Benarkah Meninggalkan Sarapan dapat menyebabkan Obesitas?

Halo Teman Sehat! Apakah kamu termasuk orang yang suka sarapan atau malah sering meninggalkannya? Sarapan merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat untuk  memulai hari dan memenuhi kebutuhan gizimu. Selain itu, sarapan dapat menjaga stamina tubuh supaya tetap baik, menjaga ketahanan fisik, dan meningkatkan fungsi otak untuk mengingat.

Kamu malas sarapan? Apa sih penyebabnya?

Banyak orang yang memilih buat skip sarapan. Kamu salah satunya? Hal mendasari perilaku tidak sehat ini adalah rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai manfaat dan risiko meninggalkan sarapan. Adapun alasan lainnya entah karena terlambat bangun, terburu-buru menuju kantor atau sekolah, malas menyiapkan sarapan, dan karena sedang mencoba menurunkan berat badan. Tapi, tahukah kamu kalau meninggalkan sarapan dapat menyebabkan kegemukan alias obesitas? Yuk, lanjut baca!

Kenapa ngga sarapan bisa menyebabkan obesitas?

Ternyata, selain bermanfaat untuk memenuhi sebagian kebutuhan gizi harian, sarapan juga bermanfaat untuk mencegah hipoglikemia (gula darah rendah), menstabilkan kadar gula darah, dan mencegah dehidrasi setelah berpuasa sepanjang malam. Rata-rata perbedaan antara waktu makan malam dan sarapan sekitar 8-10 jam. Jika Teman Sehat meninggalkan sarapan, maka perut akan kosong dalam jangka waktu yang cukup lama. Meninggalkan sarapan ini dapat menyebabkan jam biologis tubuh yang mengatur waktu makan menjadi terganggu.

Ketika bangun di pagi hari, kadar gula darah yang diperlukan untuk kinerja otot dan otak dalam keadaan rendah. Jika tidak sarapan, hal ini akan berdampak pada waktu makan selanjutnya, ayitu dengan mengonsumsi makanan yang banyak di jam makan siang maupun malam. Ngga heran juga jika pilihan jatuh pada makanan tinggi kalori, lemak, maupun gulan. Nah, hal ini yang menyebabkan meninggalkan sarapan bisa menjadi penyebab obesitas. Nah, yang perlu dikhawatirkan adalah dampak obesitas berikutnya, seperti risiko lebih tinggi terkena diabetes, penyakit jantung, dan stroke.

Bagaimana Sarapan yang Baik?

Sarapan yang baik memiliki menu makanan dengan kandungan karbohidrat, protein, serat, vitamin dan mineral secara seimbang untuk proses metabolisme. Selain itu, rutin lah melaksanakan sarapan secara teratur. Jika kamu tidak skip sarapan, asupan makanan di siang dan malam hari akan lebih terkontrol dari segi jumlah maupun jenisnya, sehingga bisa mencegah obesitas.

Selain itu, menu sarapan yang baik adalah yang memenuhi isi piringku. Isi piringku adalah panduan makanan sehat dari Kemenkes RI untuk porsi dalam sekali makan. Pada porsi sekali makan, jumlah porsi sayuran dan buah-buahan harus sebanding dengan porsi nasi dan lauk-pauk. Pada satu piring, setengah piring berisi 2/3 porsi makanan pokok dan 1/3 porsi lauk-pauk. Setengahnya lagi berisi 2/3 porsi sayur dan 1/3 porsi buah. Selain itu, jangan lupa cuci tangan dengan air mengalir dan minum air putih 8 gelas per hari serta melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit per hari.

Teman Sehat, itulah informasi mengenai hubungan sarapan dengan obesitas. Sarapan merupakan hal yang penting untuk menjaga kondisi kesehatan dan ketahanan tubuh. Oleh karena itu, jangan meninggalkan sarapan walau dalam keadaan sesibuk apapun. Jadi, sarapan apa kamu pagi ini?

Editor & proofreader: Fhadilla Amelia, S.Gz

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *