Sahabat Sehat, apakah kamu pernah membeli roti dan beberapa hari kemudian muncul bercak warna pada roti tersebut? Yap, bercak tersebut adalah jamur. Ketika mendapati adanya jamur pada roti, biasanya ada dua kemungkinan yang dilakukan, yaitu membuang roti tersebut, atau memutuskan untuk tetap mengonsumsinya. Amankah untuk mengonsumsi roti berjamur tersebut? Simak sampai habis ya!
Jamur pada roti

Roti merupakan makanan yang mudah rusak. Adanya penurunan umur simpan bisa dikarenakan adanya jamur atau kapang yang berfilamen. Pertumbuhan jamur ini didorong oleh kondisi hangat dan lembap. Di luar ruangan, jamur bisa ditemukan di beberapa tempat seperti tempat yang teduh atau lembap. Sedangkan dalam ruangan, jamur ditemukan pada tempat yang tingkat kelembapannya tinggi.
Biasanya, produk roti membusuk dengan cepat karena adanya pertumbuhan spesies Penicillia dan Aspergilli. Jamur Penicillium spp. bisa tumbuh di permukaan roti dan membentuk lapisan berwarna biru kehijauan, sedangkan Aspergillus spp. membentuk lapisan kebiruan atau kekuningan. Keberadaan jamur tersebut ternyata juga berkaitan diproduksinya mikotoksin yang menyebabkan keracunan.
Yuk, kenali mikotoksin
Mikotoksin merupakan zat beracun yang dihasilkan oleh jamur tertentu. Saat ini terdapat lebih dari 300 varietas mikotoksin. Beberapa mikotoksin memiliki efek yang bersifat akut dengan gejala penyakit parah yang muncul dengan cepat setelah dikonsumsi. Sedangkan beberapa mikotoksin lainnya memiliki efek jangka panjang pada kesehatan, termasuk induksi kanker dan defisiensi imun.
Jangan buang bagian yang berjamur saja
Ketika melihat roti yang berjamur, konsumen seringkali hanya membuang bagian yang terlihat berjamur aja dan tetap mengonsumsi bagian lainnya. Hal seperti ini sebaiknya dihindari, karena terdapat kemungkinan bahwa miselium hialin pada jamur telah menyebar ke dalam roti dan memproduksi mikotoksin. Zat beracun ini juga bisa berpindah dan tersebar dari tempat yang berjamur ketempat lainnya yang bebas jamur.
Jangan konsumsi meski sudah bipanaskan

Mungkin diantara Sahabat Sehat ada yang berpikir bahwa dengan memanggang atau memanaskannya, roti yang berjamur jadi aman kembali dikonsumsi. Faktanya, mikotoksin memiliki sifat tahan terhadap panas. Pada suhu pemasakan (100-210 °C) dan waktu dibawah 60 menit, mikotoksin ngga bisa hilang sepenuhnya. Kebanyakan mikotoksin stabil dan bertahan meskipun telah melalui pemrosesan makanan. Nah oleh karena itu, bisa dikatakan bahwa memanaskan kembali roti berjamur ngga akan membuatnya aman untuk dikonsumsi lagi.
Jika kamu menemukan roti dengan permukaan yang sudah berjamur, lebih baik roti tersebut langsung dibuang, sebab bisa saja sudah terkontaminasi juga di bagian bawah permukaannya. Selain itu, juga jangan dihirup ya, karena bisa menyebabkan gangguan pernafasan.
Sahabat Sehat, semoga informasi ini bermanfaat, ya! Ingat, kesehatan nomor satu, jangan sampai memaksakan konsumsi roti yang sudah berjamur tapi justru merugi karena sakit, Salam Sehat!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjnati, STP

Berarti harus langsung dibuang rotinya ☹️