Serba-Serbi Diabetes yang Perlu Kamu Ketahui

Tahukah kamu, bahwa Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita diabetes tertinggi ketujuh dari sepuluh negara pada tahun 2019, dengan jumlah mencapai 10,7 penderita? Wah cukup banyak ya, Teman Sehat? Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat, apabila Indonesia ngga melakukan langkah pencegahan yang berarti. Tanggal 18 April merupakan Hari Diabetes Nasional, peringatan ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mencegah dan memberantas diabetes.

Diabetes, Blood Sugar, Diabetic, Medicine, Insulin
Foto: Pixabay.com

Apa saja jenis diabetes?

Diabetes melitus atau diabetes merupakan penyakit akibat gangguan metabolisme tubuh, yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah melebihi batas normal. Terdapat 3 jenis diabetes yang diklasifikasikan berdasarkan penyebabnya, antara lain:

  1. Diabetes melitus tipe 1, disebabkan oleh kerusakan sel beta pankreas, sehingga pankreas ngga bisa memproduksi hormon insulin sama sekali. Hormon insulin merupakan hormon yang berfungsi untuk mengatur kadar gula dalam darah. Jadi, bila ngga ada hormon insulin sama sekali, akibatnya gula darah menjadi meningkat.
  2. Diabetes melitus tipe 2, disebabkan oleh resistensi insulin, yang menyebabkan sel tubuh ngga mampu menyerap gula darah, karena hormon insulin ngga dapat ”digunakan”. Resistensi insulin bisa disebabkan oleh faktor genetik, obesitas, gaya hidup kurang sehat, stress, dan lainnya.
  3. Diabetes gestasional, disebabkan oleh kondisi kehamilan. Biasanya diabetes gestasional terjadi pada minggu ke-24 kehamilan dan akan normal kembali sesudah persalinan.

Dari ketiga jenis diabetes tersebut, 90% diabetes yang terjadi merupakan diabetes melitus tipe 2 loh, Teman Sehat!

Apa saja gejala diabetes?

Woman, Water, Model, Drink, Photography, Hair, Passion
Foto: Pixabay.com

Nah, sekarang mari kita simak gejala dari ketiga tipe diabetes tersebut. Gejala pada diabetes melitus tipe 1 adalah sering buang air kecil. sering haus, mudah lapar, berat badan menurun, cepat lelah, gatal-gatal pada kulit, dan iritabilitas atau cepat marah.

Sementara itu, diabetes melitus tipe 2 sering ngga menunjukkan gejala dan baru terdeteksi saat penyakit sudah berkembang maupun setelah terjadi komplikasi. Wah bisa berbahaya, ya! Maka dari itu, sangat penting untuk melakukan deteksi dini dengan cek gula darah berkala. Tapi secara umum diabetes tipe 2 bisa dikenali dari gejala seperti mudah mengalami infeksi, sulit sembuh dari luka, dan menurunnya daya penglihatan.

Bagaimana cara mencegah diabetes?

silhouette of three women running on grey concrete road
Foto: Unsplah.com

Diabetes dikategorikan sebagai Penyakit Tidak Menular (PTM). Kementerian Kesehatan mencanangkan gerakan “CERDIK” sebagai bentuk pencegahan PTM.  Yuk simak “CERDIK” untuk mencegah diabetes!

C, cek kesehatan rutin. Lakukan pemeriksaan gula darah secara berkala, minimal sekali dalam sebulan. Pastikan kadar gula darahmu sebelum puasa (Gula Darah Sewaktu) sejumlah <200 mg/dL atau kadar gula darahmu setelah puasa (Gula Darah Puasa) sejumlah <126 mg/dL.

E, enyahkan asap rokok. Rokok terbukti berbahaya bagi perokok itu sendiri maupun yang terpapar asap rokok.

R, rajin beraktivitas fisik. Lakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang minimal 150 menit / hari, ya! Contoh aktivitas fisik sedang adalah mengangkat beban ringan, jogging, bersepeda dengan kecepatan normal, dan lainnya.

D, diet seimbang. Pilihlah makanan bergizi untuk dikonsumsi. Jangan lupa untuk menghindari makanan tinggi lemak, minyak, dan gula, ya!

I, istirahat cukup. Tidurlah minimal 7-8 jam/hari.

K, kelola stress. Stress bisa memicu beragam penyakit. Jadi selain memerhatikan kesehatan fisik, jangan lupa juga kesehatan mentalmu, ya!

Tentunya di masa pandemi ini perlu tetap berhati-hati. Terlebih para penderita diabetes, karena diabetes merupakan penyakit komorbid atau penyerta yang dapat memicu keparahan COVID-19. Jadi tetap patuhi protokol kesehatan, ya! Selamat Hari Diabetes Nasional, Teman Sehat!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti STP

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.