Waspadai Efek Negatif Binge Watching TV

Sahabat Sehat, pernahkah kamukeasyikan nonton TV bahkan sampai seharian? Menonton televisi memang menjadi hiburan menyenangkan karena bisa menyaksikan beragam acara menarik. Jenis layanan yang semakin beragam saat ini juga membuat banyak orang rela menghabiskan waktu di depan televisi, seperti TV digital dan layanan video on demand yang sangat mudah diakses.

Meskipun demikian, menonton TV terlalu lama ngga baik buat kesehatan. Bukan hanya berpengaruh pada kesehatan fisik, terlalu banyak nonton TV juga berdampak pada kesehatan mental, diantaranya seperti berikut ini.

dampak buruk  Binge watching bagi kesehatan mental
Foto: Pexels.com

Kecanduan

Menonton televisi termasuk hiburan, sehingga mendorong produksi hormon dopamin yang meningkatkan rasa senang, bahagia, dan gembira. Pelepasan dopamin memicu kesenangan yang terus menerus selama kamu menikmati siaran televisi. Jika masih melanjutkan menonton dalam waktu lama, maka otak akan terus memproduksi dopamin yang membuat kamu semakin menikmati acara yang disajikan. Apabila ngga diberi pembatasan waktu, hal ini menjadi kebiasaan yang semakin lama semakin sulit diubah.

Menimbulkan Gangguan Kecemasan

Berdasarkan penelitian dalam Convergence: The International Journal of Research into New Media Technologies, motivasi utama seseorang melakukan binge watching adalah untuk relaksasi, sense of completion (rasa telah menyelesaikan sesuatu), partisipasi di komunitas penggemar serial televisi, dan pengalaman menonton yang lebih baik. Disamping itu, menonton TV selama dua jam atau lebih dalam sehari bisa menyebabkan gelisah atau cemas. Hal tersebut dipicu rasa bosan dan perasaan tidak tenang karena telah menghabiskan waktu lama hanya untuk menonton.

Menurunkan Kualitas Hubungan Sosial

Menonton televisi bisa membuatmu rileks, namun kebiasaan menonton terlalu lama bisa menyebabkan individualis, bahkan memengaruhi manajemen waktu. Bahaya binge watching TV pada kehidupan sosial ini tentu merugikan, terlebih jika akhirnya rela membatasi waktu berinteraksi dengan orang lain untuk menambah waktu menonton TV.

Secara tidak sadar, binge watching akan membuat seseorang merasa kesepian dan karena jarang bersosialisasi. Bukan hanya berpeluang untuk merugikan diri sendiri. Kebiasaan ini berpotensi membuat kamu bersikap defensif dan mudah tersinggung saat diminta berhenti. Hal ini birisiko mengganggu hubungan sosial dengan orang disekitarmu.

efek negatif  Binge watching
Foto: Pexels.com

Berpotensi Menimbulkan Perubahan Perilaku

Kebiasaan menonton televisi terlalu lama bisa menimbulkan perubahan perilaku. Pengaruh menonton televisi dengan acara beragam, tidak terlepas dari beberapa bagian yang tidak baik untuk dicontoh, misalnya karakter tokoh cerita atau series. Akan tetapi, dengan menontonnya, kamu bisa terus memikirkannya dan secara nggasadar tertanam dalam diri.

Menurut Emmy Crouter, MSW, LSW, seorang psikoterapis, cara menanggulanginya adalah beristirahat sementara waktu saat kamu terus memikirkan adegan tidak baik dari sebuah acara. Ini bisa dilakukan ketika kamu menonton adegan dengan tindakan kekerasan, marah berlebihan, merusak benda, atau bullying, supaya tindakan tersebut ngga terbawa ke dunia nyata.

Meningkatkan Insecurity

Sangat penting untuk menyeleksi siaran televisi yang ditonton. Akan tetapi, banyak orang cenderung tidak memilih dan memilah acara yang ditonton. Akibatnya, mereka terlanjur menonton tayangan yang membuatnya menjadi membanding-bandingkan diri dengan orang lain yang lebih sukses atau lebih kaya. Hal ini akan muncul jika menonton tayangan dengan konten narsisme atau flexing. Pada akhirnya, timbulah rasa insecure.

Sahabat Sehat, itulah berbagai dampak binge watching TV untuk kesehatan mental. Solusinya adalah menghindari menonton terlalu lama atau maraton. Dr. Renee Carr, Psy.D., seorang psikolog klinis, mengatakan bahwa perlu diterapkan time limit (seberapa lama akan menonton). Jika sulit, maka bisa menentukan berapa banyak acara atau episode cerita yang akan ditonton. Idealnya, menonton televisi yang aman dilakukan selama tidak lebih dari dua jam.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Adnani, Nitish Basant. 2020. Risiko Kesehatan di Balik Asyiknya Binge Watching. https://www.klikdokter.com/psikologi/kesehatan-mental/risiko-kesehatan-di-balik-asyiknya-binge-watching. Diakses pada 16 November 2022.

Factnews.medium.com. 2018. ‘Are You Still Watching?’ https://factnews.medium.com/are-you-still-watching-1410304f227a. Diakses pada 17 November 2022.

Fadli, Rizal. 2020. Ini Dampak Negatif Menonton Televisi Terlalu Lama. https://www.halodoc.com/artikel/ini-dampak-negatif-menonton-televisi-terlalu-lama. Diakses pada 16 November 2022.

Lestari, Raka. 2019. 4 Dampak Negatif dari Menonton Televisi bagi Kesehatan Mental. https://www.medcom.id/rona/kesehatan/GNGjjaQK-beberapa-dampak-negatif-menonton-tv-yang-memengaruhi-kesehatan-mental-anda. Diakses pada 16 November 2022.

Ratnasari, Grace. 2019. Dampak Binge Watching untuk Kesehatan Mental. https://www.sehatq.com/artikel/hobi-maraton-nonton-film-seri-awas-kena-efek-buruk-binge-watching. Diakses pada 17 November 2022.

Steiner, E. dan Xu, K. (2018). Binge-watching motivates change. Convergence: The International Journal of Research into New Media Technologies, 135485651775036. https://doi.org/10.1177/1354856517750365.

Sulaiman, Muhamad Reza. 2015. Studi: Terlalu Banyak Nonton TV Bisa Bikin Depresi. https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-3065867/studi-terlalu-banyak-nonton-tv-bisa-bikin-depresi. Diakses pada 16 November 2022.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.