Negara Termalas di Dunia, di Manakah Itu?

Halo Teman Sehat! Hasil penelitian dari Stanford University baru-baru ini mengungkapkan sebuah fakta menarik. Terdapat 717.527 orang di 111 negara di dunia yang terlibat dalam penelitian ini. Menggunakan informasi dari aplikasi smartphone berbasis sensor gerakan, penelitian ini bisa mengukur aktivitas fisik pada tingkat global.

Penelitian difokuskan pada 46 negara dengan pengguna apps minimal 1.000 orang di masing-masing negara. Sebanyak 90% pengguna berasal dari 32 negara berpenghasilan tinggi dan 10% lainnya berasal dari 14 negara berpenghasilan menengah.

Kesenjangan aktivitas fisik

Peneliti juga menilai usia, jenis kelamin, berat badan, dan tinggi badan pengguna apps buat menghitung kesenjangan aktivitas fisik di setiap negara yang prinsipnya sama dengan menghitung kesenjangan pendapatan menggunakan Gini index.

“Hasilnya menunjukkan berapa banyak masyarakat yang tergolong kaya dan miskin dalam konteks aktivitas fisik. Ada banyak orang yang memiliki aktivitas fisik rendah pada negara dengan kesenjangan aktivitas fisik yang tinggi. Hal ini adalah prediktor kuat untuk menentukan status kesehatan suatu negara,” ungkap Scott L. Delp, PhD, salah satu peneliti dalam project ini.

Kamu penasaran gimana hasilnya?

Gambar: nature.com

Rata-rata, 4.961 adalah jumlah langkah orang per hari di seluruh negara yang diteliti. Hong Kong adalah tempat yang paling aktif dengan 6.880 langkah setiap harinya. Begitu juga dengan orang Jepang yang punya rata-rata 6.010 langkah per hari. Kamu tau ngga, negara mana yang paling sedikit jumlah langkahnya? Indonesia!

Orang Indonesia cuma punya rata-rata 3.513 langkah setiap harinya. Berkat data ini, kini Indonesia punya julukan baru: negara termalas di dunia! Iya, itulah julukan buat negeri kita dari media-media internasional. Duh, sedih ngga?

Terus, apa artinya?

Rendahnya aktivitas fisik emang udah jadi masalah. Bukan cuma di Indonesia, masalah ini juga jadi concern khusus di dunia. Masalah ini penting buat diatasi karena aktivitas fisik yang rendah adalah salah satu penyebab overweight dan obesitas yang semakin hari semakin meningkat.

World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa angka obesitas telah mengalami kenaikan lebih dari 2 kali lipat sejak tahun 1980. Di Indonesia, data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa orang yang mengalami overweight dan obesitas telah meningkat dari 10% dan 11,7% pada tahun 2010 menjadi 11,5% dan 14,8% di tahun 2013.

Nah, kejadian overweight dan obesitas adalah pemicu munculnya Penyakit Tidak Menular (PTM), seperti stroke, diabetes, dan penyakit jantung. Parahnya, data WHO menyebutkan bahwa sebanyak 71% kematian di Indonesia diakibatkan oleh PTM. Serem kan?

Nah, gimana Teman Sehat? Apakah kamu sudi kalau negeri kita diberi label sebagai negara termalas di dunia? Tulis yuk jawabanmu di kolom komentar!

Editor & Proofreader: Kurnia Dwi Juliani, S.Gz

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.