Perubahan Kulit saat Hamil, Wajar Ngga, ya?

Teman Sehat, dalam keadaan hamil, bukan cuma kondisi perut, berat badan, dan mood aja loh, yang berubah. Tapi, kulit, rambut, bahkan kuku juga, karena adanya perubahan hormon saat hamil.

Kamu ngga perlu cemas dengan hal ini, selama perubahannya masih dalam keadaan normal. Perubahan ini terjadi karena beberapa hal terkait dengan hormon selama kehamilan. Mau tau apa aja? Let’s check it out!

1. Perubahan warna kulit

Hiperpigmentasi atau perubahan warna pigmen kulit, bisa terjadi dari trimester awal kehamilan, walaupun biasanya terjadi pada trimester akhir. Hal ini terjadi, karena  adanya peningkatan hormon di ovarium dan placenta, seperti β-melanocyte Stimulating Hormone, progresteron, esterogen, dan kortisol pada kehamilan.

Hormon ini, akan meningkatkan sel pemberi warna pada kulit (melanosit) di anggota tubuh tertentu, seperti puting payudara, bekas luka, dan bagian kulit yang terkena paparan sinar matahari.

Sebenarnya, ngga banyak yang bisa dilakukan untuk mengurangi hal ini, tapi setelah melahirkan dan hormon kembali normal, maka warna kulit mu akan kembali seperti sedia kala.

2. Munculnya stretch marks

Salah satu masalah yang dianggap besar saat kehamilan adalah stretch mark. Hampir 96.1% stretch mark terjadi di bagian perut. Risiko munculnya semakin tinggi, pada bumil dengan usia muda, kenaikan berat badan yang signifikan, dan riwayat stretch marks pada bumil dan keluarganya.

Terkadang, masalah ini bisa membuat bumil stres, karena ketakutan stretch mark yang membekas di kulitnya. Padahal, stretch mark bisa dicegah, loh dengan melakukan pijat atau massage di sekitar areanya dengan trofolastin cream. Kandungan centella asiatica extract dan kolagen yang tinggi dalam krim, akan membantu mempermudah regenerasi sel kulit. Selain itu, dengan berkembangnya teknologi, strecth marks bisa dihilangkan dengan metode laser, loh!

3. Perubahan rambut

Perubahan rambut pada bumil, beragam loh! Mulai dari mudah rontok, hingga tumbuh rambut di daerah yang ngga lazim, seperti di bawah dagu atau dikenal dengan istilah hirsutisme.

Pada akhir kehamilan, biasanya fase perkembangan rambut berlangsung sangat cepat, terutama di kepala bagian depan sehingga rentan rontok. Rontok ini, disebabkan meningkatnya hormon esterogen dan androgen yang terjadi selama kehamilan. Hirsutisme akan berkurang, setelah melahirkan dan rambut rontok akan tumbuh lagi sekitar 3 – 12 bulan.

Nah, sekarang kamu udah tau kan, ternyata perubahan kulit pada bumil itu wajar. Adanya perubahan hormon, menyebabkan perubahan di kulit kamu. Jadi jangan sampai stres berlebihan, ya! Kalau kamu merasa risih dan terganggu dengan hal ini, sebaiknya konsultasikan ke tenaga kesehatan, buat mengurangi dampaknya. Yuk, jadi bumil yang cermat berpikir, teliti dalam bertindak, agar ibu dan bayi tetap sehat!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *