Mengenal Acute Respiratory Distress Syndrome

Acute Respiratory Distress Syndrome atau disingkat ARDS adalah salah satu kondisi gangguan berbahaya pada sistem pernapasan yang terjadi ketika ada cairan yang terkumpul pada bagian alveolus dalam paru-paru. Kondisi ini juga diketahui menjadi salah satu komplikasi yang muncul karena virus Covid-19 loh. Sahabat Sehat, kira-kira seberapa bahaya kah kondisi ini dan apa saja gejalanya?

gejala ARDS (acute respiratory distress syndrome)
Foto: Pexels.com

Apa itu ARDS?

ARDS terjadi ketika bagian kantung kecil dan elastis yang disebut alveolus dalam paru-paru terisi oleh cairan. Cairan ini mencegah paru-paru untuk bisa terisi udara, yang artinya oksigen yang masuk ke aliran darah bisa berkurang. Lama-kelamaan kondisi ini juga bisa mempengaruhi fungsi organ lainnya yang membutuhkan oksigen untuk bisa bekerja.

Kondisi ARDS biasanya terjadi pada orang-orang dengan kondisi sakit parah atau mengalami cedera yang signifikan. Sebagian besar kejadian ARDS dialami oleh pasien yang sudah atau sedang dirawat di rumah sakit karena alasan lain sebelum mengalami kondisi ini sebagai komplikasi. Meskipun begitu, ada juga kasus ARDS yang muncul secara cepat sebagai akibat dari infeksi atau penyebab lain yang darurat, seperti karena pneumonia atau karena tanpa sengaja menelan muntah sendiri.

Ada cukup banyak kasus ARDS yang menyebabkan kematian. Risiko kematiannya akan semakin tinggi seiring dengan bertambahnya usia dan tingkat keparahan penyakit. Tapi, ngga sedikit pula kasus pasien yang berhasil sembuh dari ARDS. Ada yang bisa sembuh sepenuhnya, namun ada juga yang sembuh dengan mengalami kerusakan permanen pada organ paru-parunya.

pasien acute respiratory distress syndrome
Foto: ersjournals.com

Gejala dan Penyebab ARDS

Gejala dari ARDS bisa berbeda-beda tergantung pada penyebab, tingkat keparahan, dan penyakit bawaan yang diderita. Beberapa contoh gejalanya adalah napas pendek dan tersengal, tekanan darah turun, merasa kebingungan, lemas dan kelelahan yang ekstrem.

ARDS terjadi ketika paru-paru terkena inflamasi parah karena infeksi atau cedera. Inflamasi ini menyebabkan cairan dari pembuluh darah terdekat masuk ke alveolus dan menyebabkan susah bernapas. Normalnya, ada lapisan membran yang melindungi cairan di pembuluh darah, tapi kondisi penyakit yang parah atau cedera bisa merusak membran ini.

Beberapa contoh penyebab ARDS paling umum adalah sepsis, yakni infeksi serius yang menyebar di aliran darah. Kemudian, juga bisa terjadi akibat menghirup atau menelan bahan berbahaya seperti asap atau bahan kimia dengan konsentrasi tinggi yang berbahaya bisa menimbulkan ARDS. Menelan muntah sendiri atau menelan air terlalu banyak saat tenggelam juga memiliki risiko yang sama.

ARDS juga bisa terjadi karena pneumonia akut. Kasus pneumonia yang bisa mengakibatkan ARDS adalah yang sudah pada tingkatan parah dan mempengaruhi kelima lobus dari paru-paru. Penyebab lainnya adalah mengalami cedera parah pada kepala, dada, dan sekitarnya, serta mengalami Covid-19.

Nah Sahabat Sehat, sekarang jadi sudah lebih tahu kan tentang ARDS? Semoga informasi ini bermanfaat, ya!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Mayo Clinic. 2020. ARDS. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ards/symptoms-causes/syc-20355576. Diakses pada 21 Februari 2022

NHS. 2020. Acute respiratory distress syndrome. https://www.nhs.uk/conditions/acute-respiratory-distress-syndrome/. Diakses pada 21 Februari 2022

WebMD. 2021. Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS). https://www.webmd.com/lung/ards-acute-respiratory-distress-syndrome. Diakses pada 21 Februari 2022

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.