Sahabat, Teman Berbagimu

Seberapa penting sih, sahabat buat kamu, Teman Sehat? Biasanya saat bersama  orang terdekat, salah satunya sahabat, kamu akan bebas mengekspresikan diri tanpa malu dan ragu. Selain itu, kamu juga bisa berbagi banyak hal dengan mereka.

Ada beberapa orang yang lebih nyaman membagikan rahasia mereka dengan sahabat daripada pada keluarga. Tapi, ada juga orang yang mempunyai kesulitan dalam memulai sebuah pertemanan. Padahal, punya teman dekat, bisa memberi manfaat, loh buat kesehatan mental kamu. Mau tau apa aja? Let’s check it out!

Hubungan persahabatan dan kesehatan mental

Biasanya, orang yang memiliki masalah kesehatan mental berat, punya jaringan sosial yang lebih kecil. Jaringan sosial yang lebih kecil (dengan hubungan intim yang lebih sedikit), bisa membuat kamu merasa lebih sulit buat mengelola situasi sosial. Orang dengan masalah ini, sering mengantisipasi penolakan dari orang lain.

Mereka mungkin akan menghindari kontak sosial, sebagai bentuk dari sisi negatif yang dimilikinya. Tapi sebenarnya, mereka tetap butuh teman loh, agar tetap terikat dan membantu menyamakan sudut pandangnya. Secara ngga langsung, sahabat akan membantu kamu membentuk fondasi dalam mengatasi masalah hidup.

Cara bertemu orang baru

Biasanya, persahabatan terjadi secara spontan atau alami, karena adanya persamaan hobi atau kenyamanan bersama. Tapi, ada beberapa orang yang membutuhkan usaha lebih, buat menemukan sahabatnya. Hal ini dikarenakan, ngga semua orang nyaman bertemu dengan orang baru. Jika dipaksakan, mereka akan merasa dalam keadaan sulit, bahkan stres, loh!

Nah, untuk menghindari hal tersebut, kamu bisa melakukan beberapa hal sebelum menemui orang baru, seperti mengetahui hobi yang disukai, mempertimbangkan beberapa hal sebelum bergabung dengan komunitas atau mencoba bergabung menjadi sukarelawan. Bergabung dengan komunitas yang mengalami hal yang sama dengan kehidupan kamu, akan menambah wawasan dan tips menjaga hubungan persahabatan, loh!

Persahabatan sejak remaja dan dampaknya

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Rachel di University of Virginia (UV),  pertemanan yang dimulai dari masa remaja, memberikan dampak positif di usia dewasanya. Remaja yang membina persahabatan dari usia 15 tahun cenderung memiliki kecemasan sosial yang lebih rendah, rasa harga diri yang lebih tinggi, dan sedikitnya gejala depresi pada usia 25 tahun.

Selain itu, menurut penelitian yang dilakukan Rachel, seseorang yang dianggap populer semasa remaja mempunyai perasaan kecemasan sosial yang lebih besar saat dewasa.

“Penelitian kami menemukan bahwa kualitas pertemanan selama masa remaja dapat secara langsung memprediksi aspek kesehatan mental dan emosional jangka panjang,” kata Narr.

Teman Sehat, mempunyai teman baik sama artinya dengan menjadi seseorang yang baik. Mendengaran curhatan dan memberikan saran sebaik mungkin kepada sahabatmu, akan sedikit meringankan bebannya. Selain itu, secara ngga langsung kamu juga berperan dalam menjaga kesehatan mentalnya. Yuk, jaga kesehatan mental untuk hidup yang lebih baik!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *