Mengajarkan tentang Gizi Sejak Dini ala Negeri Sakura

Halo Teman Sehat! Hidup sehat dan kesadaran akan makanan yang dikonsumsi harus dibina sejak kecil. Pendidikan gizi yang diberikan sejak dini akan membuat anak lebih terbiasa untuk memahami makanan yang dimakan. Selain kebiasaan yang dilakukan di rumah, lingkungan sekolah juga dapat menjadi tempat untuk mendukung dalam kebiasaan konsumsi makanan sehat yang tepat.

Teman Sehat, program makan siang di sekolah sudah dilakukan sejak tahun 1889 di sebuah sekolah di Yamagata. Ide ini semakin tersebar di Jepang dan dikembangkan menjadi lebih baik. Pada tahun 1947, program ini memberikan keuntungan bagi hampir 2,9 juta anak di Jepang. Program ini juga mengajarkan tentang pentingnya kebiasaan mengonsumsi makanan bergizi. Mari kita cari tahu program makan siang yang juga menyampaikan pendidikan gizi kepada siswa-siswinya!

Telah menjadi kebijakan sekolah di Jepang

Di Jepang, istirahat makan siang bukan hanya sekedar jeda pergantian waktu untuk beristirahat dari satu pelajaran ke pelajaran lain. Sejak tahun 1954, Jepang telah menerapkan program bernama School Lunch Act sebagai bagian dari sistem pendidikan Jepang. Program ini bertujuan untuk menanamkan kebiasaan makan dan pengetahuan tentang makanan di sekolah. Pada tahun 1956, sistem ini menjadi program wajib untuk sekolah-sekolah di Jepang.

Pada tahun 2005, program makan siang tersebut dikembangkan menjadi program Shokuiku, yang berarti pendidikan tentang makanan dan gizi dan sudah memiliki dasar hukum. Berdasarkan hal itu, program Shokuiku diharapkan bisa menanamkan ilmu makanan dan gizi, serta kemampuan dalam memilih makanan agar bisa menerapkan kebiasaan makan yang sehat.

Memiliki ahli gizi di sekolah

Untuk bisa mengoptimalkan program ini, MEXT membangun Diet and Nutrition Teacher System pada tahun 2007. Sistem ini bertujuan untuk menempatkan ahli gizi yang juga berlatar belakang pendidikan sebagai guru di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Ahli gizi yang ditempatkan di sekolah-sekolah ini bertugas untuk merencanakan menu, melakukan pengamatan terkait kebersihan, serta melakukan supervisi untuk program makan siang. Dengan bekerja sama dengan guru wali kelas, ahli gizi juga menyampaikan pelajaran terkait isu gizi, kebiasaan makan sehat sebagai aktivitas di kelas dan melakukan kolaborasi dengan keluarga, guru-guru, dokter sekolah untuk menangani masalah gizi di sekolah.

Melibatkan anak-anak dalam segala proses

Program makan siang ini tidak hanya sekedar makan siang biasa. Program Shokuiku memiliki 4 tujuan utama, yaitu untuk mengembangkan pemahaman tentang diet sehat dan kebiasaan makan sehat sehari-hari, menumbuhkan interaksi sosial, menjadikan kebiasaan makan untuk perbaikan status gizi dan promosi kesehatan, serta memberikan pemahaman yang baik tentang produksi, distribusi bahan makanan sampai konsumsi makanan di atas piring.

Oleh karena itu, program ini melibatkan siswa-siswi dari awal proses. Mereka bertanggung jawab dalam membersihkan meja sebelum makan, pemorsian dan penyajian makanan. Selain itu, mereka juga belajar tata cara makan yang benar bersama teman-teman. Menu yang disajikan juga menjadi sarana belajar dalam mengenali sejarah dari bahan makanan tersebut dan juga budaya. Siswa-siswi akan mendapatkan pemahaman dan pengetahuan tentang kebiasaan makan yang baik dan mengajarkan rasa syukur akan makanan yang telah di sediakan.

Nah, Teman Sehat, menarik bukan? Dengan melibatkan anak-anak dalam semua proses, tentu akan membantu mereka untuk terus menyadari pentingnya mengonsumsi makanan sehat. Semakin terlibat anak-anak dalam kebiasaan makan sehat, mereka akan mengingat hal tersebut hingga nanti.

Editor & proofreader: Fhadilla Amelia, S.Gz

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *