Yuk, Kenal Lebih Dekat dengan PM 2.5!

Halo Teman Sehat! Akhir-akhir ini media nasional maupun internasional kerap mengangkat berita buruknya kualitas udara di Jakarta. Masyarakatpun mulai sadar dan cemas dengan kondisi ini. Air quality index yang menjadi standar pengukuran polusi udara, belakangan kerap berada di angka 170, yang menunjukan kualitas udara yang tidak sehat. Apakah kamu mulai merasakan dampaknya?

Apa itu PM 2.5?

Jika Teman Sehat sering membuka website air quality index, maka akan ditemui PM 2.5. Apa sih PM 2.5? PM 2.5 (particulate matter) merupakan partikel yang berisi campuran dari padatan dan cairan yang mengalir di udara. Partikel ini memiliki diameter <2.5 mm, yang mana hanya 3% dari diameter rambut manusia. Bisa kebayang kan betapa kecilnya partikel ini.

Lantas, kenapa dengan PM 2.5?

Selain PM 2.5 ada juga PM 10 yang memiliki diameter ≤10 mm. Namun demikian, PM 2.5 lah yang paling berbahaya. Partikel super kecil ini bisa menimbulkan dampak kesehatan yang serius karena bisa masuk lebih dalam hingga ke jaringan paru-paru bahkan terbawa dalam proses peredaran darah.

Adapun dampak kesehatan yang bisa ditimbulkan jika terhirup partikel PM 2.5 adalah kematian dini pada orang dengan riwayat penyakit jantung dan paru-paru, serangan jantung, denyut jantung tidak beraturan, asma, penurunan fungsi paru-paru, dan gangguan saluran pernafasan lainnya. Berbahay kan?

Bagaimana mencegah PM 2.5?

Cuaca panas merupakan pemicu meningkatnya PM 2.5 di udara. Oleh karena itu, di saat Indonesia memasuki musim kemarau alangkah baiknya Teman Sehat mulai berhati-hati, salah satunya dengan menggunakan masker saat berada di luar ruangan dan berkendara. Membatasi aktivitas luar ruangan juga merupakan pilihan bijak, selain terhindar dari PM 2.5 juga terhindar dari paparan sinar UV yang berbahaya.

Saat berada di dalam ruangan pun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, terutama menjaga kebersihan ruangan. Jika ngga punya alat penyaring udara, pastikan kamu rutin membersihkan ruangan dari debu-debu yang tidak kasat mata. Tidak merokok di dalam ruangan, menghindari memasak dengan kayu bakar, membatasi penggunaan lilin dan benda-benda yang dibakar lainnya merupakan cara-cara agar terhindar dari pertikel yang berbahaya ini.

Nah, apakah Teman Sehat sudah paham seputar PM 2.5? Ternyata kesehatan fisik dan lingkungan tidak bisa dipisahkan satu dan lainnya. Untuk sehat secara optimal, kita perlu menjaga kesehatan lingkungan kita dan melindungi faktor-faktor lingkungan yang bisa membahayakan tubuh.

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *