Perlukah Penderita Migrain Menghindari Konsumsi Kafein?

Teman Sehat, apakah di antara kamu ada yang sering mengalami migrain? Yap, migrain atau sakit kepala sebelah, akan sangat mengganggu ketika sedang kambuh. Tahukah kamu ternyata penderita migrain termasuk kelompok sensitif pada zat kafein yang ada di kopi, teh maupun cokelat? Apakah benar mengonsumsinya akan meningkatkan risiko migrain? Yuk, simak penjelasannya di sini!

Faktor pemicunya

Teman Sehat, ada beberapa faktor yang bisa memicu timbulnya migrain. Bisa dipicu dari dalam maupun luar tubuh, seperti ruangan yang terlalu redup atau terlalu terang, perubahan hormonal, kurangnya tidur, kurangnya asupan makan, stres dan kecemasan yang berlebihan.

Pada masa pandemi ini, banyak orang yang merasa khawatir karena informasi yang banyak didapatkan, sehingga bisa memicu stres pada pikiran. Stres yang berlebihan, juga bisa mengganggu imunitas tubuh, loh! So, membuat kamu lebih mudah untuk terkena penyakit.

Efek kafein pada penderita migrain

Studi yang baru dipublikasikan oleh American Journal of Medicine, menyatakan bahwa seseorang yang memiliki riwayat penyakit ini, termasuk ke dalam kelompok yang sensitif pada kafein alami (pada kopi, teh, dan cokelat) maupun buatan (pada minuman berenergi). Hasil studi ini menunjukkan bahwa, mengonsumsi lebih dari 3 cangkir kopi perhari bisa memicu sakit kepala.

Selain penderita migrain, kelompok sensitif ini juga dialami oleh perempuan dalam masa menstruasi. Penyakit ini, akan berisiko 3 kali lipat terjadi, pada perempuan dewasa jika dibandingkan dengan pria dewasa, loh! Migrain yang terjadi pada perempuan berhubungan dengan perubahan hormonal selama siklus menstruasi.

Batas aman konsumsinya

Perlu diketahui, setiap jenis minuman memiliki kadar kafein yang berbeda-beda. Batas aman yang ditentukan oleh FDA (Food and Drug Administration) yaitu 400 mg tiap hari atau sekitar 4 cangkir kopi tiap harinya. Anjuran ini diperuntukan bagi kelompok orang dewasa yang sehat dan ngga memiliki riwayat penyakit sakit kepala.

Anjuran ini juga ngga diperuntukan bagi perempuan hamil maupun anak di bawah umur. Hal ini dikarenakan kelompok ini memiliki jantung yang lebih lemah. Jika mengonsumsi kafein berlebih, maka bisa menyebabkan meningkatkan detak jantung yang berisiko pada kesehatan.

Nah, untuk kamu yang memiliki riwayat migrain, mulai sekarang bisa mencoba untuk mengurangi konsumsinya. Ada baiknya, di masa pandemi ini, kamu perlu mengatur pola hidup yang lebih sehat dengan mengatur pola makan, pola tidur dan aktivitas fisik untuk menjaga kebugaran tubuh.

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *