Sahabat Sehat, pasti pernah kan nontoh film berlatar luar angkasa? Mungkin kamu juga sering mendengar misi Gemini dan Apollo. Kalau, iya, kamu suka penasaran ngga sih astronot makan apa saja? Yuk, intip fakta menarik seputar makanan astronot di sini!
Apa itu Space food?
Space food adalah makanan yang dibuat dan diproses untuk dikonsumsi astronot selama misi luar angkasa. Dengan persyaratan bergizi seimbang sesuai kebutuhan individu astronot, yakni sebesar 2800 kkal energi setiap harinya. Selain itu, juga mudah dan aman untuk disimpan, disiapkan, dan dikonsumsi di lingkungan tanpa gaya gravitasi yang dikelilingi oleh mesin dan alat pesawat ruang angkasa berawak.

Makanan memainkan peran sosial dan psikologis penting selama astronot bertugas di ISS (International Space Station). Selain makanan terstandar, anggota kru diperbolehkan membawa makanan komersial favorit. Guna memberikan perasaan nyaman dan penghibur selama bertugas.
Sejarah Pengembangannya
John Glenn tercatat sebagai astronot AS pertama yang mengonsumsi makanan di luar angkasa pada 1962. Menu dalam Mercury program food berupa saus apel, bubur daging sapi, sayuran halus, dan minuman tablet gula xilosa yang dikemas dalam tube tekan. Mercury food program diilhami dari military ration berupa makanan dengan tekstur bubur dalam kemasan tabung aluminium dan dihisap melalui sedotan. Selanjutnya, pengembangan dilakukan dengan Gemini dan Apollo food program.
Gemini food program mengadopsi makanan dehidrasi, freeze dried, dan finger bite, dilapisi dengan gelatin atau minyak untuk mencegah remahan. Gemini dan Apollo food program merupakan kolaborasi Whirlpool Corporation, Laboratorium Angkatan Darat AS Natick dan Massachusetts, serta NASA.
Riset Space Food
Space Food untuk astronot AS diteliti dan dikembangkan di Foods Systems Engineering Facility di NASA Johnson Space Center di Houston, Texas. Makanan diuji nilai gizi, seberapa baik level beku kering, proses penyimpanan, pengemasan, dan rasa. Astronot sebagai panelis menilai produk dari segi penampilan, warna, bau, rasa, dan tekstur. Komponen ini dinilai menggunakan sistem penomoran, hasil pemeringkatan makanan digunakan untuk merancang dan mengembangkan makanan. Astronot memilih menu sekitar 5 bulan sebelum terbang. Biasanya, ISS memilih menu penerbangan 30 hari dan anggota kru akan menyimpan makanan di dapur yang tersedia.

Apa saja jenisnya?
Sampai saat ini tersedia delapan jenis space food yang dibedakan berdasarkan cara pengolahan dan penyimpanannya. Nah, berikut ini jenis dan contoh-contohnya.
Rehydratable Food : Air dihilangkan dari makanan rehydratable supaya lebih mudah disimpan, contohnya seperti oatmeal.
Thermostabilized Food : Makanan termostabilisasi telah diproses menggunakan panas, sehingga bisa disimpan pada suhu kamar, contohnya buah kaleng dan sarden.
Intermediate Moisture Food : Makanan dengan kelembapan sedang, diawetkan dengan mengeluarkan sebagian air dari produk, sehingga tekstur lembutnya terjaga. Contohnya buah kering (persik, pir, apricot kering), dan daging dendeng.
Natural Form Food : Makanan siap makan dengan kemasan mudah dibuka. Contohnya kacang, granola bar, dan kue kering.
Irradiated Food : Hingga saat ini hanya ada steak daging sapi dan kalkun asap dalam menu produk iradiasi.
Frozen Food : Makanan cepat beku untuk mencegah penumpukan kristal es besar, contohnya kaserol, pai ayam.
Fresh Food : Makanan jenis ini ngga diproses atau diawetkan secara artifisial, contohnya apel dan pisang.
Refrigerated Food : Makanan yang satu ini perlu disimpan pada suhu dingin supaya tetap awet, contohnya keju dan sour cream.
Semoga artikel ini bisa menjadi jawaban rasa penasaran kamu mengenai makanan para astronot ya, Sahabat Sehat.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
