Merasa Sakit Saat Badan Sehat, Waspada Psikosomatis!

Hai, Sahabat Sehat, pernahkah kamu mengalami suatu kondisi ketika merasa sakit, tapi saat ke dokter dan melakukan pemeriksaan labororatorium ternyata hasilnya baik dan menunjukkan kamu sebenanrya dalam kondisi sehat? Wah, mungkin saja kamu mengalami psikosomatis. Apalagi ditengah pandemi saat ini, rasa cemas dan khawatir berlebihan juga bisa membuat kamu rentan mengalami kondisi ini. 

mengenal gejala psikomatis
Foto; Unsplash.com

Apa itu psikosomatis?

Istilah ini mungkin masih asing untuk sebagian orang, tapi bisa saja tanpa sadar, kamu atau orang disekitarmu mengalami kondisi ini. Psikosomatis merupakan kondisi ketika munsulnya penyakit fisik yang disebabkan oleh adanya gabungan faktor organis dan psikologis. Kondisi ini timbul akibat adanya kegagalan sistem saraf dan sistem fisik karena rasa kegelisahan, konflik psikis, kecemasan dan gangguan mental. Pada kondisi ini keluhan yang paling sering, yaitu perasaan sakit, jantung berdebar, ketengan otot, berkeringat, gelisah, bingung, penurunan tingkat konsentrasi, kembung, muntah, mual, merasa gatal dikulit, dan lainnya.

Faktor Penyebab Psikosomatis

Banyak faktor yang bisa menyebabkan kondisi psikosomatis diantaranya, yaitu masalah kesehatan syaraf seperti adanya kerusakan akibat berbagai macam hal seperti penggunaan obat-obatan, penyakit menahun, benturan, pernah masuk rumah sakit, pernah operasi, dan adiksi obat-obatan.

mengenal apa itu gejala psikomatis
Foto: Unsplash.com

Faktor berikutnya yang paling sering menjadi penyebab utama kondisi ini, yaitu adanya gangguan psikologis seperti rasa cemas dan stress berlebih yang bisa memperparah kondisi penyakit fisik yang dialami. Pada pandemi covid saat ini sering terjadi gejala psikosomatis yang juga menyerang sistem pernafasan seperti adanya perasaan sesak napas. Hal ini terjadi bukan karena tertular covid, melainkan gejala yang ditimbul akibat rasa khawatir dan ketegangan yang berlebihan.

Terapi untuk Mengendalikan Psikosomatis

Psikosomtais terapi, seperti meditasi menjadi salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk meringankan stress dan kecemasan yang dialami. Teknik meditasi bisa dilakukan secara mandiri pada malam maupun siang hari. Relaksasi meditasi mampu memperbaiki emosi dan meningkatkan kesehatan fisik. Beberapa jenis metode meditasi yang bisa kamu coba, yakni relaksasi benson, relaksasi zikir dan terapi mindfulness.

Segala sesuatu yang berlebihan tentu ngga baik, begitu pula rasa cemas dan khawatir. Lakukan pemeriksaan ke dokter saat kamu merasa sakit, jangan ragu untuk mempertimbangkan ke ahli kejiwaan atau psikiater jika kamu merasakan kondisi psikosomatis. Semoga informasi ini bermanfaat,  Sahabat Sehat!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Fanira, S., & Rohmadani, Z. (2021). Psikosomatis Ditinjau dari Self-Resilience yang Dimiliki Mahasiswa Semester Akhir di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Journal of Psychological Perspective, 3(1), 35-39. doi:https://doi.org/10.47679/jopp.311212021
https://www.ukinstitute.org/journals/jopp/article/view/3106

Delia Yusfarani. 2021. Hubungan Kecemasan dengan Kecendrungan Psikosomatis Remaja Pada Pandemi Covid 19 Di Kota Palembang. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi.
http://ji.unbari.ac.id/index.php/ilmiah/article/view/1328

Ratih Apriyani SP. 2018. Faktor-Faktor Penyebab Psikosomatis pada Orang dengan Kecenderungan Psikosomatis. Jurnal Imiah Psikologi. Vol 6, No 3.
http://e-journals.unmul.ac.id/index.php/psikoneo/article/view/4659

Handayani, P. A., M. Dwidiyanti dan M. Mu’in. 2021. Pengaruh Mindfullness terhadap Tingkat Stress pada Ibu yang Bekerja Sebagai Perawat Critical Care. Indonesian Journal of Nursing Research. Vol 4, No. 1.
http://jurnal.unw.ac.id:1254/index.php/ijnr/article/view/879

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.