Rontgen saat Hamil, Aman Ngga ya?

Teman Sehat, untuk keperluan diagnosa tertentu, ada kalanya dokter menyarankan pasien menjalani pemeriksaan X-ray—atau rontgen. Pemeriksaan ini, bisa dilakukan oleh siapa saja, baik pria, wanita, anak kecil atau lansia, tergantung kebutuhannya. Tapi, gimana ya, kalau pasiennya ibu hamil (bumil)? Boleh ngga ya, dilakukan? Yuk, cari tahu jawabannya di sini!

Apa itu X-Ray?

X-ray merupakan tindakan pemeriksaan medis yang menghasilkan gambar struktur tubuh bagian dalam, terutama tulang pasien. Pemeriksaan ini berlangsung cepat dan tanpa rasa sakit. Pancaran sinar X, akan menembus tubuh dan diserap oleh bagian di dalam tubuh.

Bagian padat (seperti tulang atau logam) akan tampak berwarna putih pada hasil gambar, udara di paru-paru berwarna hitam, sementara lemak dan otot berwarna abu-abu. Beberapa jenis pemeriksaan X-ray, akan menambahkan zat tertentu, seperti iodium atau barium, yang akan dimasukkan ke dalam tubuh untuk memberikan detail lebih besar pada gambar.

Untuk apa ya, X-ray dilakukan?

Dokter akan menyarankan pemeriksaan X-ray pada pasien untuk beberapa tujuan, seperti memeriksa area yang dirasakan sakit atau ngga nyaman oleh pasien, memantau perkembangan penyakit yang didiagnosis, dan memeriksa perkembangan perawatan yang diberikan pada pasien.

Paparan radiasi

Paparan radiasi bisa menyebabkan mutasi sel yang bisa menyebabkan kanker. Hal ini yang menyebabkan, beberapa orang khawatir, kalau X-Ray itu ngga aman. Tapi, kamu tau ngga, ternyata paparan radiasi dari X-ray itu rendah, loh! Sehingga manfaatnya lebih besar daripada risikonya.

Pada pelaksanaannya, jumlah radiasi yang dipaparkan tergantung pada jaringan atau organ yang diperiksa. Kepekaan terhadap radiasi tergantung pada usia pasien, di mana anak-anak lebih sensitif daripada orang dewasa.

Amankan X-Ray pada bumil?

Sebagian besar pemeriksaan X-ray (lengan, kaki, kepala, gigi, atau dada) ngga akan memaparkan radiasi ke organ reproduksi. Pasien akan disuruh menggunakan pakaian  khusus dan kerah berbahan timah yang disediakan untuk memblokir radiasi yang tersebar. Jika X-ray dilakukan pada area perut, maka bisa saja risiko dialami oleh si kecil  tergantung pada usia dan jumlah paparan radiasinya.

Melakukan X-ray selama kehamilan ngga meningkatkan risiko keguguran atau menyebabkan masalah pada bayi yang belum lahir, seperti cacat lahir dan masalah perkembangan fisik atau mental. Tapi, kalau bumil menjalani pemeriksaan X-ray dan terpapar dengan radiasi, ada kemungkinan peningkatan risiko yang sangat kecil pada bayi. Inilah sebabnya dosis radiasi yang dipaparkan,selalu diberikan serendah mungkin.

Nah, buat kamu bumil yang  ingin melakukan pemeriksaan X-ray, pastikan kamu telah mendiskusikan hal ini dengan dokter kandungan atau tenaga medis yang bersangkutan. Walaupun usia kehamilan kamu masih diragukan, hal ini akan membantu mereka mempertimbangkan dan menilai pilihan perawatan. Yuk, tetap jaga kesehatan kamu, Teman Sehat!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *