
Buang air kecil adalah salah satu refleks tubuh manusia yang ngga bisa ditolak. Tapi bisa saja terjadi kelainan ketika seseorang jadi lebih sering buang air kecil hingga melebihi frekuensi normalnya. Kira-kira apa ya penyebabnya, Sahabat Sehat?
Frekuensi Normal Buang Air Kecil
Banyak orang bertanya-tanya, berapa kali sih sebenarnya frekuensi buang air kecil yang normal per harinya? Sebenarnya, ngga ada angka pasti yang bisa dianggap normal dalam hal ini, tapi rata-rata orang akan buang air kecil 4-8 kali dalam sehari.
Buang air kecil hingga lebih dari 8 kali dalam sehari bisa menjadi gejala bahwa kamu minum air terlalu banyak atau memiliki gangguan kesehatan tertentu. Ada banyak faktor yang bisa mempengaruhi seberapa sering seseorang bisa buang air kecil dalam sehari, seperti obat-obatan, makanan, dan minuman yang dikonsumsi, usia, kondisi fisik, dan sebagainya.

Penyebab Sering Buang Air Kecil
Infeksi saluran kandung kemih
Gejala dari infeksi saluran kandung kemih biasanya adalah buang air kecil lebih sering yang disertai dengan demam, kesulitan menahan keinginan untuk ke kamar mandi, dan rasa sakit atau ngga nyaman di area perut dan punggung. Saluran kandung kemih ini bisa juga termasuk ginjal, saluran yang menghubungkan ginjal dan kandung kemih, kandung kemih, dan saluran yang mengalirkan urin dari kandung kemih keluar tubuh.
Diabetes
Sering buang air kecil dengan volume air seni yang cukup besar adalah salah satu gejala awal dari diabetes tipe 1 dan tipe 2. Gejala ini muncul karena tubuh berusaha untuk mengeluarkan glukosa yang ngga digunakan melalui urin.
Hamil
Perubahan hormon dan tekanan pada kandung kemih yang terjadi ketika hamil bisa meningkatkan frekuensi buang air kecil. Peningkatan ini bisa terus terjadi hingga 8 minggu setelah melahirkan.
Masalah pada prostat
Prostat yang membesar bisa menekan uretra dan menghalangi aliran urin. Hal ini bisa menyebabkan dinding kandung kemih mengalami iritasi dan berkontraksi bahkan walaupun baru menampung sedikit urin sekalipun.
Stroke dan penyakit saraf lainnya
Kerusakan pada saraf yang bekerja pada kandung kemih bisa menyebabkan masalah pada fungsi kandung kemih itu sendiri. Kondisi ini bisa memunculkan gejala seperti peningkatan frekuensi buang air kecil.
Hiperkalsemia
Ini adalah kondisi ketika kadar kalsium dalam darah di atas normal dan salah satu gejalanya adalah sering buang air kecil. Gejala lain yang bisa muncul adalah rasa haus yang berlebihan, gangguan pencernaan, mual dan muntah, sembelit, rasa sakit pada tulang dan otot, dan munculnya gangguan pada fungsi organ otak dan jantung.
Sahabat Sehat, frekuensi buang air kecil yang meningkat bisa jadi merupakan gejala dari berbagai hal, mulai dari yang bersifat normal hingga serius. Kamu perlu waspada kalau peningkatan frekuensi buang air kecilmu mulai diikuti berbagai gejala lain yang tidak biasa, seperti rasa sakit di bagian tubuh lain, berubahnya warna dan bau urin, demam, dan sebagainya.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
