Di Indonesia, makanan pendamping ASI (MPASI) bisa diberikan umumnya mulai usia 6 bulan. MPASI bertujuan untuk menunjang tumbuh kembang, karena ASI sudah ngga lagi mencukupi kebutuhan zat gizi.
Dalam menjalankan prosesnya, kemampuan makan sendiri melalui pengenalan beragam tekstur makanan, akan terangsang. Keterampilan ini berkaitan dengan kemampuan motorik oral atau oromotor.

Mengenal oromotor
Oromotor merupakan alat gerak pada oral (mulut), sejenis stimulasi motorik halus dan kasar yang berhubungan dengan keterampilan makan. Oromotor melibatkan otot wajah, bibir, langit-langit mulut (palatum) bagian depan yang keras dan belakang yang lembut, anak tekak kerongkongan, pita suara, gusi, gigi, dan lidah.
Oromotor adalah pondasi dasar dalam keterampilan makan yang membutuhkan koordinasi gerak di antara organ rongga mulut ini. Kemampuan ini ngga bisa diperoleh secara langsung atau instan, melainkan perlu dipelajari dan dilatih secara bertahap.
Oleh karenanya, bayi yang sedang melakukan eksplorasi dengan organ mulutnya perlu mendapatkan dukungan sepenuhnya dari orang tua. Misalnya, mengisap, mengunyah, menelan, dan bernapas, hingga minum menggunakan sedotan kecil maupun besar. Alat bantu berupa teether juga bisa digunakan untuk mempertajam sensor oromotornya. Pematangan gerakan oromotor akan mendasari produksi suara dan keterampilan makan pada anak.
Gangguan oromotor
Stimulasi oromotor yang kurang optimal, anak akan rentan mengalami gangguan oromotor. Gangguan ini bisa berdampak terhadap perkembangan tumbuh kembangnya di masa depan. Orang tua perlu waspada jika mendapati ciri, seperti anak sering mengemut makanan dan sulit untuk mengunyah, menghindari makanan yang membutuhkan usaha lebih untuk dikunyah dan bertekstur lengket, atau bagian bibir atau lidah sering tergigit tak sengaja saat makan.
Ciri lainnya, yaitu anak lebih menyukai makanan garing dan renyah seperti kerupuk, kesulitan menggerakkan lidah dan membuat kata-kata yang sulit dipahami, mengeluarkan air liur dalam jumlah banyak, serta mengalami keterlambatan dan masalah bicara (cadel, gagap, bicara terlalu cepat).

Cara merangsang oromotor sejak bayi
Stimulasi oromotor pada setiap anggota gerak bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut. Pertama, bagian lidah bisa dirangsang melalui menjilat es krim, vla pudding, atau bantuan sikat gigi elektrik. Kedua, bagian pipi dan bibir dengan meniup sedotan, hisap udara, bersiul dan bermain berbagai macam karakter wajah lucu. Ketiga, daerah gigi dan rahang bisa dirangsang dengan menggigit wortel rebus, menggigit mainan yang bergetar, memakan makanan dingin.
Mencegah beragam masalah kesehatan, seperti gangguan makan dan speech delay bisa diminimalisir dengan mengasah kemampuan oromotor secara perlahan. Latih oromotornya sejak dini, yuk!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
