Psoriasis, Ketika Sel Kulit Tumbuh Terlalu Cepat

Kalau di film genre sci-fi pertumbuhan sel kulit yang cepat merupakan kekuatan super, di dunia nyata hal tersebut justru bisa menjadi masalah kesehatan, loh, Sahabat Sehat! Yap, pertumbuhan sel kulit yang bisa mencapai 10 kali lebih cepat dari kondisi normalnya ini disebut sebagai psoriasis. Penyakit ini diderita oleh lebih dari 125 juta penduduk dunia dan 2,5% penduduk Indonesia. Yuk, simak penjelasan berikut!

Apa itu psoriasis?

Psoriasis adalah peradangan kulit kronik akibat aktivitas sistem imun yang menyebabkan sel kulit tumbuh dengan cepat. Penumpukan kulit mati akibat regenerasi yang cepat menyebabkan timbulnya ruam kemerahan yang ditutupi sisik putih. Meski dapat terjadi di bagian tubuh mana saja, psoriasis kerap muncul di kulit kepala, wajah, telapak tangan, siku, lutut, telapak kaki, dan kemaluan.

Penyakit ini merupakan penyakit ngga menular yang kemunculannya dipengaruhi oleh dua faktor, yakni genetik dan lingkungan. Faktor genetik merupakan faktor risiko utama dari psoriasis. Sementara itu, faktor lingkungan yang dapat memicu timbulnya psoriasis adalah infeksi patogen (seperti Streptococcus), obesitas, konsumsi obat-obatan (seperti obat lithium, antimalaria, dan obat non-steroid anti-inflamasi), konsumsi alkohol, stres, dan merokok. Psoriasis ngga akan muncul atau termanifestasi apabila ngga ada faktor lingkungan yang memicu.

jenis dan tanda psoriasis
Foto: Pixabay.com

Jenis dan tanda psoriasis

Jenis psoriasis ditentukan berdasarkan manifestasi atau penampakan klinisnya. Penampakan yang paling mudah diidentifikasi dan sering terjadi, yakni plak kronis atau psoriasis vulgaris. Jenis ini tampak berupa plak berbatas tegas yang berwarna kemerahan tertutup sisik putih pada kulit putih atau berwarna abu-abu pada kulit hitam. Plak tersebut umumnya terasa gatal dan menyakitkan serta bisa retak dan berdarah. Psoriasis vulgaris juga dapat menyebabkan kuku berubah warna, berlekuk (pitting), hingga terlepas dari dasar kuku.

Jenis lain psoriasis yang lebih jarang terjadi, yakni psoriasis gutata, psoriasis eritodermik, psoriasis pustulosa, dan psoriasis inversa (terbalik). Psoriasis gutata ditandai oleh bintik merah kecil dan biasanya muncul di badan dan anggota gerak. Jenis ini umum terjadi pada anak atau remaja setelah mengalami infeksi Streptococcus pada saluran pernapasan atas.

Psoriasis eritodermik ditandai oleh eritema (bercak merah akibat pelebaran pembuluh darah), sisik, dan terkelupasnya kulit hingga 75% permukaan tubuh. Psoriasis jenis ini berhubungan dengan hipotermia, kegagalan jantung, ketidakseimbangan elektrolit, gatal, dan nyeri kulit serta dapat berakibat fatal.

Psoriasis pustulosa ditandai oleh bintil berisi nanah yang disertai oleh eritema. Sementara itu, psoriasis inversa umumnya berbentuk plak berbatas tegas yang halus disertai eritema. Jenis ini terdapat di anggota tubuh yang terlipat, seperti ketiak dan alat kelamin.

jenis,tanda dan penanganan psoriasis
Foto: Freepik.com

Penanganan psoriasis

Meski psoriasis belum dapat disembuhkan, psoriasis dapat diatasi gejalanya dan dicegah kejadian kambuhnya. Gejala psoriasis ringan hingga sedang dapat diatasi dengan pemberian terapi topikal dalam bentuk krim pelembap. Terapi topikal yang diberikan antara lain seperti analog vitamin D (calcipotriol), kortikosteroid, retinoid, dan coal tar.

Terapi lain yang dapat diberikan adalah fototerapi, yakni penyinaran dengan sinar UVA dan NBUVB. Apabila psoriasis telah meluas hingga menyebabkan gangguan kuku dan psoriasis artritis, terapi obat sistemik dapat diberikan. Obat yang diberikan antara lain metotreksat, retinoid, siklosporin, dan fumarat.

Jika Sahabat Sehat mengalami gejala psoriasis, jangan lupa periksakan ke dokter spesialis kulit dan kelamin supaya segera tertangani, ya! Semoga informasi ini bermanfaat!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Griffiths, C.E.M. 2021. Psoriasis. The Lancet, 397 (10281): P1301-1315. https://www.thelancet.com/journals/lancet/article/PIIS0140-6736(20)32549-6/fulltext

Jaliman, D. 2019. Psoriasis. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/psoriasis/understanding-psoriasis-basics . Diakses pada 26 Oktober 2021.

Krisnarto, E., Novitasari, A., dan Aulirahma, D.M. 2016. Faktor Prediktor Kualitas Hidup Pasien Psoriasis: Studi Cross Sectional. Jurnal Kedokteran Muhammadiyah, 5(1). https://jurnal.unimus.ac.id/index.php/kedokteran/article/view/2584

Nair, P.A. dan Badri, T. 2021. Psoriasis. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK448194/ . Diakses 26 Oktober 2021.

Raharja, A., Mahil, S.K., dan Barker, J.N. 2021. Psoriasis: a brief overview. Clinical Medical Journal. https://www.rcpjournals.org/content/clinmedicine/21/3/170

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.