebih baik dan efektif.

Osteoporosis

Osteoporosis terjadi karena berkurangnya kapadatan tulang secara progresif, sehingga tulang jadi rapuh dan mudah patah. Kalau ‘mager’, maka pembentukan massa tulang kamu akan berkurang, sehingga proses pembentukannya akan terhambat. Tapi, kalau kamu sering berolahraga, maka otot akan memacu tulang untuk membuat massanya.

Yuk, lakukan aktivitas fisik!

Aktivitas fisik yaitu melakukan pergerakan pada anggota tubuh, yang menyebabkan pengeluaran energi untuk pemeliharaan kesehatan fisik dan mental. Nah, aktivitas fisik bisa mencegah dan mengurangi risiko timbulnya penyakit akibat ke-mager-an yang kamu lakukan.

Pertama, kegiatan sehari-hari. Kegiatan sehari-hari yang kamu lakukan, seperti berjalan kaki, berkebun, mencuci pakaian, mobil, mengepel, naik-turun tangga ataupun mengejar kereta juga termasuk aktivitas fisik, loh! Energi yang kamu keluarkan saat melakukan kegiatan ini, akan membantu membakar kalori di tubuh kamu.

Kedua, olahraga, jika kamu rutin dan continue melakukan jalan kaki setiap sore, push up, berenang, yoga, dan lainnya, maka akan semakin banyak energi yang kamu keluarkan untuk mendapatkan manfaatnya.

Kamu bisa mulai dengan melakukannya selama 30 menit, kenali batas kemampuan kamu dan jangan dipaksakan, lakukan sebelum makan atau 2 jam setelah makan, jangan lupa awali dengan peregangan dan gunakan out-fit yang nyaman. Yuk, mulai tinggalkan kemageran kamu! Supaya tubuh lebih sehat dan bugar!

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *